Jangan Asal Ikut Tren! Ini Cara Mendeteksi Bandwagon Effect di Iklan

Jangan Asal Ikut Tren! Ini Cara Mendeteksi Bandwagon Effect di Iklan (magnific.com)

JAKARTA — Pernahkah kamu tiba-tiba tertarik mencoba hobi baru, seperti ikut HYROX, padel, membuat roti sourdough, atau menjalani rutinitas perawatan kulit hingga sembilan langkah karena hampir semua orang tampaknya sedang melakukannya?

Bisa jadi, ketika kamu menjumpai konten tersebut di media sosial kamu tidak tertarik, tapi tiba-tiba kamu heran kenapa popularitas hal itu begitu besar dan membuatmu jadi penasaran.

Hal itulah yang membuat banyak orang akhirnya berpikir, kalau semua orang melakukannya pasti ada alasannya. Hingga muncul rasa takut tertinggal atau FOMO sehingga membuatmu jadi merasa untuk ikut mencoba agar tidak ketinggalan tren.

BACA JUGA: Apa Itu Selat Bab el-Mandeb? Jalur Vital Minyak yang Terancam Ditutup

Kalau kamu pernah mengikuti suatu tren karena alasan tersebut, bisa jadi kamu sudah mengalami apa yang dalam psikologi yang disebut bandwagon effect.

Apa Itu Bandwagon Effect?

Bandwagon effect adalah bias yang mendorong seseorang mengikuti perilaku, gaya hidup, atau pendapat tertentu hanya karena banyak orang yang melakukannya.

Seperti yang dilansir dari Verywell Mind, bandwagon effect adalah bias yang mendorong seseorang mengikuti perilaku, gaya hidup, atau pendapat tertentu hanya karena banyak orang yang melakukannya.

Semakin banyak yang mengikuti suatu tren, semakin besar pula kemungkinan orang lain akan ikut bergabung.

BACA JUGA: Anchoring Bias Bisa Bikin Kamu Makin Boros, Begini Cara Mengelolanya

Contoh-contoh Bandwagon Effect

Contoh-contoh Bandwagon Effect

Bandwagon effect bisa muncul dalam berbagai aspek kehidupan, seperti:

Diet

Ketika suatu metode diet mendadak viral, semakin banyak yang ikut mencobanya meski belum tentu cocok atau didukung bukti ilmiah yang kuat.

Fashion

Dunia fashion adalah salah satu bidang yang kerap dipengaruhi bandwagon effect.

Model suatu pakaian yang hari ini dianggap keren bisa jadi beberapa bulan kemudian sudah disebut ketinggalan zaman.

BACA JUGA: Waspada! Ini Dampak Kamu Terjebak Confirmation Bias Saat Investasi

Musik

Semakin banyak orang yang mendengarkan lagu atau musisi tertentu, maka hal itu bisa menarik banyak orang yang ikut mendengarkannya.

Media Sosial

Di media sosial tentu kamu kerap melihat beberapa tren challenge, jenis konten tertentu dengan lagu khusus, hingga gaya unggahan yang kemudian diikuti banyak pengguna.

Cara Mengenali Iklan yang Mengandung Bandwagon Effect

Cara Mengenali Iklan yang Mengandung Bandwagon Effect

Iklan Lebih Membahas Soal Popularitas daripada Kualitas

Contoh popularitas yang lebih diunggulkan dari sebuah iklan seperti, terlaris, paling viral, dipilih jutaan orang, dan sebagainya.

Di sisi lain, iklan tersebut justru tidak menjelaskan spesifikasi atau manfaat produk.

Apakah Alasanmu Membeli Hanya Karena Banyak Orang yang Beli?

Kalau kamu membeli suatu produk atau layanan karena banyak orang yang beli, itu artinya sedang terjadi bandwagon effect.

Bisa jadi layanan atau produk tersebut memang berkualitas, tapi ada baiknya kalau kamu tetap mindful sebelum checkout daripada menyesal di kemudian hari.

BACA JUGA: Mengungkap Penguasa Bisnis Air Minum dalam Kemasan di Indonesia

Apakah Kamu Membeli Hanya Karena Takut Ketinggalan Tren?

Kalau kamu membeli suatu barang karena takut kehabisan, takut dibilang ketinggalan zaman, ingin terlihat “hits” atau “kalcer”, atau karena semua teman sudah punya, berarti keputusan yang kamu buat lebih dipengaruhi bandwagon effect daripada kebutuhan nyata.

Itu tadi penjelasan mengenai bandwagon effect dan cara mengenalinya di iklan yang sering kita jumpai, agar kita belanja dan membuat keputusan lebih mindful.

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories