Ekonomi & Pariwisata
Mengenal Tradisi Masyarakat Jawa Sambut Malam 1 Suro 2026
JAKARTA — Malam 1 Suro 2026 jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Malam 1 Suro selalu dinanti-nanti oleh masyarakat karena inilah momen yang sakral dan menjadi malam pergantian tahun baru dalam sistem kalender Jawa. Tidak hanya itu, malam 1 Suro juga bertepatan dengan 1 Muharam atau Tahun Baru Islam dalam kalender Hijriah.
Di malam 1 Suro yang bertepatan dengan Tahun Baru Jawa dan Tahun Baru Islam inilah ada banyak tradisi yang dilakukan oleh masyarakat untuk menyambutnya.
Hal itu terlihat di masyarakat Jawa yang berlokasi di Surakarta dan Yogyakarta, di mana ada berbagai ritual dan kirab yang digelar dengan meriah.
BACA JUGA: 7 Tradisi Iduladha di Berbagai Negara, Ada Takbiran di Indonesia!
Apa Itu Peringatan Malam 1 Suro?

Seperti yang dilansir dari Indonesia Kaya, tradisi malam Satu Suro sebetulnya bermula saat masa pemerintahan Sultan Agung. Pada saat itu
Pada masa itu, sebetulnya masyarakat pada umumnya menggunakan sistem penanggalan tahun Saka yang masih merupakan tradisi Hindu. Padahal, Kesultanan Mataram Islam sudah menerapkan kalender Hijriah.
Dengan tujuan memperluas ajaran Islam di Tanah Jawa, akhirnya Sultan Agung memprakarsai penyatuan kalender Saka dan kalender Hijriah menjadi kalender Jawa, sejak Jumat Legi bulan Jumadil Akhir tahun 1555 Saka atau 8 Juli 1633 Masehi.
BACA JUGA: 5 Tradisi Iduladha yang Unik di Berbagai Daerah di Indonesia
Kemudian, 1 Suro menjadi hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Suro yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah.
Nama ‘Suro’ sendiri berasal dari kata ‘Asyura’ yang dalam bahasa Arab artinya sepuluh. Asyura di sini merujuk pada tanggal 10 bulan Muharram, momen penting yang terkait dengan peristiwa wafatnya cucu Nabi Muhammad di Karbala, yaitu Sayyidina Husein.
Tradisi Masyarakat Jawa Menyambut Malam 1 Suro
Sejak saat tersebut, tradisi malam Satu Suro selalu dimeriahkan oleh warga Jawa setiap tahun. Biasanya, Satu Suro akan diperingati mulai malam hari usai magrib pada hari sebelumnya.
Pemilihan waktu ini berdasarkan atas pergantian hari Jawa yang dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.
Berikut beberapa tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa saat malam Satu Suro.
BACA JUGA: 8 Rekomendasi Wisata di Yogyakarta, Cocok untuk Long Weekend!
Tradisi Malam 1 Suro di Keraton Surakarta

Dilansir dari Indonesia Kaya, peringatan Satu Suro di Keraton Surakarta Hadiningrat dilakukan dengan cara bersyukur, tafakur, dan taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah yang dipusatkan di Masjid Pujasana.
Pada masa pemerintahan Paku Buwono XII, upacara kirab pusaka akan dilaksanakan seminggu sekali pada hari Jumat dan hanya mengelilingi bagian dalam keraton.
Namun pada 1973, Presiden Soeharto meminta kepada Sinuhun untuk turut berdoa demi ketentraman negara. Sejak saat itu, Paku Buwono XII akhirnya melakukan kirab pusaka di luar tembok keraton dan mengikutsertakan kebo bule yang dianggap sebagai bentuk pusaka keraton yang bernyawa.
BACA JUGA: 7 Tradisi Unik Perayaan Paskah di Berbagai Daerah Indonesia
Tradisi Malam 1 Suro di Keraton Yogyakarta

Di Keraton Yogyakarta, Satu Suro disambut dengan ritual Jamasan Pusaka sebagai pembuka. Ritual ini melibatkan penyucian benda sakral seperti tosan aji, kereta, dan gamelan.
Seperti yang dilansir dari Museum Sonobudoyo Yogyakarta, malam harinya ribuan orang akan berkumpul dalam diam untuk mengikuti acara Mubeng Beteng, yaitu mengelilingi benteng keraton sejauh 4 kilometer tanpa alas kaki, tanpa suara, dan dalam suasana Tapa Bisu.
Sedangkan di Pura Pakualaman, tradisinya yaitu Lampah Ratri, yaitu mengelilingi wilayah kadipaten dalam keadaan gelap, menyatukan niat untuk memohon restu dan kekuatan menghadapi tahun yang baru.
Setelah itu, di akhir malam akan ada semangkuk Bubur Suran. Bubur Suran adalah bubur putih gurih yang manis berisi tujuh jenis kacang yang memberi simbol hari dalam seminggu.
Dalam setiap sendok di Bubur Suran terselip harapan akan keseimbangan dan rasa syukur.
Itu tadi penjelasan tentang tradisi Malam Satu Suro yang selalu dirayakan oleh masyarakat Jawa.
