puasa
Rabu, 18 Februari 2026 15:12 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Siapa yang sudah tidak sabar menanti Ramadan 2026? Bulan suci ini selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjalani puasa dengan menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam, kita juga tetap perlu memperhatikan kebersihan serta kesehatan tubuh.
Salah satu yang tak boleh diabaikan adalah kebersihan mulut. Saat berpuasa, masalah bau mulut kerap muncul dan bisa mengganggu rasa percaya diri, apalagi ketika harus beraktivitas atau berada di tengah banyak orang.
Tapi tenang, karena ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah bau mulut selama bulan puasa Ramadan. Apa saja? Mari simak artikel berikut!
Berikut beberapa tips mencegah bau mulut saat puasa Ramadan:
Menyikat gigi setelah makan memang dianjurkan, namun sebaiknya tunggu 30-60 menit agar enamel memiliki waktu untuk kembali ke kondisi normal (pH netral) dan terhindar dari kerusakan. Menyikat gigi secara rutin setidaknya dua kali sehari adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Saat berpuasa, menyikat gigi bisa dilakukan setelah sahur dan sebelum tidur malam. Dalam memilih pasta gigi, pilih yang mengandung fluoride untuk menjaga kesehatan gigi dan antiseptik untuk melawan bakteri penyebab bau mulut.
Gunakan sikat gigi berbulu halus dan teknik menyikat yang tepat, seperti gerakan memutar dan menyapu. Pastikan seluruh permukaan gigi, termasuk bagian belakang dan sela-sela gigi, tersentuh oleh sikat. Untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan benang gigi.
Selain menyikat gigi, jangan lupa membersihkan lidah dengan sikat lidah atau scraper minimal sekali sehari, setelah menyikat gigi, untuk mengangkat bakteri dan sisa makanan.
Gunakan obat kumur bebas alkohol 2 kali sehari, setelah menyikat gigi di pagi hari dan sebelum tidur. Hal ini membantu membasmi bakteri penyebab bau mulut. Hindari obat kumur yang mengandung alkohol karena dapat membuat mulut menjadi kering.
Kurangnya asupan air membuat mulut terasa tidak nyaman saat berpuasa. Akibatnya, mulut menjadi kering karena produksi air liur menurun, yang bisa meningkatkan risiko bau mulut.
Oleh karena itu, cara paling efektif untuk mencegah bau mulut adalah dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi, minimal delapan gelas air putih per hari. Air putih tidak hanya membersihkan mulut, tetapi juga merangsang produksi air liur sehingga mulut tetap lembap dan segar.
Selain memperbanyak air putih, kamu juga bisa mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung banyak air saat berbuka puasa, untuk membantu menjaga kelembapan mulut lebih lama. Beberapa buah yang direkomendasikan antara lain apel, pir, jeruk, dan melon.
Beberapa makanan seperti bawang putih, bawang merah, bawang bombai, jengkol, dan durian, dapat menyebabkan bau mulut yang bertahan hingga tiga hari setelah dikonsumsi. Jika mengonsumsi jenis makanan ini, sebaiknya segera sikat gigi agar baunya tidak menetap di mulut.
Sebaliknya, pilihlah makanan yang mudah dicerna dan tidak menimbulkan bau mulut seperti yogurt, keju, dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Rokok mengandung tembakau yang menimbulkan bau mulut tak sedap. Sama seperti kopi, kandungan tembakau pada rokok juga bisa membuat mulut menjadi kering. Mulut yang kering ini meningkatkan kadar asam dan menurunkan pH, sehingga bakteri di mulut berkembang lebih cepat.
Selain itu, merokok dapat memicu terbentuknya plak pada gigi dan gusi, yang jika dibiarkan dalam jangka panjang berpotensi merusak kesehatan gigi. Ada pun, kebiasaan merokok juga berpotensi merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 17 Feb 2026