Rekomendasi Minuman yang Bisa Cegah Risiko Alzheimer

Minuman Ini Bisa Cegah Resiko Alzheimer (freepik)

JAKARTA - Alzheimer adalah suatu bentuk penyakit neurodegeneratif yang berkaitan dengan penuaan. Selain itu, alzheimer juga merupakan jenis demensia yang paling umum. 

Alzheimer ditandai dengan kerusakan dan kematian sel-sel saraf otak, menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan kemampuan ingatan. Gejala awal alzheimer yaitu meliputi kesulitan mengingat informasi baru, kebingungan, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari. Seiring berkembangnya penyakit, penderita Alzheimer dapat mengalami kesulitan berbicara, memahami, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Risiko alzheimer tentu menjadi kekhawatiran banyak orang, namun sebuah penelitian menemukan bahwa minum kopi dapat menjadi kunci pencegahan yang efektif terhadap penyakit ini.

Penelitian tersebut menyoroti bahwa konsumsi kopi dalam jumlah yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer. Studi ini menemukan korelasi positif antara minum kopi dan penurunan tingkat plak amiloid di otak, yang diketahui menjadi faktor kunci dalam perkembangan penyakit Alzheimer.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Samantha Gardener, penulis utama studi tersebut, ditemukan bahwa peserta yang memiliki konsumsi kopi yang lebih tinggi pada awal studi memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami gangguan kognitif ringan atau mengembangkan penyakit Alzheimer selama periode studi. 

Ini membawa harapan baru bahwa minum kopi bisa menjadi langkah sederhana namun kuat untuk menunda atau mencegah Alzheimer.

Tak hanya itu, penelitian terbaru lain juga menunjukkan bahwa minum teh atau kopi dapat mengurangi risiko stroke dan demensia hingga sepertiga. Ini menandakan bahwa manfaat kesehatan otak tidak hanya terbatas pada kopi, tetapi juga dapat diperoleh melalui minuman lain yang mengandung kafein.

Dr. Gardener menjelaskan, “Minum kopi bisa menjadi cara mudah untuk menunda penyakit Alzheimer. Ini adalah hal sederhana yang dapat diubah orang. Ini bisa sangat berguna terutama untuk orang yang berisiko mengalami penurunan kognitif tetapi belum mengembangkan gejala apa pun. Kita mungkin dapat mengembangkan panduan yang jelas yang dapat diikuti orang pada usia pertengahan, dan harapannya itu kemudian dapat memiliki efek yang berkelanjutan.” paparnya. 

Studi ini juga memberikan saran praktis untuk penikmat kopi. Bagi mereka yang hanya minum satu cangkir kopi sehari, meningkatkannya menjadi dua cangkir sehari dapat menjadi langkah yang berpotensi mengurangi penurunan kognitif sebesar 8% setelah 18 bulan. Selain itu, studi ini menunjukkan adanya potensi 5% penurunan akumulasi plak amiloid dalam otak selama periode waktu yang sama.

Meskipun studi ini memberikan wawasan yang berharga, tetapi belum dapat menentukan jumlah maksimum cangkir kopi yang memberikan manfaat maksimal. Belum jelas pula apakah kafein atau penambahan susu memainkan peran tertentu dalam manfaat kesehatan otak ini.

Dr. Gardener menyatakan, “Kita perlu mengevaluasi apakah konsumsi kopi suatu hari nanti dapat direkomendasikan sebagai faktor gaya hidup yang bertujuan untuk menunda onset penyakit Alzheimer.” Ini menandakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali lebih dalam potensi pencegahan Alzheimer melalui minuman kopi.

Sebagai kesimpulan, minum kopi bukan hanya nikmat bagi pencinta kopi, tetapi juga bisa menjadi investasi dalam kesehatan otak. Studi ini, yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience (Gardener et al., 2021), membawa harapan baru dalam upaya pencegahan Alzheimer melalui langkah-langkah yang sederhana dan nikmat.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rumpi Rahayu pada 11 Mar 2024 

Editor: Redaksi

Related Stories