Denpasar Catat Penambahan Kasus Sembuh Covid-19 Melejit 163 Orang

Denpasar - Angka kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bali terus bertambah signifikan sebanyak 163 orang dinyatakan sembuh sebagaimana data Jumat (16/4/2021).

Pada hari sama, angka kasus positif Covid-19 juga bertambah sebanyak 65 orang.

"Dua pasien meninggal dunia," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai dalam keterangan resminya.

Kata Rai, dengan masih adanya penularan Covid-19 saat ini harus menjadi perhatian serius bagi semua. 

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 13.445 kasus,  angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 12.397 orang  (92,21 persen), meninggal dunia sebanyak 282 orang (2,09 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak  766 orang (5,70 persen)

Dua pasien meninggal dunia, pasien pertama diketahui seorang laki-laki usia 50 tahun yang berdomisili di Kelurahan Penatih. Dan pasien kedua juga merupakan seorang laki-laki usia 66 tahun yang berdomisili di Desa Sumerta Kaja.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dimana, meski sudah diberikan kelonggaran dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan.

Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

Pihaknya terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," tutupnya. (roh)


Related Stories