Menapak Toleransi di Gunung Tapak

Makam Wali Pitu dan padmasana di puncak Gunung Tapak, Candikuning, Tabanan. (Balinesia.id/oka)

Tabanan, Balinesia-id - Gunung Tapak yang memiliki ketinggian 1909 mdpl merupakan gunung tertinggi ke-7 di Bali. Gunung ini menyimpan keunikan karena terdapat makam Wali Pitu yang bersebelahan dengan sebuah pura di puncak gunung tersebut.

Bagi masyarakat Desa Candikuning, Tabanan dan sekitarnya, keberadaan dua situs itu adalah simbol toleransi beragama antara umat Hindu dan Islam di kawasan tersebut. "Itu adalah Makam Wali Pitu dan di sebelahnya juga ada Padmasana. Itu bukti begitu kuatnya toleransi di sini," kata Sekretaris Kelompok Pelestarian Hutan (KPH) Wanasari Komang Tomi akhir pekan lalu.

Baca Juga

Ia mengatakan, keberadaan situs toleransi itu pun menurun hingga ke kehidupan masyarakat. Sebagai cermin toleransi, masyarakat Desa Candikuning mereka hidup membantu, misalnya saat hari-hari suci masing-masing pemeluk agama, misalnya saat Idul Fitri dan Nyepi. "Saat Takbiran kemarin, kami teman-teman Hindu bantu untuk pengamanannya, begitu juga saat pengarakan ogoh-ogoh, mereka yang Muslim juga membantu dari Satgasnya. Jadi untuk prakteknya juga sangat kuat toleransinya di masyaraka," kata dia.

Keberadaan makam Wali Pitu yang bersanding dengan pura tersebut membuat Gunung Tapak bukan sekadar menjadi destinasi pendakian gunung seperti pada umumnya. Ia mengaku banyak juga orang yang sengaja mendaki untuk tujuan berziarah maupun bersembahyang. Hal itu pun diakui oleh seorang pendaki Ni Kadek Alya Prishantiputri. Ketika melakukan pendakian dengan rombongan Sispala SMAN 1 Singaraja, anggotanya yang berbeda agama pun sama-sama sembahyang.

"Iya tadi kita sampai di puncak ada makam dan padmasana. Jadi, kami mendaki sambil berwisata religi, yang umat Muslim sembahyang dan yang umat Hindu juga sembahyang. Ya, cukup unik tempatnya karena dalam satu areal terdapat dua tempat sembahyang," katanya.

Untuk mencapai puncak Gunung Tapak, pendaki dapat menempuh jalur pendakian dengan berjalan kaki dari kaki gunung sampai puncak. Ada beberapa jalur yang bis ditempuh untuk mencapai puncak gunung tersebut. Namun, biasanya jalur yang umum digunakan adalah jalur dari Kebun Raya Eka Karya Bedugul dan dari kawasan bekas Geotermal Bedugul yang kini sudah dikelola oleh masyarakat KPH Wanasari.

Untuk sampai di puncak Gunung Tapak, waktu ideal yang harus ditempuh adalah sekitar 2-3 jam. Kondisi jalan yang masih tanah dan dikelilingi dengan rimbunnya hutan akan menambah perjalanan menjadi semakin menyenangkan.

Perjalanan dari Kebun Raya Eka Karya Bedugul akan lebih mudah karena kondisi jalan yang sudah ada tangga dari kayu, sehingga jalur ini lebih gampang dilalui saat hujan. Sedangkan, jalur dari KPH Wanasari kondisi jalannya masih setapak. Pemilihan jalur ini akan membuat pendaki lebih tertantang untuk melakukan perjalanan. oka

Editor: E. Ariana

Related Stories