Waspada! 7 Makanan Ini Paling Berisiko Menyebabkan Keracunan

Waspada! 7 Makanan Ini Paling Berisiko Menyebabkan Keracunan (magnific.com/timolina)

JAKARTA — Keracunan makanan bisa terjadi tanpa kamu sadari. Makanan yang semula terkesan aman, bisa saja mengandung bakteri, virus, parasit, atau zat berbahaya lainnya ketika tidak diolah dan disimpan dengan benar.

Keracunan makanan ini bisa menimbulkan berbagai gejala gangguan kesehatan seperti muntah-muntah, sakit perut, diare, dan sebagainya usai kamu menyantap makanan yang terkontaminasi.

Ibu hamil, lansia, anak-anak, dan orang yang memiliki penyakit kronis berisiko lebih tinggi mengalami keracunan makanan.

BACA JUGA: Ternyata Ini Penyebab Utama Keracunan Makanan, Jangan Anggap Remeh!

Oleh karena itu penting untuk mengetahui penyebab dan jenis makanan apa saja yang lebih berisiko memicu keracunan dibandingkan makanan lainnya apalagi kalau tidak disimpan, disiapkan, atau dimasak dengan benar.

Berikut beberapa makanan yang paling berisiko memicu keracunan makanan, seperti yang telah dirangkum dari Healthline.

Jenis Makanan yang Paling Berisiko Menyebabkan Keracunan

Daging Unggas

Daging unggas mentah atau yang dimasak tapi kurang matang berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan karena Campylobacter dan Salmonella 

Daging unggas mentah atau yang dimasak tapi kurang matang berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan.

Hal ini disebabkan oleh dua jenis bakteri, yaitu Campylobacter dan Salmonella yang bisa mengontaminasi daging unggas saat proses penyembelihan dan masih dapat bertahan hingga daging dimasak.

Namun jangan khawatir. Bakteri tersebut sebetulnya bisa mati jika daging unggas dimasak hingga benar-benar matang.

BACA JUGA: 7 Cara Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga dari Abu Vulkanik

Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran berdaun hijau dapat terkontaminasi bakteri berbahaya, seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria.

Sayuran berdaun hijau dapat terkontaminasi bakteri berbahaya, seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria. Kontaminasi ini bisa terjadi pada berbagai tahap dalam rantai pasokan makanan.

Kontaminasi bisa terjadi saat air yang kotor dan limpasan air yang tercemar membawa kontaminan ke tanah tempat buah dan sayuran ditanam.

Selain itu, kontaminasi juga dapat terjadi karena peralatan pengolahan yang kotor atau cara menyiapkan makanan yang tidak higienis.

Ikan dan Kerang

Ikan yang tidak disimpan pada suhu yang tepat sangat berisiko tinggi terkontaminasi histamin, sedangkan kerang bisa menyebabkan keracunan.

Ikan yang tidak disimpan pada suhu yang tepat sangat berisiko tinggi terkontaminasi histamin, yaitu racun yang dihasilkan bakteri pada ikan.

Histamin ini bahkan tidak dapat dihancurkan hanya dengan memasak pada suhu normal. Kondisi ini dapat menyebabkan keracunan yang dikenal sebagai keracunan scombroid.

Jenis keracunan lainnya adalah keracunan ikan ciguatera (CFP), yang disebabkan oleh racun bernama ciguatoxin yang banyak ditemukan di perairan tropis yang hangat.

Kerang seperti remis, kerang, tiram, dan scallop juga berisiko menyebabkan keracunan makanan. Hal itu disebabkan karena ganggang yang dimakan kerang dapat menghasilkan racun. Racun inilah yang kemudian dapat menumpuk di dalam tubuh kerang dan membahayakan manusia yang mengonsumsinya.

BACA JUGA: 5 Minuman yang Sebaiknya Tidak Kamu Minum Saat Perut Kosong

Nasi

Beras mentah tetap bisa terkontaminasi spora Bacillus cereus, yaitu bakteri yang dapat menghasilkan racun penyebab keracunan makanan.

Beras mentah tetap bisa terkontaminasi spora Bacillus cereus, yaitu bakteri yang dapat menghasilkan racun penyebab keracunan makanan.

Spora bakteri ini bahkan bisa bertahan dalam kondisi kering, seperti spora yang ada dalam beras yang disimpan di dapur. Spora tersebut bahkan bisa bertahan selama proses memasak.

Jika nasi yang sudah matang dibiarkan pada suhu ruang, spora tersebut dapat menjadi bakteri aktif yang berkembang biak dengan cepat dalam kondisi hangat dan lembap.

Semakin lama nasi dibiarkan pada suhu ruang, semakin besar kemungkinan nasi tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

BACA JUGA: Ini Dampak Psikologis Usai Berulangnya Kasus Keracunan MBG, Jangan Diabaikan!

Daging Olahan

Daging olahan seperti ham, bacon, salami, dan hot dog dapat terkontaminasi bakteri berbahaya, termasuk Listeria dan Staphylococcus aureus, pada berbagai tahap pengolahan dan produksi.

Daging olahan seperti ham, bacon, salami, dan hot dog dapat terkontaminasi bakteri berbahaya, termasuk Listeria dan Staphylococcus aureus, pada berbagai tahap pengolahan dan produksi.

Kontaminasi dapat terjadi akibat kontak langsung dengan daging mentah yang sudah terkontaminasi, kebersihan pekerja yang buruk, proses pembersihan yang tidak memadai, maupun kontaminasi silang dari peralatan yang kotor, seperti pisau mesin pengiris.

Produk Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Susu tanpa pasteurisasi bisa berisiko menimbulkan keracunan karena terdapat bakteri dan parasit berbahaya seperti Campylobacter, E. coli, Listeria, dan Salmonella.

Pasteurisasi adalah proses memanaskan makanan atau cairan pada suhu tertentu untuk membunuh mikroorganisme berbahaya. Pasteurisasi ini dapat membunuh bakteri dan parasit berbahaya, seperti Campylobacter, E. coli, Listeria, dan Salmonella.

Meskipun susu yang tidak dipasteurisasi semakin populer, produk ini tetap memiliki risiko kesehatan yang serius, terutama bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

BACA JUGA: 5 Cara Atasi Keracunan Akibat Konsumsi Makanan Basi

Telur

Telur bisa menimbulkan keracunan makanan karena bakteri Salmonella yang biasa terdapat pada cangkang dan bagian dalam telur

Telur adalah makanan yang bergizi dan mudah diolah. Namun, telur juga dapat menjadi sumber keracunan makanan kalau dikonsumsi mentah atau kurang matang.

Hal ini karena telur bisa mengandung bakteri Salmonella, yang bisa terdapat pada cangkang maupun bagian dalam telur.

Untuk mengurangi risiko keracunan, sebaiknya kamu tidak mengonsumsi telur yang cangkangnya retak atau kotor.

Itu tadi beberapa makanan yang paling berisiko menyebabkan keracunan makanan, hati-hati!

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories