Wapres Ma'ruf Amin Minta Kadin Memimpin Gerakan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Ilustrasi Kadin Indonesia (Balinesia)

Badung, Balinesia.id - Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia diminta berperan aktif memimpin gerakan ekonomi dan keuangan syariah yang potensi ekonominya luar biasa dan menjelaskan model ekonomi ini tidaklah eksklusif.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyampaikan harapannya itu saat menutup Rapimnas, Kadin Indonesia di BNDCC, Nusa Dua, Badung Sabtu (4/12/2021).  

Gerakan Ekonomi dan Keuangan Syariah merupakan pilihan rasional dan bersifat inklusif bagi semua masyarakat serta menjadi bagian terintegrasi dari pembangunan ekonomi nasional.

Pada bagian lain, Wapres Ma'ruf AMin menyinggung posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 di 2022, yabg merupakan arena strategis, prestisius yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah dan Kadin Indonesia untuk merumuskan kesepakatan di bidang sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan bagi kepentingan nasional.

Pemerintah berharap peran aktif dan strategis Kadin Indonesia dalam ajang internasional tersebut.

"Sekali lagi, pemerintah mengajak, memanggil dan melakukan seruan moral bagi Kadin Indonesia untuk bersama-sama melakukan Jihad Sosial dan Jihad Ekonomi, berjuang mewujudkan distribusi kesejahteraan, menyebarkan semangat perubahan dan menjemput keberhasilan.

"Tanggung jawab ini kita panggul bersama demi kemajuan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," Ma'ruf Amin menegaskan lagi.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan, forum bisnis bersama pemerintah saat Rapimnas mempertajam dan memperkaya program kami untuk membangun ekonomi daerah dan nasional serta membantu pemerintah mewujudkan reformasi ekonomi, transformasi ekonomi dan demokrasi ekonomi yang sudah disebutkan Wapres.

Saat ini, Kadin Indonesia sedang merumuskan program kerja mengenai green economy, blue economy, green tourism yang dititipkan pemerintah.

Langkah konkret yang sudah diambil Kadin  Indonesia terkait hal itu dengan melakukan gerakan bersama Kadin  Net Zero, menggagas kolaborasi publik-swasta menyusun roadmap karbon market, penguatan dan pendampingan UMKM melalui digitalisasi, perluasan pasar ekspor demi kemajuan ekonomi daerah dan nasional.

Kadin Indonesia mendukung Presidensi G20 dan melakukan langkah-langkah untuk implementasi program kerja yang dibentuk dalam Rapimnas ini.

"Pasca Rapimnas ini, keluarga besar Kadin Indonesia akan terus kolaborasi dengan pemerintah untuk meraih peluang dan membantu Indonesia bangkit bersama menuju Indonesia Emas 2045," tutup Arsjad.

Acara penutupan Rapimnas 2021 ini juga ditandai dengan dua penandatanganan nota kesepahaman, yakni Tangguh Bencana Sektor Pariwisata antara Pemprov Bali dan KADIN Indonesia serta Pengembangan Ekonomi Syariah antara Masyarakat Ekonomi Syariah dan Kadin Indonesia.

Penutupan Rapimnas juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Ketua Dewan Penasehat Kadin  Indonesia MS Hidayat dan Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia Anindya Bakrie serta Ketua KADIN Bali Made Ariandi. (roh)  ***

 

Editor: Rohmat

Related Stories