Feature
Rekomendasi Jurusan Kuliah Terbaik yang Relevan dengan AI
JAKARTA — Sejak ChatGPT dirilis pada 2022 lalu, kenaikan gaji terbesar justru banyak dirasakan oleh pekerja di bidang yang berkaitan dengan AI atau kecerdasan buatan, menurut studi dari Stanford University dan World Bank seperti yang dilansir dari Investopedia.
Bahkan, orang-orang yang mampu membangun dan mengembangkan sistem AI sekarang berhasil mendapatkan pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat dengan gaji rata-rata lebih dari US$ 135.000 per tahun.
Menurut Eugene Vinitsky, profesor dan peneliti AI dari New York University, kemampuan matematika dan ilmu komputer selalu penting. Akan tetapi, ke depannya kombinasi terbaik adalah mampu memahami Ai dengan cukup dalam sekaligus punya keahlian nyata di bidang lain.
BACA JUGA: 7 Pekerjaan yang Gajinya Naik Gara-gara Transisi Energi, Tertarik Switch Career?
Itu artinya, tidak ada satu jurusan AI yang bisa memenuhi semua kebutuhan. Para ahli tetap menyarankan masyarakat untuk menguasai dasar-dasar AI, sambil tetap fokus pada bidang lain yang Anda minati, seperti robotika, desain, ekonomi, atau bahkan filsafat.
Jurusan Terbaik yang Relevan dengan AI atau Kecerdasan Buatan

Saat ini sudah banyak pilihan jurusan atau program yang berkaitan dengan AI, tapi sebenarnya ada beberapa jalur utama yang akan memudahkan Anda berkarier di bidang tersebut, seperti berikut yang telah dirangkum dari Investopedia.
BACA JUGA: Menurut Harvard, 10 Jurusan Kuliah Ini Ketinggalan Zaman
- Ilmu Komputer / Software Engineering, untuk jadi Machine Learning Engineer atau Software Engineer AI.
- Data Science / Statistik / Matematika, untuk menjadi seorang Data Scientist atau analis data.
- Cognitive Science / Linguistik, untuk mengisi posisi yang bertugas menangani NLP (AI bahasa) dan interaksi manusia-AI.
- Teknik Elektro / Komputer, untuk bekerja di role AI berbasis hardware atau robotika.
- Desain dan Computer Science / HCI (Human-Computer Interaction), untuk bekerja di role yang berkaitan dengan AI produk dan UX.
- Filsafat / Etika, cocok untuk Anda yang ingin bekerja mengatur kebijakan dan etika AI.
- Fisika untuk membuat modeling simulation dan sebagai research engineering.
- Matematika, sebagai research engineer, R&D algoritma, serta theoretical ML.
Meski begitu, menurut Vinitsky, hal paling penting bukanlah nama atau gelar jurusan yang Anda miliki, tapi kombinasi keterampilan yang Anda bangun selama proses belajar, termasuk keterampilan matematika dan coding untuk memahami teknologi AI dan bidang lain yang Anda minati agar Anda bisa menerapkan kemampuan tersebut untuk menyelesaikan masalah di dunia nyata.
BACA JUGA: 5 Jurusan Ini Tingkat Penganggurannya Tinggi, Jangan Asal Pilih!
Itu tadi beberapa bidang jurusan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan yang erat menggunakan kecerdasan buatan atau AI.
