Ternyata Ini Penyebab Utama Keracunan Makanan, Jangan Anggap Remeh!

Ternyata Ini Penyebab Utama Keracunan Makanan, Jangan Anggap Remeh! (magnific.com)

JAKARTA — Akhir-akhir ini masalah keracunan makanan kembali jadi sorotan. Keracunan makanan sendiri bisa terjadi kapan saja dan sering kali bermula dari suatu hal yang dianggap sepele.

Gejala keracunan juga beragam, mulai dari mual-mual, muntah, sakit perut, dan masih banyak lagi.

Untuk menghindari terkena keracunan makanan, kita harus mengetahui apa saja penyebab utamanya, seperti berikut ini yang telah dirangkum dari Mayo Clinic.

BACA JUGA: 7 Cara Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga dari Abu Vulkanik

Penyebab Keracunan Makanan

Penyebab Keracunan Makanan/ Foto: magnific.com/jcomp

Ada beberapa jenis kuman atau zat berbahaya yang disebut sebagai kontaminan yang dapat memicu atau menyebabkan keracunan makanan. Makanan atau minuman yang mengandung kontaminan ini disebut telah terkontaminasi.

Makanan bisa terkontaminasi oleh berbagai hal, seperti:

  1. Bakteri
  2. Virus
  3. Parasit yang hidup di dalam usus
  4. Bahan kimia berbahaya atau racun
  5. Bakteri yang membawa atau menghasilkan racun
  6. Jamur yang bisa memproduksi racun.

BACA JUGA: 5 Minuman yang Sebaiknya Tidak Kamu Minum Saat Perut Kosong

Penyebab Makanan Bisa Terkontaminasi

Penyebab Makanan Bisa Terkontaminasi/ Foto: magnific.com/stocking

Kontaminasi makanan bisa terjadi kapan saja, mulai dari saat makanan ditanam, dipanen atau ditangkap, diproses, disimpan, dikirim, hingga dimasak.

Pihak yang menangani makanan juga bisa menyebabkan makanan terkontaminasi. Beberapa penyebabnya antara lain sebagai berikut.

Tidak Mencuci Tangan dengan Baik

Ketika tangan orang yang menangani makanan kotor, ada sisa kotoran setelah menggunakan toilet yang menempel di tangan, hal ini bisa mencemari makanan.

Kontaminan juga dapat berpindah dari tangan ke makanan saat makanan dibuat atau disajikan.

Tidak Membersihkan Area Memasak atau Makan

Pisau, talenan, dan peralatan dapur lain yang tidak dicuci dengan baik dapat menyebarkan kontaminan.

Penyimpanan Makanan yang Tidak Tepat

Makanan yang terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang bisa terkontaminasi yang akhirnya menimbulkan keracunan makanan.

Selain itu, makanan yang terlalu lama disimpan di kulkas juga dapat rusak. Hal serupa dapat terjadi jika suhu kulkas atau freezer terlalu hangat.

BACA JUGA: Ini Dampak Psikologis Usai Berulangnya Kasus Keracunan MBG, Jangan Diabaikan!

Gejala Keracunan Makanan

Gejala Keracunan Makanan

Kamu harus waspada saat muncul gejala berikut usai mengonsumsi makanan.

  1. Mual atau muntah.
  2. Diare.
  3. Sakit perut.
  4. Demam tinggi.
  5. Tubuh terasa tidak enak atau kurang sehat secara umum.

Seperti yang dilansir dari NHS gejala keracunan makanan bisa mulai muncul dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang menyebabkan infeksi.

Namun, pada beberapa kasus, gejala baru muncul beberapa minggu kemudian.

Cara Mengatasi Keracunan Makanan di Rumah

Cara Mengatasi Keracunan Makanan di Rumah

Berikut beberapa cara menangani keracunan makanan di rumah, seperti yang dirangkum dari NHS.

  1. Tetap di rumah dan banyak beristirahat.
  2. Sering minum air putih atau minuman yang diencerkan. Jika merasa mual, minumlah sedikit demi sedikit tetapi lebih sering.
  3. Tetap berikan ASI atau susu botol kepada bayi. Jika bayi muntah, coba berikan dalam jumlah sedikit tetapi lebih sering dari biasanya.
  4. Untuk bayi yang minum susu formula atau sudah mengonsumsi makanan padat, berikan sedikit air putih di antara waktu makan atau minum susu.
  5. Tetap konsumsi makanan ketika sudah merasa mampu. Namun, sebaiknya hindari makanan yang terlalu berlemak atau pedas untuk sementara waktu.
  6. Jika masih merasa merasa tidak nyaman atau nyeri, kamu dapat mengonsumsi paracetamol. Pastikan membaca petunjuk penggunaan sebelum memberikan obat tersebut kepada anak.
  7. Jangan minum jus buah atau minuman bersoda karena dapat memperparah diare.
  8. Jangan mengencerkan susu formula bayi dengan menambahkan lebih banyak air. Gunakan takaran dan konsentrasi seperti biasa.
  9. Hindari memberikan obat untuk menghentikan diare kepada anak berusia di bawah 12 tahun.
  10. Jangan memberikan aspirin kepada anak berusia di bawah 16 tahun.

Itu tadi penjelasan soal penyebab utama keracunan makanan serta cara menanganinya.

Editor: Justina Nur Landhiani
Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories