Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Mudah Marah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Mudah Marah? Ini Penjelasan Ilmiahnya (magnific.com)

JAKARTA — Saat ini Indonesia mengalami musim kemarau yang panjang, bahkan memicu kekeringan dan sulit air di sejumlah wilayah. Selain itu, cuaca yang panas bisa membuat tagihan listrik jadi meningkat karena kita harus menyalakan kipas angin atau AC terus menerus agar tetap sejuk.

Saat berada di luar rumah selama beberapa menit juga bisa membuat tubuh kita kepanasan dan bermandikan keringat. Bahkan, pakaian yang tipis pun terasa seperti memakai sweater tebal. Tidur nyenyak juga menjadi lebih sulit.

Orang yang biasanya tenang dan ceria bisa merasa suasana hatinya memburuk saat menghadapi hari yang sangat panas. Kondisi tersebut bukan sekadar perasaan. 

BACA JUGA: 7 Cara Menjaga Kesehatan di Musim Kemarau, Jangan Disepelekan!

Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, suhu  udara yang tinggi memang dapat membuat seseorang lebih mudah kesal, rewel, bahkan marah. Ada alasan ilmiah di balik perubahan suasana hati tersebut.

Penjelasan Ilmiah Mengapa Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Mudah Marah

Penjelasan Ilmiah Mengapa Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Mudah Marah

Mengutip dari Reader’s Digest, tubuh tidak hanya menganggap panas ekstrem sebagai rasa tidak nyaman. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan tekanan fisik yang nyata dan memengaruhi cara kerja tubuh serta otak.

Bagian otak yang disebut korteks prefrontal berperan dalam mengendalikan impuls, membuat keputusan, dan mengatur emosi. 

Dalam kondisi panas ekstrem, bagian otak ini tidak dapat bekerja seefektif biasanya. Sementara itu, bagian otak yang berkaitan dengan emosi tetap aktif. Kombinasi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah marah atau bertindak impulsif.

BACA JUGA: Waspada! 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Musim Kemarau Seperti Sekarang

Hal-hal kecil yang biasanya tidak mengganggu juga bisa terasa lebih besar ketika tubuh sedang mengalami stres akibat panas. Suhu tinggi inilah yang dapat menurunkan kemampuan otak dalam mengendalikan emosi sehingga seseorang lebih mudah menunjukkan respons agresif atau mudah tersinggung.

Selain itu, cuaca panas membuat tubuh lebih banyak berkeringat sehingga risiko dehidrasi meningkat. Saat berkeringat, tubuh kehilangan air sekaligus elektrolit seperti natrium dan kalium. Bahkan dehidrasi ringan dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, sulit berkonsentrasi, mudah marah, serta memperlambat proses berpikir.

Panas juga dapat mengganggu tidur. Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga emosi tetap stabil. Suhu inti tubuh perlu menurun agar seseorang bisa tertidur dan mempertahankan kualitas tidur. 

Kondisi tersebut menjadi lebih sulit ketika suhu lingkungan sangat panas.

BACA JUGA: Menguak Penyebab Musim Kemarau 2026 Jadi Terasa Sangat Panjang

Itu tadi beberapa penjelasan mengapa kita jadi mudah marah atau tersinggung saat cuaca panas musim kemarau seperti sekarang. Apakah kamu juga mengalaminya?

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel
‌‌
‌‌

Related Stories