Investasi
Jumat, 17 Juli 2026 09:48 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Keluarga Thohir dikenal sebagai salah satu dinasti bisnis paling berpengaruh di Indonesia. Lewat jaringan usaha yang mencakup sektor pertambangan, energi, jasa keuangan, teknologi, media, hingga distribusi otomotif, Grup Thohir membangun portofolio bisnis yang luas, termasuk sejumlah perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di antara anggota keluarga tersebut, Garibaldi "Boy" Thohir tercatat sebagai figur dengan portofolio bisnis terbesar di pasar modal. Kepemilikan usahanya menjangkau berbagai sektor strategis, mulai dari batu bara, mineral, bahan baku kendaraan listrik (electric vehicle/EV), pembiayaan, layanan keuangan, hingga ekonomi digital.
Sementara itu, Erick Thohir, yang sempat menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), masih memiliki keterkaitan dengan bisnis media melalui Mahaka Group yang didirikannya.
Portofolio bisnis Boy Thohir didominasi sektor sumber daya alam (SDA). Namun dalam satu dekade terakhir, ekspansi dilakukan ke sektor pembiayaan, investasi, hingga perusahaan teknologi.
Baca juga : Menilik Prospek dan Kinerja BREN, Gencar Diburu Asing
Beberapa perusahaan bahkan menjadi pemain utama di industrinya masing-masing. Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber berikut peta lengkap bisnis Grup Thohir,
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang sebelumnya bernama Adaro Energy Indonesia, merupakan perusahaan terbesar dalam kelompok usaha Boy Thohir.
Transformasi nama menjadi Alamtri Resources menandai perubahan strategi perusahaan dari perusahaan batubara menjadi grup energi dan sumber daya alam yang lebih terdiversifikasi.
Perusahaan memiliki bisnis yang mencakup,
Pada tahun buku 2024, perusahaan membukukan:
Meski laba turun dibanding tahun sebelumnya akibat normalisasi harga batubara global, ADRO tetap menjadi salah satu perusahaan dengan laba terbesar di Bursa Efek Indonesia.
BACA JUGA: 5 Cara Hemat Langganan Streaming di Tengah Streamflation yang Makin Mahal
Salah satu aksi korporasi terbesar pada 2024 adalah pencatatan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 5 Desember 2024 sebagai hasil spin-off dari Alamtri Resources Indonesia.
AADI kini menjadi perusahaan yang berfokus pada sektor
Sepanjang 2024 perusahaan mencatat:
Meskipun pendapatan mengalami penurunan akibat pelemahan harga batubara, laba perusahaan tetap bertahan pada level tinggi berkat efisiensi operasional.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) merupakan anak usaha Grup Adaro yang fokus pada produksi batubara metalurgi (metallurgical coal), komoditas yang digunakan industri baja. Perusahaan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2022.
Kinerja tahun buku 2024 menunjukkan:
Prospek ADMR dinilai masih menarik karena permintaan batubara metalurgi diperkirakan tetap tinggi seiring pembangunan industri baja global.
Baca juga : IHSG Dibuka Lompat 0,4 Persen, AGAR dan RANS Jadi Katalis
PT Merdeka Copper Gold Tbk menjadi salah satu perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia. Boy Thohir tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam struktur perusahaan melalui posisi komisaris.
Bisnis utama perusahaan meliputi,
Kinerja 2024:
Kerugian terutama dipengaruhi peningkatan beban keuangan dan investasi pada proyek-proyek pertumbuhan.
PT Merdeka Battery Materials Tbk merupakan perusahaan yang fokus pada rantai pasok baterai kendaraan listrik. Perusahaan memiliki bisnis meliputi,
Kinerja 2024:
MBMA menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan laba tercepat di Bursa Efek Indonesia.
PT Cita Mineral Investindo Tbk bergerak pada sektor pertambangan bauksit serta pengolahan alumina. Perusahaan menjadi salah satu emiten dengan pertumbuhan laba paling tinggi sepanjang 2024.
Kinerja perusahaan:
PT ESSA Industries Indonesia Tbk bergerak di sektor energi melalui bisnis:
Boy Thohir diketahui memiliki hubungan investasi dengan perusahaan tersebut bersama pengusaha TP Rachmat.
Kinerja perusahaan epanjang 2024:
Walaupun pendapatan turun, laba meningkat berkat efisiensi operasional.
BFI Finance merupakan salah satu perusahaan multifinance terbesar di Indonesia. Melalui Trinugraha Capital, Boy Thohir menjadi salah satu pemegang saham pengendali. Perusahaan menyediakan pembiayaan,
Kinerja 2024:
WOM Finance bergerak pada pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat. Perusahaan telah menjadi bagian dari kelompok usaha Boy Thohir sejak akhir 1990-an.
Kinerja sepanjang 2024,
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan sekuritas terbesar di Indonesia. Boy Thohir menjadi salah satu pemegang saham pengendali melalui kepemilikan sekitar 34%.
Kinerja 2024:
Selain bisnis konvensional, Boy Thohir juga masuk ke sektor teknologi melalui PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Boy Thohir menjabat sebagai Komisaris perusahaan meskipun pada akhirnya menyatakan mundur pada Mei 2026.
GoTo merupakan perusahaan teknologi yang menjalankan berbagai layanan digital dengan layanan,
Kinerja sepanjang 2024:
Meskipun masih mencatat rugi operasional, kinerja GoTo terus menunjukkan perbaikan melalui efisiensi biaya dan peningkatan profitabilitas.
Sebelum menjabat Menteri BUMN, Erick Thohir membangun Mahaka Group yang bergerak di bidang media, penyiaran, hiburan, dan gaya hidup. Mahaka Media bergerak pada bidang,
Kinerja 2024:
Mahaka Radio Integra mengelola berbagai jaringan radio nasional. Perusahaan ini bergerak pada bidang
Per pertengahan 2026, saham MARI masih menjadi perhatian pelaku pasar setelah sempat mengalami suspensi perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia.
Selain perusahaan terbuka, keluarga Thohir juga memiliki sejumlah perusahaan tertutup yang beroperasi di berbagai sektor, di antaranya,
Dengan kombinasi aset di sektor energi, pertambangan, keuangan, teknologi, dan media, keluarga Thohir tetap menjadi salah satu kelompok usaha paling berpengaruh di Indonesia, baik di pasar modal maupun di sektor riil.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 16 Jul 2026