Feature
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Kebiasaan Terburuk untuk Kesehatan otak
JAKARTA — Mungkin bagi sebagian orang, kesehatan adalah sesuatu yang dipikirkan belakangan, dan lebih mengutamakan kondisi keuangan atau kesuksesan finansial. Padahal, kesehatan tubuh terutama kesehatan otak penting untuk dijaga, karena kita hanya bisa bekerja dengan optimal ketika tubuh sehat.
Selain itu, kita juga kerap menyepelekan kebiasaan sehari-hari yang terkesan remeh, padahal kebiasaan tersebut jika dilakukan secara terus menerus justru berdampak buruk bagi kesehatan otak.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kebaisaan sehari-hari apa saja yang berdampak buruk untuk kesehatan otak, menurut Rudolph Tanzi dari Harvard, berikut ini.
BACA JUGA: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem, Ini 6 Cara Jaga Tubuh Tetap Fit
Kebiasaan Terburuk untuk Kesehatan Otak yang Sering Disepelekan
Duduk Terlalu Lama

Rata-rata orang dewasa duduk sekitar enam setengah jam setiap hari. Sayangnya, kebiasaan ini jika dibiarkan akan berdampak buruk pada otak.
Seperti yang dilansir dari Harvard Medical School, studi tahun 2018 menemukan bahwa duduk terlalu lama berkaitan dengan perubahan pada bagian otak yang bertugas untuk memori.
Peneliti melakukan riset di bagian otak medial temporal lobe (area yang berfungsi dalam membentuk ingatan baru) pada orang berusia 45-75 tahun. Hasilnya, orang yang duduk paling lama memiliki bagian MTL yang lebih tipis, dan penipisan ini bisa jadi tanda awal penurunan fungsi kognitif dan bahkan demensia.
Untuk mengatasi hal tersebut, coba bergerak setiap 15-30 menit Anda duduk. Anda bisa pasang pengingat di ponsel atau smartwatch.
BACA JUGA: Mengapa Sekarang Masih Hujan Deras Meski Indonesia Sudah Masuki Musim Kemarau?
Kurang Bersosialisasi

Kesepian ternyata bisa meningkatkan risiko terkena depresi dan Alzheimer serta mempercepat penurunan fungsi otak.
Anda sebetulnya tidak butuh banyak teman untuk tetap bersosialisasi. Cukup punya 203 orang untuk bisa diajak berbagi cerita secara terbuka. Bahkan, Anda tidak perlu selalu bertemu, cukup jaga komunikasi lewat chat, telepon, atau video call. Hal ini karena yang penting adalah Anda mendapatkan interaksi yang bermakna dan membuat pikiran tetap aktif.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Olahraga di Rumah Saat Musim Hujan
Kurang Tidur

Menurut CDC, sepertiga orang dewasa ternyata tidak cukup tidur. Studi menunjukkan bahwa kurang tidur bisa menurunkan kemampuan kognitif seperti daya ingat, logika, dan kemampuan memecahkan masalah.
Oleh karena itu, daripada memaksakan diri untuk tidur lebih lama, Anda bisa mencoba memberi waktu lebih banyak untuk tidur. Misalnya, coba tidur satu jam lebih awal dari biasanya, dan jika terbangun saat malam hari, lakukan aktivitas ringan seperti membaca buku.
Hindari menonton TV atau bermain gadget sebelum tidur karena bisa membuat otak Anda semakin aktif.
BACA JUGA: 5 Cara Sederhana Jaga Kesehatan dan Kebugaran di 2026
Stres Berkepanjangan

Stres yang berlangsung lama bisa merusak sel-sel otak dan mengecilkan bagian otak yang berperan dalam belajar dan mengingat. Salah satu pemicu stres adalah memiliki pola pikir yang terlalu kaku, ingin semua berjalan sesuai keinginan sendiri.
Untuk mencegah stres berkepanjangan, Anda bisa belajar lebih fleksibel dalam menghadapi situasi. Ketika Anda sedang kesal, coba tarik napas dalam-dalam dan ingatkan diri Anda bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai keinginan Anda.
BACA JUGA: 5 Cara Membuat Penampungan Air Hujan Sederhana
Langsung Scrolling Medsos di Ponsel Setelah Bangun Tidur

Seperti yang dilansir dari Forbes, ketika Anda pertama kali bangun tidur, otak akan berpindah dari gelombang delta (yang biasanya terjadi saat deep sleep) ke gelombang theta, yaitu kondisi setengah sadar seperti melamun.
Kemudian, otak akan masuk ke gelombang alpha, yaitu ketika kita sudah bangun tapi masih santai dan belum banyak memproses informasi.
Namun, ketika Anda langsung membuka HP dan scrolling medsos usai bangun tidur, tubuh dipaksa untuk melewati tahap penting theta dan alpha, serta langsung lompat dari kondisi tidur (delta) ke kondisi sangat waspada (beta).
Padahal, menurut Scientific American, kondisi theta adalah momen ketika ide-ide bisa muncul dengan bebas, tanpa banyak filter, tanpa rasa takut atau bersalah. Bahkan, ini adalah momen yang ideal untuk terhubung dengan pikiran bawah sadar, misalnya untuk membayangkan tujuan hidup atau merancang hal yang ingin Anda capai.
Jika Anda melewatkan tahap ini dan langsung cek HP, otak akan diprogram untuk mudah terdistraksi sejak awal hari. Apalagi, jika hal pertama yang Anda lihat adalah sesuatu yang negatif, maka hal itu bisa memicu stres dan membuat mood Anda buruk sepanjang hari.
Itu tadi beberapa kebiasaan terburuk yang biasa dilakukan banyak orang bahkan dianggap remeh dan ternyata bisa merusak kesehatan otak. Hati-hati!
