Feature
10 Ikan yang Tinggi Kandungan Merkuri, Ada Hiu dan Kerapu!
JAKARTA — Merkuri adalah logam berat yang sebaiknya tidak masuk ke dalam tubuh secara berlebihan. Namun, manusia bisa terpapar merkuri, salah satunya lewat konsumsi ikan dan kerang yang mengandung bentuk merkuri kadar tinggi yang sangat beracun yang disebut sebagai metilmerkuri.
Padahal, merkuri adalah zat beracun yang dapat menyerang sistem saraf. Jika tubuh terpapar merkuri dalam jumlah yang banyak, bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti gangguan bicara, sensasi kesemutan di tangan dan kaki, penurunan penglihatan tepi, kesulitan dalam mendengar atau berjalan, otot jadi lemah, dan hilangnya koordinasi gerak.
Selain itu, ibu yang baru melahirkan dan sedang menyusui juga harus hati-hati, karena merkuri dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf bayi.
BACA JUGA: 5 Buah yang Sebaiknya Tidak Dimakan untuk Buka Puasa
Paparan merkuri sejak dalam kandungan juga dapat memengaruhi daya ingat, perhatian, kemampuan bahasa, motorik halus, kemampuan berpikir hingga kemampuan visual dan spasial anak.
Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda mengetahui makanan laut apa saja yang mengandung merkuri agar tidak terkena dampak buruknya.
Seafood dengan Kandungan Merkuri yang Tinggi

1. Tilefish– 1,123 ppm
Dilansir dari Everyday Health, ikan Tilefish yang berasal dari Teluk Meksiko memiliki kadar merkuri paling tinggi.
Ikan ini memiliki rasa yang manis dan rendah lemak, mirip lobster atau kepiting. Namun karena kandungan merkurinya melebihi batas aman FDA, ikan ini tidak disarankan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 1–11 tahun.
2. Swordfish (Ikan Todak) – 0,995 ppm

Ikan todak memiliki kadar merkuri tinggi. Oleh karena itu, ibu hamil, yang sedang merencanakan kehamilan, dan anak-anak sebaiknya benar-benar menghindari ikan ini.
BACA JUGA: 5 Penyebab Gula Darah Tinggi Meski Tidak Makan Manis
3. Hiu – 0,979 ppm
Ikan hiu mengandung merkuri yang tinggi karena berada di puncak rantai makanan. Merkuri tersebut terakumulasi dari organisme kecil hingga ikan predator besar.
Maka dari itu, ibu hamil, menyusui, atau anak di bawah 6 tahun tidak boleh mengonsumsi ikan hiu.
4. King Mackerel – 0,730 ppm
Ikan ini mengandung merkuri cukup tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan tidak dalam kondisi hamil atau menyusui, mungkin masih bisa menjadi pilihan, terutama yang ditangkap secara legal dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Sering Diminum Saat Ramadan, Benarkah Teh Bisa Kedaluwarsa?
5. Bigeye Tuna – 0,689 ppm

Jenis ikan tuna ini tinggi merkuri dan juga rentan akibat penangkapan berlebihan di Samudra Pasifik.
Maka dari itu, lebih baik Anda memilih alternatif yang lebih aman yaitu tuna kalengan jenis light, yang kadar merkurinya lebih rendah (sekitar 0,126 ppm).
6. Orange Roughy – 0,571 ppm
Selain tinggi merkuri, ikan ini juga kurang ramah lingkungan. Usianya sangat panjang (bisa lebih dari 200 tahun) dan pertumbuhannya lambat, sehingga populasinya bisa menurun jika ditangkap secara berlebihan.
7. Marlin – 0,485 ppm
Ikan Marlin juga mengandung merkuri cukup tinggi. FDA menyarankan ibu hamil, menyusui, calon ibu, dan anak kecil untuk menghindarinya.
BACA JUGA: 9 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Ulang untuk Sahur
8. Grouper (Kerapu) – 0,448 ppm

Jika ingin mengonsumsi kerapu, batasi maksimal dua porsi per bulan agar tetap di bawah batas aman merkuri.
9. Chilean Sea Bass – 0,354 ppm
Ikan ini sebenarnya nama pasar untuk dua spesies ikan toothfish yang hidup di perairan dingin dekat Antartika. Meski kadar merkurinya lebih rendah dibandingkan ikan lain dalam daftar ini, tetap sebaiknya dikonsumsi secukupnya.
10. Halibut – 0,241 ppm
Kadar merkuri halibut relatif lebih rendah, tetapi beberapa jenisnya bisa lebih tinggi.
Mungkin bagi kebanyakan orang, konsumsi ikan halibut dalam jumlah sedang masih aman. Namun ibu hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya menghindari mengonsumsi ikan ini.
BACA JUGA: 7 Makanan yang Jadi Tren Takjil Ramadan 2026
Itu tadi beberapa seafood atau ikan yang justru mengandung banyak merkuri yang berbahaya untuk kesehatan tubuh.
