RSUP Sanglah Denpasar Kremasi 25 Jenazah Terlantar

Rangkaian proses kremasi jenazah terlantar di RSUP Sanglah Denpasar. (Istimewa)

Denpasar, Balinesia.id - RSUP Sanglah Denpasar, Bali melakukan kremasi terhadap 25 jenazah terlantar, Kamis, 23 September 2021. Puluhan jenazah yang dikremasi tercatat telah disimpan sejak 2019 silam.

Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSUP Sanglah, dr. Ni Luh Dharma Kerti Natih, MHSM., mengatakan kremasi terhadap jenazah terlantar merupakan kegiatan tahunan pihaknya. "Ini adalah kegiatan yang rutin kami lakukan setiap tahun untuk melakukan kremasi jenazah-jenazah yang ada di Forensik yang terlantar, yang tidak diketahui identitasnya dan tidak ada keluarga yang mengambil jenazah di bagian Forensik RSUP Sanglah,” kata dia kepada awak media.

Selama dua tahun disimpan, pihaknya telah melakukan komunikasi-komunikasi untuk mendapatkan keluarga dari jenazah-jenazah tersebut, namun tidak kunjung didapat. Oleh karena itulah tindakan untuk mengkremasi dilakukan.

Sejak 2019 jenazah-jenazah tersebut disimpan, Dharma Kerti Natih mengatakan biaya yang dikeluarkan pihaknya untuk merawat jenazah-jenazah tersebut tembus hingga Rp 2,6 miliar. Dana sebesar itu dikeluarkan langsung dari operasional rumah sakit sebagai bentuk perhatian rumah sakit terbesar di Bali itu. "Biaya perawatannya, termasuk dari perawatannya ketika masih hidup sebanyak Rp 2,6 miliar. Dana itu dari RS Sanglah," kata dia.

Disinggung terkait jumlah jenazah yang dikremasi, Dharma Kerti Natih mengatakan kremasi pada periode ini terbilang lebih sedikit dibandingkan kremasi pada periode sebelumnya. Sebelumnya, dalam satu periode RSUP Sanglah bisa mengkremasi kisaran 30 jenazah per periode

"Kremasi saat ini lebih sedikit karena humas kami sudah lakukan komunikasi kepada komunitas yang dapat memberi kontribusi terhadap kondisi ini. Jenazah yang teridentifikasi beragama Islam, dari MUI telah ambil inisiatif untuk memakamkan janazah terlantar. Disamping itu juga dari komunitas yang bisa menghubungi keluarga yang bersangkutan sehingga bisa dimakamkan secara layak oleh keluarganya," jelasnya.

Pada kesempatan itu pihaknya juga mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses tersebut. Ia berharap, ke depan kerja sama itu bisa terus dilakukan. jpd

Editor: Jero P. Ariana
Jero P. Ariana

Jero P. Ariana

Lihat semua artikel

Related Stories