Seni di Tibubeneng Kini Jadi Penggerak Aksi Lingkungan

Kepala DLHK Kabupaten Badung Made Rai Warastuthi bersama Quoriena Ginting berdialog dengan seniman yang turut hadir dalam pembukaan pameran Tibubeneng Sustainable Art di WRQ Art Hub & Residency. (Foto Doc. Ginting Institute)

Badung - Ada yang menarik di Desa Tibubeneng, Kuta Utara. Jika selama ini kita sering mendengar keluhan soal sampah, kini desa tersebut membuktikan dengan sentuhan kreativitas, masalah lingkungan pun bisa berubah menjadi sebuah gerakan seni yang inspiratif.

Pada Sabtu (13/6), sebuah ruang kreatif bernama ‘Wija Reksa Quoriena Art Hub & Residency (WRQ)’ resmi dibuka.

Tempat ini lahir dari kolaborasi hangat antara Ginting Institute dan Pemerintah Desa Tibubeneng, yang bermimpi menjadikan seni sebagai jembatan untuk menjaga lingkungan agar tetap asri dan berkelanjutan.

Pendiri Ginting Institute, Daniel Ginting, punya pandangan sederhana namun kuat. Baginya, seni adalah bahasa universal yang paling ampuh untuk menyentuh hati.

Alih-alih menggunakan kata-kata yang kaku, WRQ hadir untuk membuka percakapan melalui karya seni, residensi seniman, hingga diskusi terbuka yang melibatkan warga lokal. 

"Seni jangan cuma berakhir di dinding galeri. Kami ingin seni bisa membaur di masyarakat, membangun empati, dan akhirnya memicu tindakan nyata untuk lingkungan yang lebih baik," kata Daniel di sela-sela peresmian.

Kepala Desa Tibubeneng, I Made Kamajaya, pun sangat mendukung langkah ini. 

Dia merasa bahwa pendekatan seni membuat warga—terutama anak-anak muda—jadi lebih antusias dalam menjaga kebersihan desanya.

Program 'Tibubeneng Sustainable Art ini sebenarnya sudah jauh melangkah sebelum gedung hub diresmikan. 

Ratusan siswa SD di Tibubeneng telah dilibatkan dalam edukasi peduli sampah dan lomba mengarang. 

Bahkan, para siswa ini juga diajak bereksperimen dengan sampah plastik dalam *workshop* seru bersama seniman Made Bayak. 

Hasilnya? Jangan salah, karya-karya mereka kini bersanding cantik dengan karya seniman papan atas seperti Made Wianta, Jango Pramartha, dan banyak lagi dalam pameran yang sedang berlangsung.

Jika sedang mencari ide kegiatan akhir pekan yang inspiratif, berkunjung ke Wija Reksa Quoriena Art Hub & Residency adalah pilihan yang tepat. 

Anda tidak hanya bisa menikmati instalasi seni yang estetik, tapi juga bisa melihat langsung bagaimana sebuah desa berjuang menjadi lebih hijau dengan cara yang kreatif. 

Pameran Tibubeneng Sustainable Art ini terbuka untuk umum hingga 30 Juni 2026. Jangan sampai terlewat, ya! Mari dukung langkah kecil dari Tibubeneng untuk perubahan lingkungan yang lebih besar. ***


Related Stories