Feature
9 Tradisi Unik untuk Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia
JAKARTA — 17 Agustus menjadi tanggal dan momen spesial yang selalu ditunggu oleh masyarakat Indonesia. Tidak mengherankan jelang tanggal Hari Kemerdekaan Indonesia tersebut, warga di Tanah Air menyambutnya dengan berbagai acara dan tradisi yang unik.
Tradisi yang terus diwariskan dan dipraktikkan secara turun temurun ini juga menyimpan nilai dan filosofi yang berkaitan dengan sejarah, perjuangan, kebersamaan, hingga kearifan lokal. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin terdengar cukup unik dan tidak biasa.
Lalu, apa saja tradisi khas dari berbagai daerah yang dilakukan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia? Berikut beberapa di antaranya, seperti yang dirangkum dari berbagai sumber dan laman resmi Kemenpar.
BACA JUGA: Tradisi Malam 1 Suro Solo, Ritual Sakral Warisan Kerajaan Jawa
Tradisi Unik Warga untuk Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia

1. Pacu Kude – Aceh
Masyarakat Aceh memiliki tradisi Pacu Kude atau pacuan kuda yang menjadi salah satu bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan. Tradisi ini pada awalnya berkembang pada masa kolonial Belanda sebagai hiburan setelah musim panen.
Sejak 1956, penyelenggaraan Pacu Kude kemudian diambil alih oleh pemerintah daerah. Kini, tradisi tersebut rutin digelar setiap 17 Agustus dan menggunakan kuda khusus hasil persilangan antara ras Australia dan Gayo.
Tradisi ini juga menjadi simbol semangat dan perjuangan masyarakat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan.
2. Lomba Sampan Layar – Batam
Masyarakat Batam memiliki tradisi khusus jelang tanggal 17 Agustus yaitu menggelar Lomba Sampan Layar. Tradisi ini juga telah menjadi bagian dari perayaan HUT RI sejak 1965.
Dalam perlombaan ini, warga menggunakan jenis sampan dengan dekorasi dan warna yang menarik sehingga suasana perayaan kemerdekaan semakin meriah.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, Lomba Sampan Layar juga memiliki tujuan untuk menjaga keberadaan budaya Melayu yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kepulauan Riau.
BACA JUGA: Mengenal Tradisi Masyarakat Jawa Sambut Malam 1 Suro 2026
3. Telok Abang – Palembang
Palembang juga memiliki tradisi khas menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bernama Telok Abang. Nama tersebut berasal dari istilah yang berarti telur merah. Sesuai namanya, telur direbus kemudian diberi warna merah sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.
Telur yang telah dihias kemudian dipasang pada batang dan ditempatkan di atas miniatur kendaraan. Miniatur tersebut biasanya dibuat dari gabus dengan bentuk seperti mobil, kapal, atau pesawat.
Hasil karya tersebut kemudian dapat diperlombakan untuk menentukan kreasi yang paling menarik. Tradisi ini sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas mereka saat memeriahkan HUT RI.
4. Tirakatan – Jawa
Bagi masyarakat di sejumlah daerah terutama di Jawa, malam menjelang 17 Agustus biasanya diisi dengan tradisi Tirakatan. Kegiatan ini umumnya berupa doa bersama dan acara syukuran yang digelar oleh warga.
Dalam budaya Jawa, tirakatan berkaitan dengan upaya menenangkan diri dan mengendalikan hawa nafsu. Oleh karena itu, kegiatan ini sering diisi dengan doa, renungan, serta penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan.
Warga pada umumnya akan berkumpul di balai desa atau tempat tertentu untuk mengikuti acara tersebut. Setelah doa dan renungan, kegiatan dapat dilanjutkan dengan makan bersama.
Selain menjadi ungkapan rasa syukur, momen ini juga mempererat hubungan dan kebersamaan antarwarga.
BACA JUGA: 7 Tradisi Iduladha di Berbagai Negara, Ada Takbiran di Indonesia!
5. Sepak Bola Durian – Kebumen
Ada tradisi jelang Hari Kemerdekaan Indonesia yang terdengar cukup ekstrem, yaitu Sepak Bola Durian di Kebumen. Berbeda dengan sepak bola pada umumnya, permainan ini menggunakan buah durian sebagai pengganti bola.
Karena menggunakan durian yang memiliki kulit berduri, permainan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh kelompok tertentu, termasuk kalangan spiritual dan anggota Densus 88.
6. Obor Estafet – Semarang
Masyarakat Semarang memiliki tradisi Obor Estafet yang telah berlangsung selama sekitar tiga dekade. Kegiatan ini biasanya digelar setiap tahun untuk menyambut Hari Kemerdekaan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta harus berlari sambil membawa obor dan menyerahkannya kepada peserta berikutnya secara bergantian. Rangkaian tradisi ini dilakukan seperti perlombaan estafet.
Obor yang terus menyala ini memiliki arti tersendiri yaitu simbol semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Api tersebut juga menggambarkan semangat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi dan tidak boleh padam.
BACA JUGA: 5 Tradisi Iduladha yang Unik di Berbagai Daerah di Indonesia
7. Peresean – Lombok
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terdapat Peresean yang merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Suku Sasak. Tradisi ini mempertemukan dua laki-laki untuk beradu ketangkasan menggunakan rotan sebagai alat pemukul dan perisai yang terbuat dari kulit kerbau.
Para peserta dituntut menunjukkan keberanian, kemampuan bertahan, sekaligus ketangkasan selama pertarungan berlangsung. Namun, karena acara Peresean ini melibatkan kontak fisik, tradisi ini berpotensi menimbulkan risiko cedera bagi para pemain.
Meski terlihat keras, tradisi ini memiliki nilai filosofis yang kuat. Peresean menjadi gambaran keberanian dan jiwa kesatria, sekaligus menjadi sarana untuk membangun persaudaraan di antara masyarakat.
8. Barikan – Malang
Masyarakat Malang juga memiliki tradisi Barikan yang biasanya dilaksanakan pada malam 16 Agustus, tepat sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan. Tradisi Barikan digelar dalam wujud acara syukuran yang diikuti oleh warga di lingkungan kampung.
Rangkaian Barikan umumnya diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, warga berkumpul dan menikmati hidangan bersama yang telah disiapkan di atas tikar.
Selain sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, Barikan menjadi kesempatan bagi warga untuk mempererat silaturahmi. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kerukunan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya.
BACA JUGA: 10 Tradisi Perayaan Paskah di Dunia, Ada Omelet Raksasa!
9. Lomba Dayung – Banjarmasin
Banjarmasin memiliki tradisi Lomba Dayung Perahu Naga yang rutin digelar di Sungai Martapura. Perlombaan tersebut menjadi salah satu kegiatan yang banyak menarik perhatian masyarakat saat perayaan kemerdekaan.
Tradisi ini sebenarnya telah berlangsung sejak 1924 sehingga keberadaannya sudah menjadi bagian dari sejarah masyarakat setempat. Lomba dayung tidak hanya berfungsi sebagai hiburan untuk menyambut HUT RI, tetapi juga menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet dayung berbakat.
Dengan begitu, perayaan kemerdekaan RI di Banjarmasin tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk melestarikan tradisi sekaligus mengembangkan potensi olahraga.
BACA JUGA: 7 Tradisi Unik Perayaan Paskah di Berbagai Daerah Indonesia
Itu tadi sejumlah tradisi unik dari berbagai daerah di Tanah Air dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
