11 Kebiasaan di Dapur yang Bisa Memicu Keracunan Makanan, Waspada!

11 Kebiasaan di Dapur yang Bisa Memicu Keracunan Makanan, Waspada! (freepik.com)

JAKARTA — Kualitas makanan ditentukan oleh banyak hal salah satunya soal kebersihan dapur. Hal ini karena kebersihan dapur berpengaruh dalam penyebaran kuman penyebab penyakit.

Seperti yang dilansir dari The Takeout, kebiasaan sederhana seperti tidak disiplin mencuci tangan atau menggunakan kembali peralatan memasak atau alat makan yang kotor bisa berujung pada keracunan makanan.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya keracunan makanan, kamu perlu mengetahui kebiasaan di dapur yang kerap disepelekan yang bisa memicu risiko keracunan seperti berikut ini.

BACA JUGA: Ternyata Ini Penyebab Utama Keracunan Makanan, Jangan Anggap Remeh!

Kebiasaan Buruk di Dapur yang Menyebabkan Keracunan Makanan

Lupa Mencuci Tangan

Lupa mencuci tangan sebelum menyiapkan bahan makanan adalah kesalahan yang bisa dengan mudah dilakukan tapi juga mudah untuk dicegah.

Mencuci tangan adalah langkah paling penting untuk mencegah penyebaran bakteri. Oleh karena itu, sebelum memasak atau makan, pastikan kamu mencuci tangan menggunakan sabun selama sekitar 20 detik.

Memotong Daging Mentah dan Sayuran di Atas Talenan yang Sama

Talenan memang jadi salah satu alat masak yang penting di dapur. Akan tetapi, talenan juga bisa menjadi tempat terjadinya kontaminasi silang, terutama kalau digunakan untuk memotong bahan-bahan mentah dan sayuran.

Untuk mencegah kontaminasi silang, kamu bisa menggunakan talenan terpisah. Satu talenan khusus untuk daging, unggas, atau makanan laut mentah, dan satu talenan lainnya untuk memotong buah dan sayuran segar.

BACA JUGA: 7 Cara Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga dari Abu Vulkanik

Mencairkan Daging dan Unggas Langsung di Atas Meja Dapur

Mencairkan Daging dan Unggas Langsung di Atas Meja Dapur

Biasanya, orang-orang menyimpan daging dan unggas di dalam freezer agar lebih awet. Saat akan dimasak, bahan makanan tersebut perlu dicairkan agar bisa matang secara merata.

Akan tetapi, membiarkan daging atau unggas beku mencair begitu saja di atas meja dapur bukan cara yang aman. Bagian luar daging dapat dengan cepat mencapai "zona bahaya", yaitu suhu antara 5 hingga 63 derajat Celcius.

Pada suhu tersebut, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat, sementara bagian tengah daging masih dalam kondisi beku.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu mencairkan daging dan unggas beku di dalam chiller kulkas semalaman.

Memasak tapi Kurang Matang

Bahan makanan mentah seperti daging, unggas, dan seafood mentah bisa terkontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria.

Untuk mencegah bakteri berbahaya tersebut berkembang, kamu bisa memasaknya sampai matang. Namun, setiap jenis makanan memiliki suhu matang yang berbeda. 

Daging sapi, babi, sapi muda, dan domba sebaiknya dimasak mencapai suhu internal 63 derajat Celcius dan didiamkan selama tiga menit. Daging giling perlu mencapai sekitar 71 derajat Celcius. Sementara itu, unggas harus mencapai suhu 74 derajat Celcius.

BACA JUGA: 5 Minuman yang Sebaiknya Tidak Kamu Minum Saat Perut Kosong

Mengisi Kulkas Terlalu Penuh

Mengisi Kulkas Terlalu Penuh

Mungkin kamu ingin selalu memenuhi kulkas agar pasokan bahan makanan bisa terus terjaga dan kamu tidak kekurangan bahan makanan. 

Namun, jika ada terlalu banyak makanan di dalam kulkas, sirkulasi udara dingin di dalam kulkas jadi terhambat.

Hal itu juga bisa menyebabkan suhu kulkas bisa meningkat melewati batas aman. Kondisi ini membuat makanan lebih cepat rusak dan bakteri lebih mudah berkembang.

Menyimpan Daging Mentah di Rak Kulkas Paling Atas

Setiap bagian kulkas memiliki fungsi yang berbeda. Namun, penempatan makanan juga penting untuk mencegah kontaminasi silang.

Sebaiknya daging mentah disimpan di rak paling bawah terpisah dari makanan yang sudah siap dimakan. Hal ini karena jika daging mentah ditempatkan di rak atas, cairan atau percikan kecil dari daging dapat menetes dan mengontaminasi makanan yang berada di bawahnya.

BACA JUGA: Ini Dampak Psikologis Usai Berulangnya Kasus Keracunan MBG, Jangan Diabaikan!

Mencuci Ayam Mentah di Wastafel

Mencuci Ayam Mentah di Wastafel

Sebagian orang percaya bahwa mencuci ayam mentah dapat menghilangkan bakteri atau membuat ayam lebih aman dimakan. 

Namun, mencuci ayam mentah di bawah air mengalir justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Percikan air dapat membawa bakteri seperti Campylobacter ke meja dapur, peralatan, maupun makanan lain.

Padahal, ayam mentah tidak perlu dicuci terlebih dahulu. Memasak ayam hingga matang adalah cara yang tepat untuk membunuh bakteri. 

Memasak dan Mengonsumsi Adonan Kue yang Masih Mentah

Mencicipi adonan kue atau cookie sebelum dipanggang mungkin dianggap sebagai kebiasaan remeh karena dianggap hal itu camilan kecil yang tidak berbahaya. 

Namun, kebiasaan ini sebenarnya dapat membuat kamu terpapar bakteri penyebab penyakit. Telur mentah yang menjadi salah satu bahan di adonan tersebut dapat terkontaminasi Salmonella. Sementara itu, tepung mentah juga pernah dikaitkan dengan infeksi E. coli O157.

Karena itu, sebaiknya tunggu hingga adonan benar-benar matang sebelum dimakan. Proses pemanggangan akan membantu membunuh bakteri berbahaya.

Tidak Mencuci Buah dan Sayuran dengan Benar

Tidak Mencuci Buah dan Sayuran dengan Benar

Sayuran dan buah-buahan tersebut tetap perlu dicuci sebelum dikonsumsi, meski kamu membelinya di supermarket yang terkesan bersih.

Hal ini karena bakteri dapat menempel pada permukaan luar buah dan sayuran, termasuk kulitnya. Kalau bahan makanan dipotong sebelum dicuci, bakteri dari bagian luar juga dapat berpindah ke bagian dalam.

Menggunakan Kembali Marinasi Daging Mentah untuk Makanan Matang

Kontaminasi silang adalah salah satu risiko terbesar di dapur. Bahkan sedikit bakteri dari makanan mentah dapat berpindah ke makanan yang siap disantap.

Marinasi memang bisa memberikan rasa pada daging sekaligus membantu membuat potongan daging yang keras menjadi lebih empuk. Namun, menggunakan kembali cairan marinasi yang sudah bersentuhan dengan daging atau unggas mentah dapat berbahaya.

Hal ini karena bakteri dari daging mentah dapat berpindah ke cairan marinasi. Maka dari itu, cairan tersebut tidak boleh langsung digunakan untuk makanan matang.

BACA JUGA: Jenis-jenis Makanan yang Cocok Buat Persediaan Bencana dan Kondisi Darurat

Tidak Menyimpan dan Memanaskan Kembali Sisa Makanan dengan Benar

Tidak Menyimpan dan Memanaskan Kembali Sisa Makanan dengan Benar

Menyimpan makanan sisa memang bisa mengurangi sampah makanan, menghemat uang dan lebih praktis ketika kamu tidak sempat memasak.

Namun, makanan sisa tetap perlu disimpan dan dipanaskan dengan benar untuk mencegah keracunan makanan.

Itu tadi beberapa kebiasaan di dapur yang kerap diremehkan tapi justru bisa memicu keracunan makanan.

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel
‌‌
‌‌

Related Stories