Ekonomi & Pariwisata
6 Cara Mendeteksi Mobil yang Boros Bahan Bakar dan Tips Mengatasinya
JAKARTA — Apakah kamu pernah perasa pengeluaran untuk membeli bensin tiba-tiba meningkat? Padahal, bisa jadi kamu menggunakan rute perjalanan yang sama dan frekuensi berkendara seperti biasanya.
Kalau kamu mengalaminya, bisa jadi konsumsi BBM mobil yang meningkat disebabkan karena adanya masalah pada komponen mobil atau kebiasaan berkendara yang kurang baik.
Kondisi ini jika dibiarkan tentu cukup mengganggu. Tak hanya membuat biaya operasional untuk transportasi jadi membengkak, masalah ini juga bisa menghambat aktivitas sehari-hari terutama kalau mobil ini digunakan setiap hari.
Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi masalah mobil yang menyebabkan boros BBM dengan cara berikut ini, seperti yang telah dirangkum dari TRAC.
BACA JUGA: Ingin Beli Mobil Listrik? Ini Pilihan di GIIAS 2026 untuk Gaji Rp10 Juta
Cara Mendeteksi Mobil yang Boros BBM
1. Mobil dengan Tekanan Ban Tidak Sesuai

Ban mobil yang kekurangan angin bisa membuat hambatan gulir (rolling resistance) menjadi lebih besar. Akibatnya, mesin mobil harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan sehingga konsumsi BBM ikut meningkat.
Oleh karena itu, pastikan tekanan ban selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Periksa juga tekanan ban secara rutin, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.
2. Filter Udara Mobil Sudah Kotor atau Tersumbat

Filter udara dalam mobil bisa berfungsi menyaring udara sebelum masuk ke ruang pembakaran.
Kalau kondisi filter kotor atau tersumbat, pasokan udara menjadi tidak optimal sehingga proses pembakaran tidak berlangsung secara efisien.
Akibatnya, mesin membutuhkan lebih banyak BBM untuk menghasilkan tenaga yang optimal.
BACA JUGA: 5 Keuntungan dan Kerugian Beli Mobil Bekas In This Economy
3. Cara Mengendarai Mobil yang Agresif

Kebiasaan mengendarai mobil yang agresift seperti sering melakukan akselerasi mendadak, mengerem secara tiba-tiba, atau berkendara dengan putaran mesin tinggi juga dapat membuat konsumsi BBM meningkat.
Sebisa mungkin, hindari gaya berkendara seperti ini. Selain berisiko membahayakan pengguna jalan lain, kebiasaan tersebut juga membuat mobil menggunakan lebih banyak BBM.
4. Mobil yang Tidak Dijaga Perawatan Mesinnya

Perawatan rutin pada mesin mobil tidak hanya menjaga performa mobil, tetapi juga membantu mempertahankan efisiensi konsumsi BBM.
Oli mesin yang sudah menurun kualitasnya, busi yang aus, atau injektor bahan bakar yang kotor dapat membuat proses pembakaran tidak optimal.
Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan penggunaan BBM menjadi lebih boros.
BACA JUGA: Sebelum Beli Sepeda Motor, 5 Pengeluaran Tersembunyi Ini Harus Kamu Perhatikan!
5. Mobil yang Kerap Membawa Muatan Berlebihan

Semakin berat beban yang dibawa kendaraan, semakin besar tenaga yang harus dihasilkan mesin. Hal ini secara langsung dapat memengaruhi konsumsi BBM.
Kalau tidak benar-benar diperlukan, hindari membawa terlalu banyak barang di dalam mobil.
6. Mobil yang AC-nya Digunakan Secara Terus Menerus

AC mobil yang digunakan secara terus-menerus pada pengaturan paling rendah dapat menambah beban kerja mesin, terutama ketika mobil melaju di tengah kemacetan.
Oleh karena itu, gunakan AC secukupnya agar tetap nyaman tanpa mengorbankan efisiensi penggunaan BBM.
Cara Menjaga Mesin Mobil Agar Lebih Hemat BBM
Selain memastikan kondisi mobil tetap prima, ada beberapa kebiasaan berkendara yang dapat membantu mengurangi konsumsi BBM, di antaranya sebagai berikut.
- Cobalah untuk berkendara dengan kecepatan stabil dan hindari akselerasi mendadak.
- Lakukan perawatan mesin mobil secara rutin sesuai jadwal.
- Periksa tekanan ban secara rutin dan berkala, terutama sebelum bepergian.
- Hindari membawa barang yang tidak diperlukan dan secara berlebihan.
- Matikan mesin mobil kalau kamu harus berhenti dalam waktu lama.
- Gunakan BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Itu tadi beberapa cara mendeteksi mobil yang boros bensin dan cara menjaganya agar tetap lebih hemat BBM.
