Meninggal dunia
Kamis, 16 Juli 2026 14:29 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Pernahkah kamu tiba-tiba tertarik mencoba hobi baru, seperti ikut HYROX, padel, membuat roti sourdough, atau menjalani rutinitas perawatan kulit hingga sembilan langkah karena hampir semua orang tampaknya sedang melakukannya?
Bisa jadi, ketika kamu menjumpai konten tersebut di media sosial kamu tidak tertarik, tapi tiba-tiba kamu heran kenapa popularitas hal itu begitu besar dan membuatmu jadi penasaran.
Hal itulah yang membuat banyak orang akhirnya berpikir, kalau semua orang melakukannya pasti ada alasannya. Hingga muncul rasa takut tertinggal atau FOMO sehingga membuatmu jadi merasa untuk ikut mencoba agar tidak ketinggalan tren.
BACA JUGA: Apa Itu Selat Bab el-Mandeb? Jalur Vital Minyak yang Terancam Ditutup
Kalau kamu pernah mengikuti suatu tren karena alasan tersebut, bisa jadi kamu sudah mengalami apa yang dalam psikologi yang disebut bandwagon effect.
Seperti yang dilansir dari Verywell Mind, bandwagon effect adalah bias yang mendorong seseorang mengikuti perilaku, gaya hidup, atau pendapat tertentu hanya karena banyak orang yang melakukannya.
Semakin banyak yang mengikuti suatu tren, semakin besar pula kemungkinan orang lain akan ikut bergabung.
BACA JUGA: Anchoring Bias Bisa Bikin Kamu Makin Boros, Begini Cara Mengelolanya
Bandwagon effect bisa muncul dalam berbagai aspek kehidupan, seperti:
Ketika suatu metode diet mendadak viral, semakin banyak yang ikut mencobanya meski belum tentu cocok atau didukung bukti ilmiah yang kuat.
Dunia fashion adalah salah satu bidang yang kerap dipengaruhi bandwagon effect.
Model suatu pakaian yang hari ini dianggap keren bisa jadi beberapa bulan kemudian sudah disebut ketinggalan zaman.
BACA JUGA: Waspada! Ini Dampak Kamu Terjebak Confirmation Bias Saat Investasi
Semakin banyak orang yang mendengarkan lagu atau musisi tertentu, maka hal itu bisa menarik banyak orang yang ikut mendengarkannya.
Di media sosial tentu kamu kerap melihat beberapa tren challenge, jenis konten tertentu dengan lagu khusus, hingga gaya unggahan yang kemudian diikuti banyak pengguna.
Contoh popularitas yang lebih diunggulkan dari sebuah iklan seperti, terlaris, paling viral, dipilih jutaan orang, dan sebagainya.
Di sisi lain, iklan tersebut justru tidak menjelaskan spesifikasi atau manfaat produk.
Kalau kamu membeli suatu produk atau layanan karena banyak orang yang beli, itu artinya sedang terjadi bandwagon effect.
Bisa jadi layanan atau produk tersebut memang berkualitas, tapi ada baiknya kalau kamu tetap mindful sebelum checkout daripada menyesal di kemudian hari.
BACA JUGA: Mengungkap Penguasa Bisnis Air Minum dalam Kemasan di Indonesia
Kalau kamu membeli suatu barang karena takut kehabisan, takut dibilang ketinggalan zaman, ingin terlihat “hits” atau “kalcer”, atau karena semua teman sudah punya, berarti keputusan yang kamu buat lebih dipengaruhi bandwagon effect daripada kebutuhan nyata.
Itu tadi penjelasan mengenai bandwagon effect dan cara mengenalinya di iklan yang sering kita jumpai, agar kita belanja dan membuat keputusan lebih mindful.