Kesehatan
Senin, 11 Mei 2026 12:23 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Sejumlah studi menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup tertentu dapat membantu menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan harapan hidup.
Mengutip Medical News Today, kebiasaan seperti tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres dengan baik, menjalani pola makan sehat, dan rutin beraktivitas fisik diketahui mampu membantu tubuh tetap sehat dan tampak lebih prima meski usia terus bertambah.
Sementara itu, penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal The Lancet menemukan bahwa menambah sekitar lima menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat setiap hari, atau mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari, dapat membantu menekan risiko kematian hingga 10 persen.
Penelitian ini menganalisis data kesehatan dari sejumlah studi sebelumnya yang melibatkan lebih dari 150 ribu orang dewasa di Amerika Serikat, Swedia, Norwegia, dan Inggris. Seluruh partisipan dipantau melalui alat khusus yang merekam aktivitas fisik harian mereka.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti menilai secara lebih akurat kaitan antara lamanya bergerak, durasi duduk, serta risiko kematian dalam jangka panjang.
Profesor Ulf Ekelund, peneliti utama dalam studi ini, menjelaskan bahwa aktivitas fisik sejak lama terbukti berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. “Semakin aktif seseorang, semakin rendah risiko kematian dini, dan semakin baik kualitas hidupnya,” ujarnya.
Adapun, yang membuat penelitian ini istimewa yaitu terletak pada penekanannya terhadap perubahan kecil yang mudah dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus menjalani olahraga berat atau meluangkan waktu dalam durasi lama.
Hasilnya menunjukkan bahwa pada 20% peserta yang paling jarang bergerak, penambahan lima menit aktivitas fisik per hari dapat menurunkan angka kematian sebesar 6% selama masa pengamatan rata-rata delapan tahun. Sementara, jika diterapkan pada seluruh populasi, potensi penurunan angka kematian dapat mencapai 10%.
Angka ini bukan hanya sekadar statistik. Pada populasi dengan 100.000 kematian setiap tahun, diperkirakan sekitar 6.000 hingga 10.000 nyawa dapat dicegah kehilangannya hanya dengan menambah lima menit aktivitas fisik per hari, sebuah angka yang mencerminkan besarnya dampak dari perubahan kecil.
Di samping itu, mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari berpotensi mencegah sekitar 3% kematian pada kelompok yang paling tidak aktif, dan hingga 7% jika seluruh populasi melakukannya.
Temuan tersebut mendapat respons positif dari kalangan praktisi kesehatan. Alyssa Lombardi, fisiolog olahraga dari Hartford HealthCare, menggambarkan aktivitas fisik sebagai obat alami bagi tubuh. Ia menilai gerakan selama lima menit saja sudah mampu memperbaiki kondisi jantung, memperbaiki suasana hati, dan menekan tingkat stres.
Selain itu, ia menilai hasil penelitian ini selaras dengan kecenderungan masyarakat yang semakin mengutamakan perubahan gaya hidup sehat ketimbang bergantung pada konsumsi obat-obatan. “Gerakan adalah investasi jangka panjang untuk tubuh dan pikiran,” katanya.
“Menggunakan gerakan sebagai pengobatan dapat memberikan manfaat besar bagi banyak orang,” lanjut Alyssa Lombardi.
“Terlebih lagi sekarang karena tren menjaga gaya hidup lebih alami sedang meningkat. Lebih banyak orang sekarang daripada sebelumnya berfokus pada menjaga nutrisi tetap alami dan banyak orang lebih memilih perubahan gaya hidup daripada mengonsumsi obat resep,” jelasnya.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 27 Jan 2026