Kesehatan
Senin, 26 Januari 2026 10:15 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Kabar duka dunia hiburan datang dari selebgram bernama Lula Lahfah yang disebut meninggal dunia di apartemennya di daerah Jakarta Selatan. Sebelum itu, Lula Lahfah terlihat kerap membagikan video dirinya di media sosial saat ia sedang berobat di rumah sakit.
Akun TikTok Lula Lahfah sebelumnya juga sempat memberi penjelasan tentang kondisi kesehatannya. Mengutip jawaban yang diberikan akun TikTok Lula Lahfah, mengatakan bahwa selebgram berusia 26 tahun tersebut mengalami ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, dan GERD.
Hal itulah yang mungkin menyebabkan banyak warganet penasaran mengenai apa itu GERD. Bahkan, yang terbaru ada pernyataan dari akun Threads milik Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Bobby Arfhan Anwar SpJP(K) dengan username dr.bobbyjantung yang dikritik oleh netizen saat menjelaskan soal GERD. Akun dr.bobbyjantung tersebut menjelaskan bahwa GERD tidak menyebabkan sakit jantung.
Terlepas dari hal itu, sebenarnya apa itu GERD dan apakah berhubungan dengan jantung? Simak penjelasan berikut ini.
BACA JUGA: 5 Cara Puasa Tetap Lancar Meski Mengalami Asam Lambung dan Gerd
Sebelum membahas GERD, Anda perlu mengetahui soal refluks asam terlebih dahulu. Refluks asam adalah suatu kondisi ketika asam lambung yang seharusnya bergerak ke bawah justru naik kembali ke kerongkongan dan tenggorokan.
Asam lambung yang naik ke area yang seharusnya tidak terkena asam, yaitu jaringan kerongkongan, akan menyebabkan iritasi dan peradangan.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, maka disebut GERD, suatu kondisi yang membutuhkan penanganan medis karena dapat merusak jaringan kerongkongan seiring waktu.
Dilansir dari Cleveland Clinic, hampir semua orang pernah mengalami refluks asam sesekali. Rasanya bisa seperti gangguan pencernaan (perut terasa panas setelah makan) atau heartburn (rasa panas di dada dekat tulang dada).
BACA JUGA: 7 Bahaya Makan Terlalu Cepat, Berat Badan Naik!
Sebelum mengulas soal penyebabnya, Anda perlu mengetahui bahwa di bagian bawah kerongkongan ada sebuah katup otot yang bernama lower esophageal sphincter atau LES. LES inilah yang berfungsi mencegah asam lambung naik.
Namun, ketika LES melemah atau terlalu sering terbuka, refluks asam bisa terjadi. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka GERD bisa muncul.
Selain itu, ada juga faktor umum penyebab refluks dan GERD, seperti berikut.
Penyebab lain dari GERD:
GERD bisa diatasi atau diobati dengan cara melakukan perubahan gaya hidup seperti mengatur pola makan, berhenti merokok, mengurangi alkohol, dan menurunkan berat badan sangat dianjurkan.
Jika GERD bersifat kronis, dokter biasanya merekomendasikan obat untuk menurunkan produksi asam lambung.
Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati GERD yaitu obat bebas (OTC) seperti antasida dan alginat, serta obat resep seperti H2 blocker, PPI (proton pump inhibitor), dan baclofen.
BACA JUGA: 26 Produk Kosmetik Berbahaya yang Ditemukan BPOM, Waspada!
Dalam media sosial Threads-nya, dr.bobbyjantung atau dr. Bobby Arfhan Anwar SpJP(K), ini menegaskan bahwa GERD tidak menyebabkan serangan jantung, yang ada adalah serangan jantung yang gejalanya menyerupai GERD dan hal inilah yang sering disalahpahami oleh masyarakat.
“GERD tidak bikin serangan jantung, hanya ada serangan jantung yg gejala meyerupai GERD. Ini yg sering disalahpahami masyarakat. Sebelum overthinking, tidak semua orang beresiko terkena serangan jantung. Diantara yg beresiko: perokok, hipertensi dan diabetes tanpa pengobatan. Jaga kesehatan ya temen2,” tulis dr Bobby Arfhan Anwar SpJP(K) di akun Threads dengan username dr.bobbyjantung ini.
BACA JUGA: 6 Kebiasaan ‘Sepele’ yang Diam-diam Merusak Kesehatan Anda
Itu tadi penjelasan soal GERD, penyebab, cara mengobati atau mengatasi, serta apakah GERD benar-benar menyebabkan serangan jantung atau tidak.