Kesehatan
Senin, 11 Mei 2026 15:13 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Tenis tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup bagi banyak orang. Olahraga ini bahkan sering disebut sebagai olahraga seumur hidup. Sejumlah penelitian pun mendukung anggapan tersebut dengan menunjukkan bahwa tenis termasuk salah satu olahraga terbaik yang dapat dimainkan hingga usia lanjut.
Mengutip USTA Southern California, perpaduan antara aktivitas fisik, stimulasi mental, dan interaksi sosial membuat tenis pantas disebut sebagai olahraga sepanjang hayat. Baik anak muda maupun pemain yang sudah berusia lebih matang tetap bisa menikmati manfaat bermain tenis dan memegang raket di lapangan.
Sudah bukan hal baru bahwa gaya hidup aktif dapat membantu seseorang hidup lebih lama dan lebih sehat. Berbagai studi juga menemukan bahwa rutin melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang memberikan banyak manfaat kesehatan serta membantu menurunkan risiko berbagai penyakit.
BACA JUGA: Samsung Tiba-tiba Dituntut Dua Lipa, Karena Kardus TV?
Orang yang rutin bermain tenis setidaknya tiga jam per minggu dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat menurunkan risiko kematian hingga 50%, tanpa memandang penyebabnya. Keterlibatan dalam olahraga raket, termasuk tenis, terbukti mampu mengurangi risiko kematian secara keseluruhan sebesar 47% dan menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 56%.
Bahkan, pemain tenis memiliki harapan hidup rata-rata 9,7 tahun lebih panjang dibandingkan orang yang jarang atau tidak aktif berolahraga. Angka peningkatan usia tersebut merupakan yang tertinggi di antara seluruh cabang olahraga yang diteliti, mengungguli sepak bola (4,7 tahun), bersepeda (3,7 tahun), berenang (3,4 tahun), dan jogging (3,2 tahun).
Sementara, sebuah penelitian tahun 2020 yang dimuat dalam International Journal of Exercise Science menyebutkan pemain tenis rekreasional yang bermain setidaknya dua kali seminggu cenderung memiliki risiko obesitas yang lebih rendah, tingkat energi yang lebih baik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan yang lebih optimal.
Dari perspektif kesehatan fisik, tenis menawarkan latihan seluruh tubuh yang meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan daya tahan kardiovaskular. Sifat dinamis permainan ini, dengan gerakan konstan, lari cepat, dan perubahan arah yang cepat, membantu meningkatkan kelincahan, kecepatan, dan koordinasi.
Selain itu, gerakan berulang yang terlibat dalam mengayunkan raket dan memukul bola berkontribusi pada perkembangan otot dan kepadatan tulang, mengurangi risiko osteoporosis dan kondisi terkait usia lainnya.
Selain manfaat fisik, tenis juga memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan mental. Unsur strategis dalam permainan ini mengharuskan pemain untuk berpikir cepat, mengantisipasi gerakan lawan, dan membuat keputusan sepersekian detik di bawah tekanan.
Stimulasi mental ini dapat meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, dan meningkatkan suasana hati serta kesejahteraan secara keseluruhan. Selain itu, fokus dan konsentrasi yang dibutuhkan selama pertandingan dapat berfungsi sebagai bentuk latihan kesadaran (mindfulness), yang mendorong pengurangan stres dan relaksasi.
Salah satu aspek yang paling dihargai dari tenis sebagai olahraga seumur hidup adalah dimensi sosialnya. Baik bermain tunggal atau ganda, tenis menumbuhkan persahabatan, kerja tim, dan sportivitas. Pengalaman bersama dalam berkompetisi di lapangan menciptakan ikatan yang melampaui usia, latar belakang, dan tingkat keterampilan.
Dari pertandingan santai bersama teman hingga turnamen kompetitif dan permainan liga, tenis memberikan peluang untuk terhubung dan membangun komunitas yang dapat berlangsung seumur hidup.
Dilansir dari The Sportfive Magazine, tenis seperti yang kita kenal sekarang telah ada selama lebih dari 150 tahun, dan tetap menjadi salah satu olahraga paling populer di dunia, yang memikat jutaan penggemar dengan kombinasi teknik, kemampuan atletik, dan kekuatan mentalnya.
Di Indonesia, tren bermain tenis menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa waktu terakhir, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup aktif dan sehat.
Menyikapi peluang tersebut, Liga.Tennis berkomitmen menghadirkan akses bermain tenis yang lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Beragam program dan aktivitas pun dirancang agar olahraga tenis dapat dinikmati oleh siapa saja, tanpa memandang usia maupun tingkat kemampuan bermain.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Junior Academy, yang memperkenalkan olahraga tenis kepada anak-anak berusia 5-12 tahun melalui empat level kemampuan. Program ini dirancang dengan pendekatan yang inklusif dan berorientasi pada pembentukan kebiasaan aktif dalam jangka panjang, bukan hanya pada pencapaian prestasi semata.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 25 Jan 2026