Komitmen Kuat Ketut Kariyasa dalam Percepatan Penurunan Stunting di Bali

Kerja sama dilakukan Komisi IX DPR-RI dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali, berupa kegiatan Sosialiasi Percepatan Penurunan Stunting secara langsung ke masyarakat di beberapa wilayah Provinsi Bali. (BKKBN)

Denpasar, Balinesia.id –  Anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, SP berkomitmen  meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Bali, khususnya melalui program percepatan penurunan stunting.

Hal tersebut ditunjukan olehnya dalam kerjasama yang dilakukan Komisi IX DPR-RI dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali, berupa kegiatan Sosialiasi Percepatan Penurunan Stunting secara langsung ke masyarakat di beberapa wilayah Provinsi Bali.

Melalui pertemuan sosialisasi tersebut, beberapa hari lalu, Ketut Kariyasa Adnyana menegaskan komitmen dan kepeduliannya itu. Terlebih  sebagai anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, ia memang harus  menaruh perhatian khusus pada permasalahan tersebut.

“Kesehatan ini tentunya sangat penting. Dilihat dari pandemi Covid-19 tahun kemarin, dampaknya  sangat berpengaruh kepada kualitas pertumbuhan ekonomi, khususnya Bali yang mengutamakan sektor pariwisata. Perlu perhatian khusus  dalam penanganan kesehatan, termasuk stunting,” ucapnya.

Terkait stunting, putra daerah Bali asal Buleleng ini juga menekankan bahwa masyarakat Bali tidak boleh lengah dengan hasil prevalensi stunting di Bali yang sudah  menyentuh satu digit yaitu 8 persen, dan merupakan terendah secara Nasional.

“Secara nasional stunting sudah turun menjadi 21,6 persen saat ini, dan Bali berada di 8 persen yang merupakan terendah se-Indonesia. Namun, kita terus berupaya  menurunkan kasus stunting dengan cara menyasar sasaran dan langsung memberikan sosialisasi dan bantuan, khususnya bagi keluarga berisiko stunting,” kata Kariyasa Adnyana.

Menurut Kariyasa Adnyana, pemahaman masalah stunting, baik itu pencegahan, penanganan hingga pengawasannya harus dilakukan secara lintas sektor. 

“Bukan lagi hanya dari sektor kesehatan, tapi juga sektor lain. Sektor-sektor  yang menunjang proses terjadinya stunting  dan program-program yang saling disinergikan. Semisal, BKKBN  dan anggota DPR RI yang menyasar desa-desa yang mempunyai kantong-kantong  stunting,” tutur Kariyasa Adnyana.

Saat perjumpaan dengan warga masyarakat pada kegiatan sosialisasi itu, Kariyasa Adnyana memberikan bantuan langsung kepada keluarga berisiko stunting, di depan 400 warga yang  hadir pada sosialisasi itu. Ini menjadi  wujud  komitmen Kariyasa Adnyana dalam mengentaskan stunting.

Dijelaskan juga oleh Kariyasa Adnyana bahwa hasil penelitian mengungkapkan bahwa salah satu penyebab stunting adalah pernikahan anak. Tentu ini juga menjadi perhatian serius yang harus disosialisasikan ke tengah masyarakat luas.

“Perencanaan menjadi hal yang sangat penting. Apalagi menyangkut pernikahan di mana bagi wanita di usia minimal 21 dan laki-laki di usia minimal 25,” ujarnya.

Ia menegaskan, Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata menuntut masyarakatnya sehat jasmani dan rohani.

“Bayangkan kalau banyak penduduk Bali yang sakit, bagaimana wisatawan mau datang? Jadi, isu kesehatan sangat berpengaruh pada pariwisata, selain keamanan dan faktor alam,” tutupnya. ***
 


Related Stories