Kesehatan
Rabu, 14 Oktober 2026 12:49 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Menghabiskan waktu di alam terbuka dan di antara pepohonan ternyata bisa memberikan efek terapeutik bagi tubuh dan pikiran. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh warga Jepang dengan konsep shinrin-yoku atau yang kemudian diterjemahkan sebagai forest bathing atau mandi hutan.
Forest bathing ini semakin populer karena dipercaya mempunyai sejumlah manfaat bagi kesehatan mental dan fisik.
Seperti yang dilansir dari Cleveland Clinic, orang yang melakukan forest bathing merasa tubuh mereka jadi lebih rileks, energi jadi pulih, serta memberikan jeda dari perangkat digital, kekhawatiran, dan stres yang memenuhi kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: 5 Cara Jaga Kesehatan Saat Cuaca Panas Ekstrem Seperti Sekarang Tanpa AC
Lalu, apa sebetulnya forest bathing itu? Simak penjelasan berikut ini.
Forest bathing berakar dari praktik Jepang yang kerap disebut sebagai shinrin-yoku. Forest bathing merujuk pada aktivitas membenamkan diri dalam suasana alam dan merasakan lingkungan hutan secara menyeluruh.
Dalam praktiknya, forest bathing bukan sekadar berjalan-jalan di antara pepohonan. Ada pemandu yang telah terlatih yang akan membantu peserta melakukan berbagai aktivitas untuk merasakan dan menikmati lingkungan alam menggunakan seluruh indra mereka.
Sebetulnya, konsep ini bukan hal baru. Shinrin-yoku sudah dikenal pada 1982 dan berakar pada konsep tradisional Jepang yaitu yugen, komorebi, dan wabi-sabi.
BACA JUGA: Bagaimana Cara Tetap Tenang Beraktivitas Saat Cuaca Panas? Ini Rahasianya
Yugen artinya perasaan saat seseorang menyadari keindahan dunia di sekitarnya hingga emosi mendalam yang dirasakan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Komorebi menggambarkan interaksi antara sinar matahari dan daun-daun pepohonan. Sedangkan wabi-sabi yaitu konsep menghargai keindahan dalam ketidaksempurnaan dan segala sesuatu yang tidak berlangsung selamanya.
Seperti yang dilansir dari Cleveland Clinic, penelitian pada 2007 menunjukkan forest bathing bisa menurunkan kadar kortisol, atau hormon yang berkaitan dengan stres.
Studi pada 2010 menemukan bahwa orang yang berjalan di hutan selama dua jam, dua kali sehari, memiliki kadar protein yang berperan dalam melawan sel kanker serta sel-sel kekebalan tubuh yang lebih tinggi.
Selain itu, forest bathing bisa mendukung sistem kekebalan tubuh, karena hutan dan tumbuhan menghasilkan senyawa yang disebut phytoncides, senyawa alami yang memiliki sifat antimikroba.
Menghirup senyawa tersebut selama sesi forest bathing bisa bermanfaat untuk mendukung sistem kekebalan tubuh sekaligus membantu mengurangi stres.
BACA JUGA: Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Mudah Marah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Itu tadi penjelasan soal forest bathing atau mandi hutan yang berakar dari praktik shinrin-yoku dari Jepang. Tertarik melakukannya?