Sering Belanja Tanpa Sadar? Ini 7 Cara Mengatasi Overconsumption

Sering Belanja Tanpa Sadar? Ini 7 Cara Mengatasi Overconsumption (magnific.com)

JAKARTA — Akhir-akhir ini gaya hidup berbelanja berlebihan atau overconsumption semakin disorot. Masyarakat tampaknya tak lagi menganggap konten ‘shopping haul’ yang kerap dibagikan di media sosial sebagai suatu hal yang menghibur.

Konsumsi berlebihan juga bisa berdampak untuk banyak hal, mulai dari membuat kita jadi rela berutang demi mengikuti tren, membeli ponsel terbaru, membeli mobil lebih mahal, hingga mengisi laci-laci yang penuh barang.

Padahal, bisa jadi barang-barang tersebut tidak selalu kita butuhkan. Bagi kamu yang sedang mengalami hal yang sama, kamu bisa mengatasi overconsumption ini dengan langkah-langkah sebagai berikut.

BACA JUGA: Lagi Viral di Medsos, Ini Arti Konsumerisme dan Dampaknya

Tips Menghentikan Kebiasaan Belanja Berlebihan atau Overconsumption

Berhenti Meniru Kehidupan Orang Lain

Berhenti Meniru Kehidupan Orang Lain

Hanya karena content creator di media sosial, tetangga, teman sekolah, teman kerja, atau orang-orang di sekitar mengejar gaya hidup tertentu, bukan berarti kamu harus melakukan hal yang sama.

Hidup terlalu berharga jika hanya digunakan untuk mengikuti kehidupan orang lain. Mengikuti semua tren terbaru juga tidak otomatis membuat seseorang lebih bahagia.

Kenali Hal-hal yang Bisa Memicu Kamu Belanja Impulsif

Kenali hal-hal yang biasanya menjadi pemicu kamu berbelanja secara impulsif.

Apakah ada toko tertentu yang membuat kamu sulit menahan keinginan membeli? Apakah ada produk, kebiasaan, atau pola harga tertentu seperti diskon besar yang membuatmu langsung ingin berbelanja?

Perhatikan juga kondisi emosional. Rasa sedih, kesepian, kehilangan, atau bosan bisa membuat seseorang berbelanja tanpa berpikir panjang.

BACA JUGA: 5 Cara Simpel Kurangi Pengeluaran yang Sering Tidak Disadari

Pahami Alasanmu Saat Ingin Berbelanja Suatu Barang

Pahami Alasanmu Saat Ingin Berbelanja Suatu Barang

Pengiklan atau marketer memang sering memainkan emosi dan keinginan manusia dengan cara yang halus. Mereka tidak hanya menyampaikan fakta mengenai produk, tetapi juga berusaha membangkitkan emosi.

Iklan yang membanjiri media sosial dapat menjanjikan petualangan, status sosial, penghargaan, kebahagiaan, kepuasan, bahkan daya tarik seksual.

Oleh karena itu, tanyakan kepada diri sendiri, apa sebenarnya alasan di balik keinginan membeli barang tersebut? Apakah ada dorongan yang kurang sehat? Dan apakah kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan cara lain?

Hanya Beli Barang yang Kamu Butuhkan

Belilah sesuatu yang memang kamu butuhkan untuk membantu menjalankan peran dan tujuan penting dalam hidup. 

Barang-barang lainnya bisa saja hanya menjadi gangguan, jadi kamu harus konsisten saat akan berbelanja.

BACA JUGA: Sudah Punya iPhone 17 Pro, Haruskah Ganti ke iPhone 18 Pro? Ini Pertimbangannya

Hitung Setiap Biaya Tersembunyi dari Setiap Pembelian

Hitung Setiap Biaya Tersembunyi dari Setiap Pembelian

Ketika membeli sesuatu, kamu mungkin hanya melihat harga yang tertera. Padahal, harga tersebut jarang menjadi satu-satunya biaya.

Barang yang dibeli juga membutuhkan waktu, energi, dan perhatian untuk dibersihkan, disimpan, dirawat, diperbaiki, diganti, atau bahkan dibuang. Itulah biaya tersembunyi yang juga perlu kamu pikirkan.

Lakukan Challenge Tidak Belanja

Cobalah melakukan tantangan tanpa belanja sama sekali. Misalnya, tidak membeli barang konsumsi selama 30 hari atau tidak mengunjungi pusat perbelanjaan selama 60 hari.

Kamu bisa menentukan tantangan sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan masing-masing. Cara ini dapat membantu memutus kebiasaan belanja dalam jangka pendek sekaligus membangun kebiasaan baru dalam jangka panjang.

BACA JUGA: 5 Cara Simpel Kurangi Pengeluaran yang Sering Tidak Disadari

Lakukan Hal-hal yang Membuat Bahagia yang Tidak Selalu Membutuhkan Uang

Lakukan Hal-hal yang Membuat Bahagia yang Tidak Selalu Membutuhkan Uang

Barang-barang yang dimiliki tidak selalu menjadi sumber kebahagiaan. Karena itu, cobalah mencari tahu aktivitas apa yang benar-benar membuatmu bahagia dan lakukan lebih banyak hal tersebut.

Kamu bisa memperbanyak hal-hal yang benar-benar bermakna tanpa harus mengeluarkan uang untuk mengalihkan perhatianmu dari keinginan berbelanja.

Itu tadi beberapa cara menghentikan kebiasaan overconsumption atau belanja terlalu berlebihan.

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel
‌‌
‌‌

Related Stories