Palebon Raja Denpasar IX, Gunakan Bade Setinggi 22 Meter dan Diiringi Belasan Layon

Bade dan kelengkapan upacara palebon Raja Denpasar IX. (Balinesia.id/jpd)

Denpasar, Balinesia.id – Bade tingkat 11 setinggi 22 meter akan menjadi kendaraan terakhir Raja Denpasar IX, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan menuju perabuan di Setra Badung pada Rabu, 21 Juni 2023 besok. Selain diusung menggunakan bade yang demikian tinggi, upacara bagi raja yang berpulang pada 19 Februari 2023 yang lalu juga akan diiringi oleh belasan layon (jenazah) masyarakat Denpasar.

Manggala Karya Palebon Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan, dr. A.A. Ngurah Gede Dharmayudha, dalam keterangan pers pada Selasa, 20 Juni 2023 di Inna Bali Heritage Hotel mengatakan bahwa kebetulan pada upacara tersebut, ada 16 layon yang juga sedang melangsungkan upacara ngaben. Kesempatan itu pun disebut menjadi sangat langka bagi masyarakat, sebab bisa mengiringi perjalanan akhir sang raja menuju Sunialoka.

“Keenam belas layon akan lebih dulu diusung menuju Setra Badung,” kata dia.

Baca Juga:

Sosok yang akrab disapa Ngurah Dokter ini menjelaskan upacara pitra yadnya yang dilangsungkan keluarga puri adalah tingkatan upacara paling utama yang disebut sebagai Karya Pelebon Nyawa Ngesti Wedana. Upacara itu secara khusus dipersembahkan kepada beliau lantaran Ida Tjokorda pada masa hidupnya telah melakoni penobatan sebagai raja (abhiseka ratu).

“Upacara penobatan tersebut adalah yang tertinggi, sama dengan penobatan seorang sulinggih,” kata dia didampingi keluarga keraton lainnya, yakni A.A. Bagus Amertajaya dan drg. A.A. Ngurah Gede Agung Wirasatria.

Ia menjelaskan, dalam kebudayaan Bali, tidak sembarang orang bisa diberikan penghormatan dalam tingkat demikian, meskipun mampu secara material. “Jika tidak di-abiseka ratu, mungkin hanya bade tumpang 9. Di Bali kita mengenal istilah patut, pantas, dan dados (boleh, red). Jadi, meskipun misalnya mampu, tetapi jika tidak patut atau pantas, maka tidaklah boleh dan beliau sudah memenuhi kriteria itu sebagai seorang raja yang telah di-abhiseka,” jelasnya.

Baca Juga:

Keluarga keraton lainnya, A.A. Bagus Amertajaya, mengatakan bahwa upacara penghormatan yang diberikan kepada Raja Denpasar IX bukan sekdar upacara yang bersifat jorjoran. Penghormatan tersebut merupakan representasi penghormatan keluarga terhadap sang raja yang semasa hidupnya banyak berperan membangun forum komunikasi antar keraton di Nusantara.

“Pemaknaan atau pelaksanaan upacara bukan jorjoran, tetapi dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya. Tidak semua bisa menggunakan itu dan beliau patut menggunakan itu. Penyelenggaraannya adalah bentuk doa kami kepada beliau,” kata Amertajaya.

Baca Juga:

Pada konferensi pers itu juga hadir Duta Besar Maroko untuk Indonesia, HE Ouadia Benabdellah; Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, HE Radames Jesus Gomez Azuaje; Ketua Perkumpulan Pencinta Pariwisata Indonesia (P3I), Jeffry Yunus; dan Pegiat Pelaris Pariwisata Indonesia, Paulus Nugroho. Kedua duta besar mengaku sangat senang dan tersanjung bisa hadir pada upacara penghormatan sang raja.

Sementara itu, Jeffry Yunus menilai bahwa upacara tersebut sebagai sakralnya prosesi penyadaran tentang nilai-nilai hidup dan kehidupan. Pelaksanaan upacara palebon juga menjadi penyemangat pelestarian warisan budaya yang dapat mendatangkan devisa.

"Palebon Raja Denpasar IX dapat menunjukkan pada dunia bahwa generasi kini, sangat serius memastikan keagungan warisan adat istiadat Bali terus terjaga, seiring lingkungan yang bersih lestari," ucap dia. jpd

Editor: E. Ariana

Related Stories