Tak Hanya Hantavirus, Inilah 5 Penyakit yang Disebarkan oleh Tikus

Tak Hanya Hantavirus, Inilah 5 Penyakit yang Disebarkan oleh Tikus (Freepik.com/wirestock )

JAKARTA — Tikus selama ini sudah sering dianggap sebagai hama atau hewan pengganggu, dan sering berkeliaran di daerah selokan, sawah, gudang, sampai masuk ke dalam rumah.

Akan tetapi, di balik ukurannya yang kecil, hewan pengerat ini bisa menjadi pemicu ancaman kesehatan yang serius. Apalagi, belakangan ini nama Hantavirus kembali ramai diperbincangkan, karena memicu adanya korban meninggal dunia, seperti yang terjadi pada kasus Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.

BACA JUGA: Waspada, 3 Orang Dikabarkan Tewas Akibat Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

Padahal, sebetulnya Hantavirus bukan satu-satunya penyakit yang disebarkan oleh tikus. Hewan ini memang sudah lama dikenal sebagai pembawa berbagai bakteri dan virus berbahaya yang dapat memicu infeksi serius pada manusia.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali deretan penyakit yang dapat ditularkan oleh tikus beserta cara penyebarannya.

Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus Selain Hantavirus

Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus Selain Hantavirus

Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus, berupa bakteri yang masuk ke tubuh melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai, selokan, dan lumpur.

Gejala yang ditimbulkan dari Leptospirosis seperti demam mendadak, tubuh jadi lemah, mata memerah, kulit jadi kekuningan, sakit kepala, dan nyeri pada otot betis.

BACA JUGA: Waspada! Kenali Gejala Terjangkit Wabah Hantavirus

Salmonellosis

Salmonellosis atau infeksi salmonella, seperti yang dilansir dari laman resmi Kemenkes adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini dapat terjadi karena konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri penyebabnya, yaitu Salmonella.

Bakteri ini dapat hidup di saluran usus hewan, kemudian ditularkan ke manusia melalui makanan yang telah terkontaminasi kotoran hewan. Selain itu, konsumsi makanan yang dimasak secara kurang matang dan tidak dicuci dapat meningkatkan risiko terkontaminasi.

Lassa Fever

Seperti yang dilaporkan oleh CDC, Lassa fever atau demam Lassa adalah suatu penyakit virus parah yang bisa muncul dengan cepat setelah seseorang terinfeksi. 

Penyakit tersebut disebarkan oleh ‘tikus multimammate’ atau Mastomys natalensis yang ditemukan di seluruh Afrika Sub-Sahara. Saat ini, virus Lassa hanya dibawa oleh tikus multimammate Afrika Barat.

Seseorang yang mengalami Lassa fever biasanya memunculkan gejala seperti sedikit demam, merasa lelah dan lemah, dan sakit kepala. Selain itu, pada beberapa orang, penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang lebih serius seperti pendarahan, kesulitan bernapas, muntah, pembengkakan wajah, nyeri di dada, punggung, dan perut, serta shock.

BACA JUGA: Jangan Panik, Ini Cara Cerdas Mencegah Terjangkit Wabah Hantavirus

Tularemia

Tularemia adalah penyakit yang dapat menginfeksi baik hewan dan manusia. Kelinci dan hewan pengerat sangat rentan dan sering mati dalam jumlah besar selama wabah Tularemia ini.

Pada umumnya, orang-orang dapat terinfeksi Tularemia karena kutu dan gigitan lalat rusa, kontak kulit dengan hewan yang terinfeksi, minum air yang terkontaminasi, menghirup aerosol yang terkontaminasi atau debu pertanian dan lansekap, dan paparan laboratorium.

Gejala dari Tularemia bervariasi, tergantung bagaimana orang tersebut terinfeksi. Namun, Tularemia dapat mengancam jiwa, tapi sebagian besar infeksi dapat diobati dengan baik menggunakan antibiotik.

BACA JUGA: Ketahui Apa Itu Leptospirosis dan Cara Mencegahnya

Rat Bite Fever (RBF)

Rat Bite Fever (RBF) adalah penyakit yang disebabkan karena kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi bakteri penyebab penyakit tersebut. Hewan pengerat pembawa RBF seperti tikus, mecit, gerbil, marmut, dan tupai.

Bakteri penyebab RBF memang sebetulnya secara alami hidup di tubuh hewan tersebut. Meski begitu, hewan pembawa bakteri penyebab RBF biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda sakit sehingga tidak bisa diketahui hanya dengan melihat penampilannya.

Gejala awal RBF seringkali mirip dengan flu, seperti demam, muntah, sakit kepala, dan nyeri otot. Selain itu, sekitar setengah penderita juga mengalami nyeri atau pembengkakan sendi, dan ada juga yang mengalami ruam pada kulit.

BACA JUGA: Cara Mencegah Penyakit Gara-gara Banjir yang Harus Anda Waspadai

Itu tadi beberapa penyakit yang bisa disebarkan karena tikus selain Hantavirus yang harus Anda waspadai!

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories