Tren Microcation: Liburan Singkat Bikin Pikiran Fresh dan Lebih Hemat, Tertarik?

Tren Microcation, Liburan Singkat Bikin Pikiran Fresh dan Lebih Hemat (magnific.com/jcomp)

JAKARTA — Tren liburan kini semakin berganti seiring perkembangan gaya bekerja saat ini, salah satunya yang sekarang kerap dilakukan adalah tren microcation. 

Tren microcation adalah liburan singkat untuk menikmati waktu libur yang singkat. Awalnya, tren traveling ini terdengar seperti pengganti darurat dari liburan besar, tapi ternyata perjalanan singkat yang lebih sering dilakukan justru bisa memberikan efek menyegarkan pikiran yang sama, jika direncanakan dengan tepat.

BACA JUGA: Tren Liburan Deadzoning Diklaim Bikin Tenang, Tertarik Coba di Long Weekend?

Apa Itu Microcation?

Tren liburan microcation adalah perjalanan selama 24 jam ke destinasi tertentu, tapi ada juga yang mengartikannya sebagai liburan internasional satu hingga dua hari.

Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, sebetulnya definisi microcation bisa berbeda-beda. Ada yang menyebutnya sebagai perjalanan selama 24 jam ke destinasi tertentu, tapi ada juga yang mengartikannya sebagai liburan internasional satu hingga dua hari.

Ada juga yang menganggap bahwa microcation biasanya berlangsung maksimal selama empat malam dan sering disebut sebagai ‘quick getaway’ atau liburan cepat.

Meski begitu, intinya microcation bukan soal durasi, tapi niat untuk bisa beristirahat sejenak tanpa repot merencanakan liburan panjang.

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Wisata di Yogyakarta, Cocok untuk Long Weekend!

Siapa yang Menyukai Tren Liburan Microcation?

Siapa yang Menyukai Tren Liburan Microcation?

Popularitas tren microcation semakin meningkat sejak diungkap di media sosial seperti TikTok. Oleh karena itu, microcation juga mulai digemari banyak orang, apalgi generasi Z dan milenial.

Seperti yang dilaporkan oleh Reader’s Digest, menurut laporan Expedia, terdapat 25% wisatawan dari generasi Z dan milenial yang berencana melakukan perjalanan satu hari tahun ini.

Bahkan, Airbnb juga melihat adanya peningkatan minat terhadap liburan internasional singkat daripada liburan panjang tradisional.

Anak muda kini juga cenderung memilih kota yang penuh dengan budaya, musik, sejarah, dan kuliner autentik daripada destinasi pantai yang santai.

Selain itu, pasangan juga mulai menyukai konsep liburan ini karena lebih mudah bagi mereka untuk pergi beberapa hari tanpa harus merencanakan liburan keluarga besar.

BACA JUGA: Cara Mudah Liburan ke Korea Meski Budget Terbatas, Jangan Khawatir!

Kelebihan Tren Liburan Microcation

Kelebihan Tren Liburan Microcation

Microcation memiliki keunggulan tersendiri, yaitu:

  1. Waktu liburan singkat tapi bisa menyegarkan pikiran. Mengambil cuti beberapa hari saja sudah cukup untuk membuat kita merasa rileks dan kembali semangat bekerja.
  2. Biayanya lebih hemat. Hal ini karena waktu liburannya lebih singkat, sehingga pengeluaran untuk hotel, makan, dan aktivitas jadi lebih sedikit.
  3. Bisa menikmati pengalaman lebih mewah dengan menginap di hotel premium atau memesan kamar yang lebih bagus. Hal ini akan terasa lebih terjangkau jika hanya untuk satu atau dua malam.
  4. Lebih fokus menikmati momen karena waktu terbatas, daripada sibuk mengejar banyak tempat.

BACA JUGA: Cara Mengatasi Post Holiday Blues yang Bikin Lesu Usai Libur Panjang

Kekurangan Tren Liburan Microcation

Kekurangan Tren Liburan Microcation
  1. Rencana mudah berantakan jika ada kendala kecil, misalnya pesawat delay atau masalah lainnya yang bisa merusak seluruh rencana perjalanan singkat.
  2. Tubuh bisa jadi cepat lelah, karena perjalanan cukup padat, jet lag, dan jadwal yang terlalu penuh bisa membuat liburan singkat jadi terasa melelahkan.
  3. Sulit melakukan hal-hal secara spontan karena waktu yang terbatas. Kamu jadi tidak bisa menikmati tempat wisata populer yang harus dipesan jauh-jauh hari dan tidak selalu tersedia.

BACA JUGA: 10 Tips Wisata Religi di Masjid Sheikh Zayed Solo

Itu tadi penjelasan mengenai tren liburan microcation, sebuah perjalanan singkat yang menjanjikan pikiran lebih fresh dan lebih hemat. Tertarik melakukannya?

Editor: Justina Nur Landhiani
Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories