drama korea
Selasa, 17 Maret 2026 10:14 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Momen spesial yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia akan segera datang. Meski esensi perayaannya sama, yaitu merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan, setiap negara memiliki cara unik dalam merayakan Lebaran dengan tradisi dan ciri khasnya masing-masing.
Di Indonesia sendiri, selain tradisi mudik dan hidangan ketupat, Idulfitri juga identik dengan aneka kue kering yang tersaji di meja tamu. Bahkan jauh sebelum hari raya, para ibu biasanya sudah menyiapkan berbagai kue dan menatanya rapi dalam toples bening untuk menyambut para tamu.
Kue Lebaran telah menjadi tradisi yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menyediakan, membuat, dan menyantap kue saat Hari Raya Idulfitri seakan kebiasaan yang tidak terpisahkan dari perayaan tersebut. Berbagai jenis kue selalu ada di setiap rumah saat Lebaran. Dan berikut beberapa jenis kue Lebaran yang selalu ada di meja.
Berikut beberapa jenis kue Lebaran yang selalu ada di meja tamu:
Saat Idulfitri, nastar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi penyajian hidangan lebaran. Idulfitri merupakan momen untuk silaturahmi dan berkunjung antara keluarga, kerabat, maupun tetangga. Pada kesempatan tersebut, tuan rumah biasanya menyuguhkan hidangan terbaik sebagai bentuk penghormatan sekaligus bentuk kebahagiaan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Dilansir dari terapan-kuliner.vokasi.unesa.ac.id, di antara berbagai kue kering yang disajikan, nastar hadir sebagai simbol kemeriahan, kehangatan, dan kebersamaan dalam suasana Lebaran.
Kepopulerannya yang tetap terjaga hingga saat ini menunjukkan bahwa nastar tidak sekadar kue kering biasa, tetapi juga telah menjadi bagian dari warisan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Oleh karena itu, nastar dapat dipandang sebagai produk kuliner yang mencerminkan perpaduan sejarah, selera masyarakat, serta nilai-nilai sosial yang telah mengakar dalam tradisi perayaan Idulfitri di Indonesia.
Kue kering kastengel merupakan salah satu jenis kue yang banyak diminati saat perayaan Lebaran. Sebagai salah satu sajian khas Lebaran, kastengel tidak hanya dipandang sebagai kue semata, tetapi juga melambangkan kebersamaan dan sukacita.
Kue ini dikenal memiliki rasa gurih dengan tekstur renyah, sehingga sangat cocok disajikan ketika berkumpul bersama keluarga maupun teman-teman.
Menyuguhkan kastengel kepada para tamu yang datang berkunjung menjadi bentuk keramahan sekaligus penghormatan yang melekat dalam budaya masyarakat Indonesia. Setiap potongan kue renyah ini seolah menghadirkan kenangan manis dari suasana perayaan serta mempererat tali persaudaraan.
Melihat asal-usul kue putri salju, dapat dipahami bahwa kue ini telah lama menjadi bagian dari tradisi perayaan hari besar di berbagai budaya. Meski resep aslinya tidak berasal dari Indonesia, kue kering ini kini telah menjadi pelengkap yang identik dengan momen kebersamaan saat Lebaran.
Di Eropa, kue vanillekipferl identik dengan perayaan Natal. Namun di Indonesia, kue putri salju justru lebih dikenal sebagai sajian khas Lebaran. Bersama nastar dan kastengel, kue ini dapat dianggap sebagai camilan yang hampir selalu hadir dalam toples hidangan Hari Raya Idulfitri.
Teksturnya yang lembut dengan rasa manis membuatnya sangat pas dinikmati setelah menyantap berbagai hidangan berat khas Lebaran.
Seperti kue kering khas Lebaran lainnya, sagu keju tidak hanya berfungsi sebagai camilan, tetapi juga mengandung nilai sosial dan budaya yang mendalam. Penyajiannya menlambangkan kesiapan tuan rumah dalam menyambut tamu dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan.
Selain itu, proses pembuatannya yang kerap melibatkan anggota keluarga menjadikannya sebagai momen kebersamaan yang dapat mempererat hubungan kekeluargaan menjelang hari raya. Karena itu, sagu keju sering dipandang sebagai lambang kegembiraan dan kebersamaan dalam perayaan Lebaran.
Kue lidah kucing merupakan salah satu hidangan yang kerap hadir saat perayaan Idulfitri. Selain disajikan sebagai camilan bagi para tamu, kue kering ini juga sering dijadikan hampers atau bingkisan yang diberikan kepada orang-orang terdekat.
Kehadirannya di meja tamu saat Lebaran tidak hanya sebagai hidangan penutup, tapi juga menjadi simbol keramahan dan tradisi yang telah mengakar kuat. Setiap gigitan kue renyah ini seolah menghadirkan kembali suasana kebersamaan dan kegembiraan yang menyertai perayaan hari raya.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 15 Mar 2026