Waspada! Ini 7 Sumber Mikroplastik yang Jarang Kamu Sadari

Waspada! Ini 7 Sumber Mikroplastik yang Jarang Kamu Sadari (magnific.com/serhii_bobyk)

JAKARTA — Mikroplastik memang sering dikaitkan dengan adanya pencemaran sampah plastik di sungai, pantai, atau laut. Akan tetapi, sebetulnya partikel plastik berukuran kecil ini bisa terdapat di sekitar kita tidak hanya dari botol atau kantong plastik yang dibuang sembarangan.

Banyak sumber mikroplastik justru berasal dari benda-benda yang kamu gunakan sehari-hari tanpa kamu sadari. Lalu, apa saja sumber mikroplastik yang kerap luput dari perhatian? Simak penjelasan berikut ini.

BACA JUGA: Menguak Alasan RI Masih Bergantung pada Impor Biji Plastik

Sumber Mikroplastik yang Jarang Disadari Banyak Orang

1. Tekstil Sintetis

Sumber Mikroplastik yang Jarang Disadari Banyak Orang: Tekstil Sintetis

Dilansir dari Horiba, tekstil sintetis ternyata adalah penyumbang terbesar mikroplastik buatan (engineered microplastics) di lautan, yaitu sekitar 35% dari total volume mikroplastik.

Bahan-bahan tekstil sintetis seperti polyester, nilon, akrilik, dan serat sintetis lainnya (yang semuanya merupakan jenis plastik) menyusun sekitar 60% bahan pakaian yang kita gunakan saat ini. 

Serat sintetis banyak dipilih karena murah, serbaguna, elastis, nyaman digunakan untuk olahraga, serta mampu memberikan kehangatan dan daya tahan pada pakaian musim dingin.

Akan tetapi, setiap kali pakaian berbahan sintetis ini kamu cuci, serat-serat plastik kecil akan terlepas akibat gesekan dan proses pencucian. Air bekas cucian akan mengalir ke instalasi pengolahan air limbah. Karena ukurannya sangat kecil, banyak serat mikroplastik yang lolos dari proses penyaringan dan akhirnya terbawa ke sungai hingga lautan.

Berbeda dengan kain dari serat alami seperti katun. Kain alami memang melepaskan serat saat dicuci, tapi umumnya dapat terurai secara biologis, sedangkan serat sintetis tidak.

BACA JUGA: Met Gala 2026 Diselimuti Kontroversi, dari Jeff Bezos hingga Aksi Boikot

2. Ban Kendaraan

Sumber Mikroplastik yang Jarang Disadari Banyak Orang: Ban Kendaraan

Ban kendaraan menjadi penyumbang sekitar 28% mikroplastik primer di lautan, menjadikannya sumber terbesar kedua setelah tekstil sintetis.

Saat ini, sekitar 24% komposisi ban terbuat dari karet sintetis yang merupakan polimer plastik, sementara sekitar 19% berasal dari karet alami. Mikroplastik yang menjadi bahan pembuatan ban berfungsi memberikan kekuatan dan daya cengkeram pada permukaan jalan.

Namun, seiring penggunaan, ban mengalami keausan akibat panas dan gesekan dengan jalan. Partikel-partikel kecil yang terlepas kemudian tersebar oleh angin atau terbawa hujan menuju sungai, danau, hingga akhirnya masuk ke lautan.

BACA JUGA: Cara yang Seharusnya Dilakukan RI Agar Tak Ketergantungan Impor Bahan Plastik

3. Debu di Perkotaan

Sumber Mikroplastik yang Jarang Disadari Banyak Orang: Debu di Perkotaan

Debu perkotaan menyumbang sekitar 24% mikroplastik yang ditemukan di lautan.

Sumber debu-debu di kota ini bisa sangat beragam, mulai dari gesekan sol sepatu sintetis, peralatan masak berbahan plastik, rumput sintetis, cat pelapis bangunan pelabuhan, debu rumah tangga, hingga penggunaan deterjen.

Meski masing-masing sumber menghasilkan mikroplastik dalam jumlah kecil, akumulasi dari berbagai aktivitas di kawasan padat penduduk membuat jumlahnya menjadi sangat besar.

BACA JUGA: Mengungkap Asal-usul Plastik yang Sering Kita Pakai

4. Marka Jalan

Sumber Mikroplastik yang Jarang Disadari Banyak Orang: Marka Jalan

Marka jalan menyumbang sekitar 7% mikroplastik primer di lautan.

Saat pembangunan dan perawatan jalan, digunakan berbagai material seperti cat khusus, pita polimer, dan bahan termoplastik. Seiring waktu, material tersebut mengalami pelapukan akibat cuaca dan gesekan kendaraan.

Partikel yang terlepas kemudian terbawa angin atau hujan menuju saluran air, sungai, dan akhirnya mencapai laut.

BACA JUGA: Tak Hanya Plastik, Harga Bahan Bangunan di Soloraya Ikut Naik

5. Pelapis Kapal dan Infrastruktur Laut

Sumber Mikroplastik yang Jarang Disadari Banyak Orang: Pelapis Kapal dan Infrastruktur Laut

Bahan pelapis kapal menyumbang sekitar 4% mikroplastik primer di lautan.

Berbagai bagian kapal, mulai dari lambung hingga peralatan dek, bahkan juga dilapisi bahan pelindung seperti cat antikarat, cat antiteritip, serta lapisan berbahan poliuretan, epoksi, vinil, dan lak.

Ketika dilakukan proses pemasangan dan perawatan, lapisan tersebut bisa mengalami pelapukan sehingga partikel-partikel plastik kecil dapat terlepas ke lingkungan laut dan menjadi sumber mikroplastik.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Pengganti Plastik Saat Harga Semakin Meroket

6. Produk Perawatan Pribadi dan Kosmetik

Sumber Mikroplastik yang Jarang Disadari Banyak Orang: Produk Perawatan Pribadi dan Kosmetik

Banyak produk perawatan tubuh dan kosmetik mengandung mikroplastik buatan yang dikenal sebagai microbeads atau manik-manik plastik mikro.

Microbeads sering ditemukan dalam produk scrub wajah, sabun eksfoliasi, gel mandi, hingga krim kecantikan. Fungsinya antara lain membantu mengangkat sel kulit mati, membawa bahan aktif, dan mengatur kekentalan produk.

Setelah digunakan, partikel-partikel ini masuk ke saluran pembuangan dan sering kali lolos dari sistem penyaringan air karena ukurannya yang sangat kecil.

Produk perawatan pribadi dan kosmetik menyumbang sekitar 2% mikroplastik primer di lautan.

BACA JUGA: Harga Plastik Naik, Apa yang Harus Dilakukan Konsumen UMKM?

7. Pelet Plastik (Plastic Pellets)

Sumber Mikroplastik yang Jarang Disadari Banyak Orang: Pelet Plastik (Plastic Pellets)

Pelet plastik atau sering disebut nurdles menyumbang sekitar 0,3% mikroplastik primer di lautan.

Pelet plastik merupakan bahan baku utama yang digunakan untuk membuat berbagai produk plastik. Bentuknya kecil menyerupai butiran atau bubuk.

Pelet plastik dapat tumpah ke lingkungan secara tidak sengaja. Jika masuk ke sungai atau laut, pelet ini dapat mencemari ekosistem dalam jangka panjang.

BACA JUGA: Harga Plastik Dikhawatirkan Naik, Bolehkah Plastik Dipakai Ulang?

Itu tadi beberapa sumber mikroplastik yang ternyata jarang kita sadari kita buang setiap hari ke lingkungan.

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories