Tren
Kamis, 16 Juli 2026 10:48 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Akhir-akhir ini olahraga HYROX memang kerap diperbincangkan bahkan menjadi tren yang mengundang minat lebih banyak orang. Meski begitu, HYROX sendiri merupakan olahraga yang cukup intens dan perlu latihan yang baik sebelum ikut ajang HYROX.
Hal ini karena dikhawatirkan saat mengikuti ajang HYROX, tubuh tidak siap atau justru menimbulkan cedera bahkan insiden yang serius.
Beberapa waktu lalu seperti yang dilansir dari Hybrid Fitness Media, seorang atlet wanita berusia 28 tahun meninggal dunia usai mengalami kondisi darurat medis ketika mengikuti kompetisi HYROX Lyon. Kabar ini juga telah dilaporkan sejumlah media di Prancis.
BACA JUGA: Manfaat HYROX untuk Kesehatan Tubuh, Jangan Anggap Remeh
Atlet tersebut dilaporkan mengalami hipertemia, yaitu suatu kondisi saat suhu tubuh meningkat secara berlebihan selama perlombaan berlangsung.
Ia dikabarkan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh tim medis. Namun, media Prancis, Le Progres melaporkan bahwa atlet tersebut kemudian meninggal dunia usai mendapatkan penanganan medis.
Tidak hanya atlet tersebut, beberapa peserta lain juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan cuaca panas selama penyelenggaraan acara tersebut.
Namun, hingga saat ini penyebab pasti dari insiden tersebut masih belum dapat dipastikan.
Terlepas dari hal itu, sebetulnya kamu tetap bisa berolahraga HYROX dengan aman, dengan melakukan tips berikut ini.
BACA JUGA: 7 Tren Olahraga yang Lagi Digandrungi oleh Warga Indonesia 2026
Seperti yang dilansir dari HC Orthopaedic Surgery, salah satu penyebab paling umum dari overuse injury adalah peningkatan intensitas atau volume latihan secara tiba-tiba.
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, coba tingkatkan beban latihan sedikit demi sedikit agar tendon, otot, dan sendi memiliki waktu untuk beradaptasi, apalagi dengan tuntutan latihan yang semakin berat.
Ketika tubuhmu mulai lelah saat latihan, biasanya teknik gerakan jadi ikut menururn. Maka dari itu, penting untuk tetap menjaga postur dan teknik latihan yang benar saat berlari, squat, angkat beban, atau latihan di atas kepala.
Melakukan setiap teknik dengan baik bisa membantu mengurangi tekanan berlebih pada sendi.
BACA JUGA: 5 Alasan Orang Suka Olahraga Esktrem, Bukan Sekadar Cari Adrenalin!
Tingkatkan kekuatan otot penunjang seperti otot glutes, otot inti, betis, dan punggung bagian atas yang punya peran penting dalam mendistribusikan beban saat latihan HYROX.
Otot-otot yang kuat bisa mengurangi tekanan pada bagian tubuhmu yang rentan cedera, seperti lutut, bahu, dan punggung bagian bawah.
Jangan abaikan rest day maupun minggu latihan dengan intensitas lebih ringan (deload week).
Masa pemulihan ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan beradaptasi dengan latihan.
Tanpa istirahat yang cukup, akumulasi tekanan pada jaringan tubuh dapat meningkatkan risiko cedera.
Itu tadi penjelasan tentang insiden atlet HYROX yang meninggal dunia, dan beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadi cedera akibat latihan HYROX.