Aset Kripto LUNA Anjlok, Aspakrindo Minta Investor Tenang dan Berhati-hati

Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA). Sumber: Blaze Trends. (Blaze Trends)

Jakarta, Balinesia.id - Ketua Asosiasi Pedagang Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda meminta investor untuk tenang dan berhati-hati menyusul anjloknya Aset kripto Terra (LUNA) yang semakin jauh lebih lemah dibanding rupiah.

Berdasar data Coin Market Cap, pada Jumat, 13 Mei 2022 pukul 19.57 WIB, Terra (LUNA) berada di level harga US$0,00002716 atau setara dengan Rp0,397 dalam asumsi kurs Rp14.619 perdolar Amerika Serikat (AS) dengan penurunan 99,91% dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, Terra (LUNA) berada di peringkat ke-233 dengan kapitalisasi pasar US$180,19 juta (Rp2,63 triliun).

Dengan demikian, aset kripto ini sudah mengalami penurunan 99,99%Jika dihitung dari harga tertinggi LUNA pada 4 April 2022 di level US$119,18 (Rp1,74 juta).

Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, pasar kripto memang sudah sewajarnya untuk diterpa siklus naik-turun. Oleh karena itu, para investor perlu menyikapi pasar kripto dengan tenang dan hati-hati.

Sektor cryptocurrency adalah pasar baru sehingga pertumbuhan dan siklus bisa mengalami naik turun dengan pergerakan yang tajam.

"Pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi. Tidak pernah ada tempat berlindung yang aman ketika badai sedang dalam kekuatan penuh,” ujar Harmanda dalam keterangannya, Jumat, 13 Mei 2022.

Atas aksi jual secara besar-besaran yang terjadi di pasar ketika LUNA sedang ambruk dinilai Harmanda sebagai sesuatu hal yang tidak dapat dihindari. Namun, kondisi ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan.

Ketegangan Rusia-Ukraina, tekanan inflasi, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan ekonomi yang melambat di Cina, dan dampak pandemi COVID-19 juga menyebabkan kecemasan kepada para investor.

Ia memaparkan, banyak aset telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya.

"Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” tandasnya lagi.

Industri kripto sebagai bagian dari ekosistem blockchain sedang mengalami pertumbuhan sehingga banyak inovasi yang hadir di industri ini. Inovasi adalah suatu hal yang wajar untuk menemui kegagalan, termasuk kegagalan stablecoin UST yang tidak berhasil menjaga stabilitas nilai tukarnya terhadap dolar AS.

Drama yang terjadi saat ini sedang menguji stablecoin algoritmik untuk melihat apakah mereka berhasil atau gagal. Namun, ada banyak sisi baik dari stablecoin dengan konsep yang berbeda.

"Diharapkan para pengembang proyek kripto dapat menemukan inovasi mutakhir dalam waktu dekat melalui proyek-proyek baru,” Teguh Kurniawan Harmanda menambahkan. ***

 

 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Idham Nur Indrajaya pada 14 May 2022 

Bagikan

Related Stories