7 Cara Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga dari Abu Vulkanik

7 Cara Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga dari Abu Vulkanik (magnific.com/wirestock)

JAKARTA — Sebaran abu vulkanik yang muncul setelah erupsi gunung api bukan hanya membuat lingkungan menjadi kotor, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan. 

Partikel abu vulkanik yang terhirup bahkan bisa berisiko memengaruhi kesehatan saluran pernapasan, sementara paparan pada mata dan kulit juga dapat menimbulkan iritasi. 

Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung perlu lebih berhati-hati terhadap paparan abu vulkanik.

BACA JUGA: Menolak Lupa: Daftar Bencana Besar di RI dan Dampaknya pada Ekonomi

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga menjadi hal penting ketika abu vulkanik mulai menyebar ke daerah tempat kamu tinggal. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan, seperti yang telah dirangkum dari IVHHN.

Cara Melindungi Kesehatan dan Keamanan Diri dari Paparan Abu Vulkanik

Batasi Aktivitas Berkendara

Batasi Aktivitas Berkendara

Segera setelah hujan abu vulkanik melanda daerah tempat kamu tinggal atau beraktivitas, bahkan jika abu yang turun hanya sedikit, kondisi jalan, jarak pandang, dan kualitas udara dapat berubah drastis. Kendaraan yang melintas juga dapat membuat abu kembali beterbangan ke udara.

Hujan memang dapat membantu memperbaiki kualitas udara untuk sementara karena membuat abu mengendap. Namun, kondisi ini hanya berlangsung sementara hingga abu kembali mengering.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari berkendara setelah hujan abu dan tetap berada di dalam rumah. Jika benar-benar harus berkendara, jaga jarak yang cukup jauh dengan kendaraan di depan dan berkendaralah dengan kecepatan rendah.

BACA JUGA: Fenomena Price Gouging di Balik Melonjaknya Harga Masker Saat Erupsi

Turunkan Peluang Abu Vulkanik Bisa Masuk ke Rumah

Turunkan Peluang Abu Vulkanik Bisa Masuk ke Rumah

Tutup semua pintu dan jendela sebisa mungkin untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.

Kamu juga bisa menutup celah atau ventilasi yang memungkinkan udara luar masuk jika kondisi memungkinkan. Jika bagian dalam rumah sudah terkena abu, bersihkan secara hati-hati menggunakan kain lembap. 

Hindari penggunaan vacuum cleaner karena alat tersebut dapat membuat partikel abu halus kembali beterbangan di dalam ruangan.

BACA JUGA: NU Tetapkan Bitcoin Jadi Aset, Peluang Baru Kripto Indonesia?

Gunakan Masker atau Alat Pelindung Pernapasan

Gunakan Masker atau Alat Pelindung Pernapasan

Kalau kamu mau membersihkan abu vulkanik yang ada di dalam rumah, jangan lupa memakai masker atau alat pelindung pernapasan yang efektif.

Jika tidak tersedia masker yang sesuai, masker kain dapat membantu menyaring sebagian partikel abu yang berukuran lebih besar. Namun, perlindungannya lebih rendah dibandingkan masker atau respirator yang memang dirancang untuk menyaring partikel.

Seseorang yang memiliki kondisi bronkitis kronis, emfisema, atau asma sebaiknya tetap berada di dalam rumah dan menghindari paparan abu yang tidak perlu.

BACA JUGA: Harga Emas Nyaris Tak Bergerak, Pasar Menanti Momen 19 September

Lindungi Mata

Lindungi Mata dari Abu Vulkanik dengan Kacamata 

Jika kamu sekarang berada di lingkungan yang dipenuhi abu halus, gunakan kacamata pelindung atau kacamata biasa. 

Hindari menggunakan lensa kontak karena partikel abu yang masuk ke mata dapat terjebak di bawah lensa dan menyebabkan iritasi atau goresan pada kornea.

Perhatikan Kebersihan Air Minum

Perhatikan Kebersihan Air Minum

Setelah hujan abu vulkanik ringan, air yang terkena sedikit abu biasanya masih dapat digunakan setelah partikel abunya disaring. 

Namun, air yang berasal dari permukaan dan telah terkontaminasi abu bisa mengalami perubahan kualitas sehingga perlu diperhatikan sebelum dikonsumsi.

Cara paling aman adalah menyediakan persediaan air bersih sebelum terjadi hujan abu. Sebaiknya siapkan persediaan air minum setidaknya untuk satu minggu, sekitar 3–4 liter per orang per hari.

Jika menggunakan air hujan yang ditampung dalam tangki, tutup tangki dan lepaskan saluran yang mengalirkan air dari atap ke tangki sebelum abu turun.

BACA JUGA: Abu Vulkanik Masuk Rumah? Begini Cara Membersihkannya dengan Aman

Cuci Makanan yang Ditanam Sendiri

Cuci Makanan yang Ditanam Sendiri

Sayuran yang ditanam di kebun atau lahan dan terkena abu pada umumnya masih dapat kamu konsumsi. 

Namum, pastikan sebelum memasaknya, makanan tersebut sudah dicuci menggunakan air bersih terlebih dahulu.

Bersihkan Abu Vulkanik dengan Aman

Bersihkan Abu Vulkanik dengan Aman

Sebelum membersihkan abu vulkanik yang masuk ke dalam rumah, endapan abu sebaiknya sedikit dibasahi agar tidak mudah beterbangan.

Namun, jangan terlalu banyak membasahi abu yang berada di atap karena tambahan berat air dapat meningkatkan beban atap dan risiko roboh.

Hindari menyapu abu vulkanik dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu beterbangan dalam jumlah tinggi. Penggunaan selang air juga perlu dibatasi karena membutuhkan banyak air dan dapat menyebabkan kekurangan air, terutama di wilayah yang padat penduduk.

Itu tadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik karena erupsi Gunung Anak Krakatau.

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories