Ekonomi & Pariwisata
KKP Siapkan Anggaran Rp378 Miliar, Dukung Program Unggulan hingga Kelola Ruang Laut
Jakarta, Balinesia.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Tahun 2022 telah disiapkan anggaran sebesar Rp378 miliar selain untuk mengimplementasikan program unggulan KKP juga untuk menjalankan program-program prioritas subsektor pengelolaan ruang laut lainnya.
Menurut Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari dari target perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lewat proses persyaratan dasar perizinan berusaha untuk KKPRL sebesar Rp6 miliar di tahun 2022, diprediksi akan tercapai PNBP sebesar Rp50 miliar.
"Dalam penataan ruang laut, KKP menargetkan secara akumulatif 31 dokumen zonasi dapat rampung dan ditetapkan," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis Senin 10 Januari 2021.
- Pemerintah Cabut 2.078 Izin Tambang, Pastikan Target Reformasi Agraria dan Perhutanan Sosial
- KKP Terapkan Penangkapan Ikan Terukur Wujudkan Ekonomi Biru
- Film Spirit Dolls Banyak Diproduksi Berbagai Negara, Simak Rekomendasi untuk Akhir Pekan Anda
Guna menjaga keberlanjutan ekosistem dan jenis ikan, KKP menargetkan 2 juta hektare penambahan luas kawasan konservasi yang ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sehingga total penetapan oleh Menteri menjadi 15,8 juta hektare, dengan 13,8 juta hektare kawasan ditargetkan dikelola secara efektif. Untuk perlindungan jenis ikan, KKP siap mengelola 16 jenis ikan dilindungi.
Beberapa program lain yang difokuskan pada pendayagunaan pesisir dan pulau-pulau kecil, KKP akan melakukan sertipikasi terhadap 6 pulau kecil, membangun 4 dermaga apung untuk mendukung konektivitas pulau-pulau kecil.
Kemudian, memfasilitasi 4 Komunitas Masyarakat Humas Adat, Tradisional, dan Lokal serta rehabilitasi 25 kawasan pesisir melalui program Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh, penanaman vegetasi pantai, penanaman mangrove, dan desa pesisir bersih.
- Bukalapak Rombak Direksi, Willix Halim Dijagokan sebagai CEO Perseroan
- KSP Dorong Karantina Lebih Disiplin Sesuai Protokol saat Ibadah Umroh
- KKP Kembangkan Budidaya Ikan Berbasis Kearifan Lokal
Memasuki tahun 2022, sejalan dengan visi Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera serta semangat KKP Accelerate, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan sejumlah program unggulan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai investasi di wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil melalui Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL).
Juga, perizinan berusaha di subsektor pengelolaan ruang laut seperti penanaman modal asing di pulau-pulau kecil, reklamasi, pemanfaatan air laut selain energi, wisata bahari, pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), sumber daya nonhayati/nonkonvensional, pengusahaan pariwisata alam dan perairan di kawasan konservasi serta pemanfaatan jenis ikan.
Selain kegiatan berusaha, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), KKP juga menggarap beberapa proyek percontohan untuk pengembangan ekonomi biru yakni penataan kawasan Teluk Ekas Lombok Timur NTB untuk budidaya lobster.
Untuk memberikan perlindungan dan meningkatkan pemberdayaan petambak garam, KKP menjalankan program peningkatan garam produksi sebesar 1,5 juta ton yang difokuskan pada peningkatan produksi dan kualitas garam serta dengan penambahan nilai tukar petambak garam menjadi 101,25 yang didukung dengan kegiatan integrasi pegaraman, revitalisasi Gudang Garam Rakyat, pembangunan Gudang Garam Nasional.
Selain itu, learning business center yang direncanakan akan diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada September mendatang.
Ragam jasa kelautan lainnya juga diarahkan untuk mempercepat akselerasi ekonomi biru seperti program bangunan dan instalasi laut, biofarmakologi, reklamasi dan pengelolaan sumber daya perairan serta pengembangan 12 kawasan wisata bahari dan BMKT. (roh) ***