8 Tips Aman Puasa Ramadan bagi Penderita GERD

Selasa, 24 Februari 2026 18:22 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

8 Tips Aman Puasa Ramadan bagi Penderita GERD
8 Tips Aman Puasa Ramadan bagi Penderita GERD (rsppbm.ihc.id)

JAKARTA – Ramadan menjadi bulan yang paling dinanti oleh umat Muslim di berbagai penjuru dunia. Menjalankan puasa adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Namun, bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), berpuasa bisa menjadi tantangan tersendiri karena kondisi kesehatan yang dimiliki.

GERD merupakan gangguan pada sistem pencernaan yang terjadi ketika katup di bagian bawah kerongkongan atau Lower Esophageal Sphincter (LES) melemah. Akibatnya, asam lambung dapat naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini dapat memicu peradangan yang ditandai dengan sensasi panas di dada (heartburn), nyeri pada dada, hingga munculnya rasa asam atau pahit di mulut.

Selama berpuasa, perut yang kosong dalam waktu cukup lama dapat memicu peningkatan produksi asam lambung, terlebih jika pola makan saat sahur dan berbuka tidak diatur dengan baik. Meski demikian, puasa juga bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki gaya hidup, selama dijalankan dengan cara yang tepat.

Tips Puasa Ramadan bagi Penderita GERD

Tips Puasa Ramadan bagi Penderita GERD

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa tips puasa Ramadan bagi penderita GERD:

1. Jangan Lewatkan Sahur

Meski sangat mengantuk, kamu harus makan dan minum yang cukup saat sahur agar tubuh bisa berenergi meski menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam. Sahur membantu menjaga kadar asam lambung tetap stabil. Oleh karena itu, usahakan untuk makan sahur mendekati waktu imsak agar durasi perut kosong tidak terlalu lama.

2. Konsumsi Makanan Sehat dan Mudah Dicerna

Konsumsi Makanan Sehat dan Mudah Dicerna

GERD terjadi ketika katup otot di bagian bawah kerongkongan tidak berfungsi dengan baik atau melemah, sehingga isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti nyeri ulu hati, mual dan muntah, rasa mengganjal di tenggorokan, hingga kesulitan menelan.

Agar gejala tersebut tidak kambuh saat puasa, penderita GERD perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan saat sahur dan berbuka. Disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan mudah dicerna, seperti oatmeal, pisang, melon, semangka, yoghurt, daging rendah lemak, ikan, serta kacang-kacangan.

3. Kunyah Perlahan dan Secukupnya

Baik ketika sahur maupun berbuka, sebaiknya hindari makan dengan terburu-buru. Mengunyah makanan sampai benar-benar halus dapat meringankan kerja lambung sekaligus membantu mencegah produksi asam lambung yang berlebihan.

Kebiasaan ini dapat membantu mencegah munculnya gejala GERD yang membuat perut terasa tidak nyaman. Agar bisa makan dengan lebih santai dan menikmati setiap suapan, usahakan untuk bangun lebih awal atau tidak menunda sahur hingga mendekati waktu azan Subuh.

4. Hindari Tidur Setelah Makan

Hindari Tidur Setelah Makan

Bagi penderita GERD, penting untuk tidak langsung tidur setelah sahur maupun berbuka. Beri jeda 2-3 jam sebelum tidur. Saat tubuh berada dalam posisi berbaring setelah makan, gravitasi tidak bisa membantu makanan turun ke usus.

Kondisi ini dapat menimbulkan asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi panas di dada (heartburn) dan refluks asam lambung. Jika rasa kantuk datang setelah sahur atau berbuka, sebaiknya tunggu beberapa saat sebelum berbaring.

Saat berbaring, posisikan kepala lebih tinggi dengan bantuan dua bantal untuk membantu mencegah mual dan nyeri dada akibat naiknya asam lambung. Selain itu, hindari menyangga bagian punggung saat berbaring karena dapat memberi tekanan pada perut dan memicu munculnya gejala GERD.

5. Hindari Jenis Makanan dan Minuman Tertentu

Beragam jenis makanan dan minuman bisa memicu munculnya gejala GERD, seperti minuman bersoda, seblak, makanan yang digoreng, dan buah-buahan asam seperti jeruk, lemon dan stroberi.

Selain itu, hindari minuman bersoda karena dapat memicu naiknya asam lambung. Batasi juga asupan kopi dan teh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan kafein di dalamnya dapat merangsang kontraksi usus dan meningkatkan risiko munculnya nyeri perut.

Mengonsumsi makanan atau minuman tersebut, terlebih saat perut dalam keadaan kosong, dapat meningkatkan risiko kambuhnya gejala GERD.

6. Jangan Tunda Waktu Berbuka

Ilustrasi berbuka puasa dengan kurma. (freepik.com/rawpixel-com)

Ketika azan Magrib terdengar, sebaiknya segera berbuka dengan makanan yang ramah bagi lambung, seperti kurma, pisang, oatmeal, lontong berisi sayur atau daging, semangka, maupun alpukat. Selain membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa, makanan-makanan tersebut juga cukup mengenyangkan dan kaya nutrisi yang baik bagi kesehatan penderita GERD.

Sebab, perut yang dibiarkan kosong terlalu lama bisa menyebabkan gejala asam lambung. Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk segera berbuka dengan minum air putih serta mengonsumsi makanan yang bergizi.

7. Konsumsi Obat Maag

Jika nyeri maag sudah terasa mengganggu dan sulit dikendalikan, konsumsi obat maag saat sahur dan berbuka, atau sesuai anjuran dan dosis dari dokter. Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat tersebut.

8. Kelola Stres dengan Baik

Stres bisa jadi salah satu pemicu munculnya gejala sakit maag. Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang berpengaruh pada peningkatan kadar gula darah dan detak jantung.

Tidak hanya itu, hormon tersebut juga dapat memperlambat proses pencernaan serta meningkatkan produksi asam lambung. Oleh karena itu, kelola stres dengan baik, misalnya melalui latihan pernapasan atau meditasi.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 15 Feb 2026