Kesehatan
Selasa, 03 November 2026 18:32 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Akhir-akhir ini, stevia kerap diperbincangkan banyak orang, termasuk di media sosial. Apalagi setelah dugaan adanya produk stevia tetes yang disebut-sebut mengandung pemanis buatan.
Seperti yang dilansir dari The Healthy, stevia memang dikenal sebagai pemanis pengganti gula yang berasal dari bahan alami. Stevia ini mulai populer digunakan sejak dipasarkan pada 2008 karena dianggap mampu membantu menurunkan berat badan dan mengelola diabetes.
Namun, menurut ahli gizi Fakultas Kesehatan dan Rehabilitasi Universitas Negeri Ohio, sebetulnya manfaat stevia untuk kesehatan masih dalam perdebatan.
BACA JUGA: Bagaimana Cara Tetap Tenang Beraktivitas Saat Cuaca Panas? Ini Rahasianya
“Manfaat stevia bagi kesehatan masih menjadi perdebatan,” ujar Liz Weinandy, MPH, RDN, LD, ahli gizi terdaftar sekaligus pengajar di bidang dietetika medis dan nutrisi di Fakultas Kesehatan dan Rehabilitasi Universitas Negeri Ohio, seperti yang dikutip dari The Healthy.
Stevia adalah pemanis alami tanpa kalori yang berasal dari daun tanaman, Stevia rebaudiana yang tumbuh di Amerika Selatan. Tanaman ini mengandung senyawa glikosida steviol yang tingkat kemanisannya mencapai 400 kali lebih tinggi daripada gula pasir.
Lalu, apakah rasa stevia benar-benar sama dengan gula? Menurut seorang profesor emeritus bidang ilmu gizi dan psikologi Cornell University, David Levitsky PhD, menjelaskan bahwa pemanis pengganti gula tidak akan pernah memiliki rasa yang benar-benar sama seperti gula asli.
BACA JUGA: Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Mudah Marah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Seperti yang dilansir dari The Healthy, menurut FDA, stevia adalah bahan yang secara umum telah diakui aman atau Generally Recognized as Safe (GRAS).
Akan tetapi, persetujuan ini secara khusus hanya berlaku untuk glikosida steviol yang telah dimurnikan. Itu artinya, daun stevia secara langsung atau ekstrak mentahnya tidak termasuk dalam kategori aman atau Generally Recognized as Safe (GRAS).
FDA turut menambahkan bahwa batas asupan harian stevia yang dapat diterima sebesar 12 miligram per kilogram berat badan.
Selain itu, studi awal pada hewan juga sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa stevia bisa berpotensi meningkatkan risiko kanker. Namun, menurut Institut Kanker Nasional Amerika Serikat (National Cancer Institute) menjelaskan bahwa penelitian pada manusia masih belum menemukan bukti bahwa pemanis buatan termasuk stevia yang telah dimurnikan dan diproses dapat menyebabkan kanker.
BACA JUGA: 7 Cara Menjaga Kesehatan di Musim Kemarau, Jangan Disepelekan!
Meski begitu, perlu dipahami bahwa biasanya ada satu bahan tambahan yang sering ditambahkan ke dalam produk stevia yaitu eritritol atau erythritol. Bahan tersebut adalah suatu jenis gula alkohol yang kadang-kadang ditambahkan untuk memperbaiki rasa dan tekstur stevia.
Studi dari SUNY Upstate Medical University sempat menyebutkan bahwa konsumsi eritritol dalam jumlah yang tinggi berpotensi berkaitan dengan kanker hati.
Sementara itu, Cleveland Clinic juga menyoroti kemungkinan adanya hubungan dengan peningkatan risiko masalah jantung. Kaufman menambahkan bahwa eritritol juga dapat memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang.
BACA JUGA: Waspada! 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Musim Kemarau Seperti Sekarang
Itu tadi penjelasan soal stevia dan apakah berbahaya untuk kesehatan. Apakah kamu masih ingin menggunakannya sebagai pengganti gula?