Inilah Pentingnya Punya Financial Planner

Sandwich Generation, Ternyata Punya Financial Planner Itu Penting Lho (Freepik.com/pressfoto)

JAKARTA – Banyak orang yang masih berpikir bahwa menyewa tenaga financial planner untuk keluarga adalah tindakan yang sia-sia atau buang-buang uang. Tidak mengherankan jika anggapan itu muncul karena tugas financial planner adalah mengalokasikan pemasukan menjadi pengeluaran, tabungan dan investasi.

Sebagaimana manusia butuh dokter ketika sakit atau butuh montir ketika kendaraan rusak, ternyata peran financial planner baik untuk kondisi keuangan, khususnya jika ingin tepat berinvestasi.

Saat ini, rasanya tak cukup menghitung buku kas keluarga dengan uang masuk dan uang keluar. Banyak yang harus direncanakan. Misalnya, dana pendidikan anak, asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, dana pensiun, beli rumah, dan sebagainya.

Keuntungan Menggunakan Financial Planner

Mengetahui kebutuhan dan keinginan memang lebih gampang. Namun ternyata, financial planner bisa membantu agar semua cita-cita tadi dapat tercapai dengan lebih efisien dan efektif, berikut beberapa keuntungannya dikutip dari Finansialku Kamis, 25 Januari 2024.

1. Memberikan Potret Objektif Kondisi Keuangan

Objektif adalah kunci dalam mengelola keuangan. Dalam praktiknya, kita sulit bersikap objektif atas kondisi keuangan sendiri. Ada saja kompromi yang kita lakukan demi keinginan pribadi atau keluarga. Menyikapi hal ini, financial planner biasanya akan kejam dalam menggarisbawahi tindakan macam ini. 

Biasanya, perencana akan melakukan diagnostik atau financial check-up. Semua data keuangan diminta, diinput dan dikalkulasi, kemudian mereka menganalisa apakah keuangan klien sehat atau tidak. Masalah akan dijelaskan dengan gamblang dan objektif, lengkap dengan hitung-hitungannya serta bagaimana solusinya.

2. Membantu Merealisasikan Rencana Keuangan Anda

Rencana tanpa realisasi akan percuma. Perencana keuangan akan turut menuangkan rencana ke dalam langkah konkret implementasi yang harus diikuti. Perencana keuangan memiliki orang-orang yang tugasnya mengingatkan klien setiap bulan untuk melakukan investasi sesuai rencana. 

Mereka juga memantau secara rutin antara hasil dan tujuan di dalam rencana. Jika terjadi ketidak sesuaian, segera dilakukan kajian dan jika perlu, rencana awal dapat direvisi.

3. Mencarikan Produk Keuangan yang Cocok

Ada banyak sekali produk keuangan yang dijual di pasar, namun belum tentu itu yang tepat untuk kebutuhan saat ini. Karena berkutat di dunia keuangan, financial planner paham segala produk serta melakukan riset dan mengumpulkan informasi secara rutin. Mereka paham produk yang paling cocok dengan kebutuhan klien. 

Selanjutnya adalah tips memilih financial planner yang tepat, pertama, bisa dipercaya dan kredibel. Pilih lembaga yang terpercaya dan akuntabel dalam proses analisa dan konsultasi. 

Kedua, didukung riset yang kuat. Financial planner yang baik akan turun mendukung perencanaannya dengan pengetahuan dan informasi pasar yang memadai. Biasanya akan ada beberapa gambaran sehingga bisa menyarankan apa yang paling cocok untuk klien.

Ketiga, punya jasa yang bervariasi. Dengan begini, kita tidak perlu repot untuk menyewa financial planner lain. Cukup satu saja untuk konsultasi mulai dari masalah kredit, investasi, strategi bisnis dan sebagainya.

Keempat, independen, yang artinya saran yang diberikan memang semata-mata untuk kepentingan klien. Bukan untuk menjual produk atau jasa dari institusi tertentu. Analisanya harus objektif sesuai kebutuhan klien. Sederhananya, mereka tidak mewakili atau bekerja pada perusahaan keuangan tertentu.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Ananda Astri Dianka pada 26 Jan 2024 

Editor: Redaksi

Related Stories