Feature
Tidak Semua Smoothie Menyehatkan Tubuh, Ini Fakta di Baliknya!
JAKARTA – Smoothie menjadi perbincangan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian orang menganggapnya sebagai cara praktis untuk menambah asupan buah dan sayur, sementara yang lain menilai minuman ini bisa menjadi “jebakan” karena kandungan gulanya yang tinggi meski terlihat sehat.
Mengutip Health Shots, smoothie umumnya dibuat dari campuran buah, sayuran, yogurt, susu, atau cairan lain yang diblender hingga lembut. Meski begitu, pemilihan bahan tetap perlu diperhatikan agar manfaat kesehatannya tetap optimal.
“Tahukah kamu, kombinasi smoothie yang salah merupakan penyebab utama masalah pencernaan kronis dan gangguan kulit serius seperti psoriasis, eksim, jerawat tubuh, dan lain-lain,” ujar pelatih kesehatan Ayurveda, Dimple Jangda, dalam unggahan Instagram. Oleh karena itu, penting untuk memahami mengapa buah dan sayuran tertentu sebaiknya tidak dicampur dalam smoothie.
Banyak orang menyukai smoothie sebagai sarapan yang penuh rasa, bahkan sebagai suplemen sebelum olahraga yang kaya protein. Salah satu hal menarik tentang smoothie adalah fleksibilitasnya, kamu bisa membuatnya dengan berbagai cara sesuai selera dan kebutuhan. Namun, tidak semua smoothies sama baiknya.
Jika kamu ingin membuat smoothie yang sehat, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bahan-bahan yang digunakan. Smoothie bisa menjadi sehat jika dibuat dengan benar, menggunakan bahan-bahan segar, dan tanpa tambahan gula.
Smoothie bisa berdampak positif bagi kesehatan jika terbuat dari banyak buah dan sayuran, karena kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Kandungan serat dari buah dan sayuran utuh juga membantu pencernaan sekaligus membuat perut terasa kenyang lebih lama.
Namun, smoothie bisa menjadi kurang sehat apabila mengandung terlalu banyak gula tambahan seperti madu, sirup, atau yogurt manis. Selain itu, smoothie yang minim sayur dan serat juga kurang baik, karena hampir seluruh kalorinya berasal dari gula buah, sehingga dapat menyebabkan kenaikan gula darah dengan cepat.
Dilansir dari 3natives, jika kamu mencari smoothie yang sehat, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Smoothie bisa sehat jika disiapkan dengan benar menggunakan bahan-bahan segar dan tanpa tambahan gula.
Banyak smoothie siap saji dan gerai smoothie menambahkan gula berlebihan serta bahan tambahan lainnya. Gula tambahan ini memang bisa membuat rasa smoothie lebih enak, tapi justru kurang baik untuk kesehatan.
Smoothie yang kandungan gulanya sangat tinggi tidak memberikan manfaat kesehatan yang baik dan akhirnya menggagalkan tujuan pembuatan smoothie dari buah dan sayuran sejak awal. Jenis smoothie ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah, yang pada gilirannya memicu keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak gula sepanjang hari.
Jika kamu mengonsumsi smoothie tidak sehat seperti ini saat sarapan, hal itu bisa memicu siklus buruk di mana satu keputusan makan yang kurang sehat berujung pada serangkaian pilihan makanan lainnya yang juga tidak sehat.
Smoothie yang tidak sehat sama saja dengan milkshake atau minuman manis biasa karena komposisinya tidak seimbang. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk memastikan smoothie yang dibuat benar-benar menyehatkan:
- Gabungkan buah dan sayuran, misalnya bayam dengan buah beri, untuk mendapatkan rasa manis alami tanpa menambahkan terlalu banyak gula.
- Perhatikan takarannya, sayuran rendah lemak bisa membantu menyeimbangkan rasa tanpa menambah kalori tinggi.
- Pilih cairan rendah gula, seperti air, air kelapa, atau susu tanpa pemanis tambahan.
- Tambahkan sumber protein atau lemak sehat, misalnya Greek yogurt tanpa gula, almond, atau chia, agar smoothie lebih mengenyangkan.
Dengan cara ini, smoothie menjadi lebih seimbang secara nutrisi dan lebih menyehatkan bagi tubuh.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 14 Feb 2026
