Feature
Fenomena Little Treat Lagi Marak, Ini Cara Agar Tidak Berujung Boros
JAKARTA — Saat kamu lagi asyik scrolling di media sosial, tentu tidak jarang kamu melihat konten lifestyle seperti ‘A Day in My Life’ yang menunjukkan serangkaian aktivitas dalam sehari, mulai dari bersiap untuk bekerja, membeli matcha, bertemu teman, pergi ke mall, membeli blind box, parfum mini, dan sebagainya.
Hal ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya, mengapa barang-barang yang terkesan bukan barang untuk kebutuhan pokok ini tetap laris manis dibeli, padahal seperti yang kita tahu, kondisi ekonomi sedang sulit.
Hal itu ternyata ada sangkut pautnya dengan coping mechanism masyarakat, terutama Generasi Z di tengah tekanan ekonomi yang semakin membesar.
BACA JUGA: Hobi Kulineran Saat Liburan? Ini Cara Biar Uangmu Tidak Cepat Ludes
Seperti yang dilansir dari Yahoo Finance, Gen Z cenderung menemukan cara sederhana untuk menghibur diri sendiri, yaitu dengan membeli “little treat” atau “hadiah kecil” untuk diri sendiri.
Little treat ini bisa berwujud beragam, mulai dari boneka Labubu yang sedang viral, membeli Dubai Chewy Cookie, membeli blind box, matcha ubee, dan sebagainya.

Meski terlihat sepele, pembelian kecil ini dianggap mampu meningkatkan suasana hati.
Seperti yang dilaporkan oleh Yahoo Finance, Survei Bank of America menunjukkan bahwa 57% Gen Z membeli “little treat” setiap minggu. Bahkan, sebanyak 59% responden mengakui rutinitas ini justru membuat mereka mengeluarkan uang lebih banyak daripada seharusnya.
Lalu, bagaimana cara untuk menyiasati hal tersebut?
BACA JUGA: Kenali Apa Itu Lifestyle Inflation, Penyebab Gaji Besar Tetap Terasa Kurang
Cara Menyiasati Pembelian Little Treat Tanpa Harus Merusak Kondisi Keuangan

Fenomena membeli barang kecil untuk menyenangkan diri sebenarnya bukan hal yang baru. Sebelum Gen Z, Generasi Milenial dulu pernah dikenal dengan kebiasaan mereka membeli avocado toast yang sempat dijadikan simbol gaya hidup konsumtif.
Akan tetapi, para pakar keuangan justru tidak menyarankan kita berhenti menikmati hal-hal kecil yang membuat bahagia.
Sebaliknya mereka justru menyarankan kita agar bisa mengatur pengeluaran tersebut melalui anggaran khusus, yang disebut ‘fun fund’ atau ‘joy fund’.

BACA JUGA: 7 Cara Menabung untuk Wujudkan Pernikahan Impianmu
Menurut Brigitte Killings, Managing Director Community & Business Development di JPMorgan Chase, menyarankan masyarakat membuat "fun fund" atau dana khusus untuk bersenang-senang.
Caranya adalah dengan menyisihkan uang khusus untuk hal-hal yang membuat kita bahagia. Joy fund atau fun fund tersebut bisa sebesar 5% sampai 10% dari pendapatan bersih untuk kebutuhan hiburan atau kesenangan pribadimu sendiri.
Namun, kalau kamu adalah orang yang merasa metode anggaran tradisional terlalu membatasi, kamu bisa meniru cara yang diberikan CEO ARC Wealth Anthony Rasotto ini yaitu reverse budget.
BACA JUGA: 7 Ciri-ciri Kamu Cerdas dalam Mengelola Uang
Cara menerapkannya adalah kamu sebaiknya terlebih dahulu mengalokasikan uang untuk tabungan dan kebutuhan tetap. Setelah itu, sisa uang boleh digunakan untuk menikmati berbagai hal tanpa rasa bersalah.
Itu tadi penjelasan soal fenomena membeli “little treat” yang kini sedang menjamur dan cara melakukannya agar keuangan tetap aman.
