Feature
Cara Cerdas Beli Laptop di 2026 Saat Krisis RAM Global Seperti Sekarang
JAKARTA — Biasanya, membeli laptop baru cukup mudah, kamu tinggal pilih model laptop sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
Akan tetapi, sekarang sedang terjadi krisis RAM karena lonjakan permintaan RAM dari data center untuk kebutuhan AI. Hal itu membuat pasokan memori untuk laptop jadi semakin terbatas.
Kondisi tersebut juga membuat RAM untuk laptop meningkat dua sampai tiga kali lipat, bahkan lebih pada beberapa jenis.
BACA JUGA: Atlet Meninggal Dunia di Ajang HYROX, Begini Cara Latihan yang Aman
Banyak orang mungkin yang berpikir di kondisi seperti sekarang lebih baik menunda untuk membeli laptop sampai harga laptop jadi semakin normal.
Namun, seperti yang dilansir dari Tom’s Guide, para analis masi memperkirakan krisis pasokan RAM bisa berlangsung sampai akhir 2026 bahkan bisa berlanjut lebih lama.
Lalu, bagaimana kalau harus segera membeli laptop? Simak tipsnya berikut ini.
Tips Beli Laptop di 2026 Saat Harga RAM Meroket

Seperti yang dirangkum dari keterangan Tom’s Guide, kalau laptop yang kamu gunakan sekarang sudah berusia lebih dari lima tahun, baterainya cepat habis, keyboard mulai bermasalah, atau performanya sudah terlalu lambat, kemungkinan besar sekarang kamu harus menggantinya dengan perangkat baru.
Akan tetapi, kamu tidak perlu terburu-buru beli laptop terbaru. Kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli laptop model bisnis kelas atas rilisan 2024 atau awal 2025 yang kualitasnya masih tinggi dan RAM-nya diupgrade sampai RAM DDR4 dan DDR5.
BACA JUGA: Ciri-ciri Saham yang Simpan Jebakan Dividen Trap, Awas Kejebak!
Untuk pilihan laptop tersebut, kamu bisa memilih laptop bekas resmi (refurbished) atau open-box seperti Lenove ThinkPad dan Dell Latitude.
Kedua laptop tersebut tak hanya lebih kokoh daripada laptop biasanya, banyak modelnya yang masih mendukung kapasitas RAM sampai 32 GB atau lebih dengan biaya upgrade lebih terjangkau.
Kalau memungkinkan, kamu juga bisa memilih laptop dengan RAM bawaan 8 GB atau 16 GB, tapi pastikan perangkat tersebut memiliki slot SO-DIMM, sehingga RAm dapat ditambah sendiri di kemudian hari.
MacBook Bisa Jadi Alternatif Laptop Lebih Baik

Kalau kamu ingin laptop dengan harga yang lebih stabil, kamu bisa memilih membeli laptop dari Apple sseperti MacBook Air M5. Macbook Air M5 versi 13 inchi sudah dibekali RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB. Kalau di Indonesia, harga pasaran dari MacBook tipe ini sekitar Rp24,9 juta.
Kalau kamu hanya butuh laptop untuk penggunaan ringan, kamu juga bisa membeli MacBook Neo yang harganya lebih terjangkau. Harga MacBook Neo di Indonesia mulai dari Rp13 juta.
Ekosistem Apple dinilai menjadi salah satu pilihan yang lebih aman di tengah melonjaknya harga RAM karena spesifikasi standarnya sudah cukup baik.
BACA JUGA: Performa 6 Emiten IPO Juli 2026, Mana yang Paling Gacor?
Meski MacBook Neo hanya memiliki RAM 8 GB, sistem memori terpadu (unified memory) Apple mampu menangani pekerjaan sehari-hari dengan cukup efisien.
Sebaliknya, kalau kamu mau membeli laptop Windows, sebaiknya hindari model baru yang masih dibekali RAM 8 GB, meskipun dipasarkan sebagai AI PC.
Kecuali, laptop tersebut hanya digunakan untuk browsing ringan atau menonton video, kapasitas tersebut berpotensi terasa lambat dalam beberapa tahun ke depan.
Idealnya, pilih laptop Windows dengan RAM minimal 16 GB. Jika memorinya tidak bisa di-upgrade karena disolder langsung ke motherboard, jangan membeli model yang kapasitas RAM-nya di bawah angka tersebut.
Itu tadi cara cerdas beli laptop di tahun 2026 saat krisis RAM terjadi secara global yang membuat harga laptop dan RAM jadi semakin meroket.
