Feature
Harga BBM Non-Subsidi RI Termurah di ASEAN, Cek Daftar Lengkapnya!
JAKARTA – Per Oktober 2026, harga bensin RON 92 di Indonesia tercatat paling murah se-ASEAN, yakni Rp15.950 per liter menurut data Pertamina Patra Niaga per 5 Oktober 2026.
Sementara untuk jenis RON 95, Indonesia berada di posisi termurah kedua di ASEAN dengan harga Rp19.150 per liter, persis di bawah Vietnam yang menetapkan harga Rp18.724 per liter.
Kebijakan pemerintah dalam menjaga harga BBM menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan upaya mempertahankan daya beli masyarakat dan mengendalikan tekanan inflasi.
Perbandingan Harga Bensin ASEAN Oktober 2026
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, berikut perbandingan harga bensin RON 92 dan RON 95 di sejumlah negara ASEAN dalam rupiah per liter.
- Indonesia: RON 92 Rp15.950 dan RON 95 Rp19.150.
- Vietnam: RON 92 Rp18.297 dan RON 95 Rp18.724.
- Malaysia: RON 92 tidak tercantum dan RON 95 Rp19.822.
- Thailand: RON 92 Rp21.213 dan RON 95 Rp21.412.
- Kamboja: RON 92 Rp23.205 dan RON 95 Rp29.172.
- Filipina: RON 92 Rp25.014 dan RON 95 Rp25.288.
- Brunei Darussalam: RON 92 tidak tercantum dan RON 95 Rp28.345.
- Laos: RON 92 Rp29.024 dan RON 95 Rp34.704.
- Myanmar: RON 92 Rp37.959 dan RON 95 Rp39.238.
- Singapura: RON 92 Rp48.514 dan RON 95 Rp48.795.
Perbedaan harga paling mencolok terlihat antara Indonesia dan Singapura. Harga RON 92 Singapura mencapai Rp48.514 per liter atau lebih dari tiga kali lipat harga RON 92 Indonesia.
Baca juga : HUT ke-28 Bank Mandiri, Pekerja Rentan Dapat Apresiasi Lewat Livin' Mandiri
Mengapa Pemerintah Menjaga Harga BBM Indonesia?
Pemerintah menjadikan stabilitas harga BBM sebagai salah satu bagian dari strategi pengendalian inflasi. Harga BBM memiliki pengaruh terhadap biaya transportasi dan distribusi barang sehingga perubahan harga energi dapat merambat ke harga barang dan jasa lainnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan menjaga harga BBM menjadi salah satu hal penting dalam pengendalian inflasi.
"Yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga harga BBM. Jadi kita harus cari dari negara-negara yang punya kelebihan stok," ujar Laode dikutip Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Laode, pemerintah menerapkan metode hunting atau mencari pasokan BBM secara langsung dari negara-negara yang memiliki kelebihan stok. Langkah tersebut dilakukan karena mekanisme pengadaan melalui lelang yang selama ini digunakan Pertamina menghadapi perubahan kondisi pasar energi global. Konflik di Timur Tengah juga berdampak terhadap pasokan BBM Indonesia.
Indonesia sempat kehilangan sekitar 25% sumber impor BBM setelah pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran pada awal 2026. Strategi mencari pasokan dari negara yang memiliki kelebihan stok menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM sekaligus menjaga harga energi di dalam negeri.
Selain mengamankan pasokan BBM, pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi minyak domestik. Produksi minyak ditargetkan mencapai sekitar 600.000 barel per hari melalui penggunaan teknologi peningkatan produksi atau enhanced oil recovery (EOR).
Baca juga : Menguat, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 7 Oktober 2026?
Peningkatan produksi minyak dalam negeri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor. Ketahanan pasokan menjadi semakin penting ketika harga minyak dunia dan kondisi geopolitik mengalami perubahan yang cepat.
Pemerintah juga mengembangkan teknologi carbon capture and storage (CCS) sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi dari kegiatan sektor energi.
Di sisi lain, penggunaan bahan bakar nabati juga terus dikembangkan. Salah satunya melalui implementasi program biodiesel B40 yang menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Baca juga : E20 Dikebut, Prabowo Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu
Apakah Harga Pertalite dan Biosolar Naik pada 2026?
Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan inflasi. Stabilitas harga BBM bersubsidi juga penting karena kedua jenis BBM tersebut digunakan secara luas oleh masyarakat.
Selain mempertahankan harga BBM bersubsidi, pemerintah juga menahan harga BBM non-subsidi per 1 Oktober 2026 dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat dan perkembangan ekonomi.
Harga BBM terutama BBM bersubsidi memiliki hubungan erat dengan inflasi karena energi merupakan bagian penting dalam aktivitas ekonomi. Kenaikan harga BBM dapat meningkatkan biaya transportasi, distribusi, produksi, dan pada akhirnya harga barang yang dibayar masyarakat.
Karena itu, menjaga harga BBM menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk meredam tekanan harga. Kebijakan tersebut juga memiliki konsekuensi terhadap anggaran negara.
Pada 2026, total dukungan fiskal pemerintah untuk ketahanan energi mencapai Rp402,4 triliun, yang mencakup subsidi energi, insentif perpajakan, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), serta penyediaan listrik desa.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 08 Oct 2026
