Feature
8 Mata Uang Paling Banyak Diperdagangkan di Dunia, Tertarik Buat Investasi?
JAKARTA — Saat ini, Senin, 15 Juni 2026, nilai Rupiah terhadap dolar AS tercatat senilai Rp17.696. Meski begitu, beberapa waktu yang lalu nilai tukar rupiah sempat anjlok bahkan mencapai Rp18.020 terhadap dolar AS. Melihat hal itu, tidak mengherankan jika para investor mulai melirik menjadikan mata uang asing sebagai instrumen investasi.
Pasar valuta asing (foreign exchange/forex) memang dianggap sebagai arena bagi para bankir dan pelaku keuangan besar. Namun, mata uang juga bisa kamu gunakan sebagai instrumen investasi, apalagi buat kamu yang ingin mencoba mendiversifikasi portofolio.
Selain bisa untuk investasi, mata uang asing menawarkan peluang ketika pasar keuangan lainnya sedang lesu. Lalu, bagi kamu yang ingin investasi di mata uang asing, kamu bisa menyimak beberapa mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia berikut ini yang patut untuk dijadikan pertimbangan.
BACA JUGA: 4 Investasi Minim Risiko Selain Deposito, Cocok Buat Pemula!
Mata Uang Paling Banyak Diperdagangkan di Dunia, Cocok untuk Investasi
1. Dolar Amerika Serikat (USD)

Dolar AS adalah mata uang dari ekonomi terbesar di dunia, yaitu Amerika Serikat yang kebijakan moneternya dikelola oleh Federal Reserve (The Fed), yang didirikan pada 1913.
Seperti yang dilansir dari Investopedia, karena perannya yang sangat dominan dalam ekonomi global, dolar AS menjadi mata uang acuan yang paling sering diperdagangkan terhadap mata uang utama lainnya seperti euro, yen Jepang, dan poundsterling Inggris.
BACA JUGA: Gara-gara Rupiah Rp18.000, Kini Petani Hadapi Beban Berlapis!
2. Euro (EUR)

Euro merupakan mata uang resmi negara-negara yang tergabung dalam kawasan euro (Eurozone), dan kebijakan moneternya diatur oleh European Central Bank (ECB).
Berbeda dengan The Fed yang juga memperhatikan tingkat lapangan kerja, fokus utama ECB adalah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
Di pasar forex, euro menjadi salah satu mata uang paling aktif diperdagangkan dan sering menjadi lawan utama dolar AS dalam pasangan EUR/USD.
3. Yen Jepang (JPY)

Yen dikelola oleh Bank of Japan (BoJ), dan dikenal sebagai mata uang yang memiliki suku bunga yang relatif rendah. Oleh karena itu, seperti yang dilansir dari Investopedia yen sering digunakan dalam strategi carry trade, yaitu meminjam dalam mata uang berbunga rendah untuk kemudian diinvestasikan ke aset atau mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi.
Itu artinya, pergerakan yen sering kali dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan perubahan selera risiko investor.
BACA JUGA: Perbandingan Harga Pertamax Indonesia vs ASEAN, RI Paling Mahal!
4. Poundsterling Inggris (GBP)

Poundsterling merupakan mata uang resmi Inggris dan dikelola oleh Bank of England (BoE).
Namun, dibandingkan euro, poundsterling justru cenderung lebih volatil atau lebih sering mengalami pergerakan harga yang besar. Karena itu, mata uang ini cukup populer di kalangan trader yang mencari peluang dari fluktuasi pasar.
5. Yuan China (CNY)

Yuan dikelola oleh People's Bank of China (PBOC), dan nilainya dikendalikan oleh pemerintah China melalui sistem managed float.
Dalam sistem ini, bank sentral menetapkan nilai acuan harian dan membatasi rentang pergerakannya. Oleh karena itu, pergerakan yuan cenderung lebih stabil dibandingkan banyak mata uang utama lainnya.
BACA JUGA: Inilah yang Akan Terjadi Jika Rupiah Terjun ke Rp20.000 per Dolar AS, Waspada!
6. Franc Swiss (CHF)

Franc Swiss dikelola oleh Swiss National Bank (SNB) dan sudah dikenal sebagai salah satu aset "safe haven" atau tempat berlindung yang aman ketika kondisi ekonomi dan geopolitik global tidak menentu.
Tidak mengherankan jika mata uang Swiss memiliki reputasi yang stabil secara ekonomi dan politik, sehingga investor sering beralih ke franc Swiss saat pasar sedang bergejolak.
7. Dolar Australia (AUD)

Dolar Australia terkenal karena sering menawarkan tingkat suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan negara maju lainnya. Hal tersebut membuat AUD menjadi favorit dalam strategi carry trade.
Selain itu, nilai dolar Australia memiliki hubungan erat dengan harga komoditas seperti emas dan logam lainnya karena Australia merupakan salah satu eksportir komoditas terbesar di dunia.
BACA JUGA: Ancaman APBN Mengintai, Selisih Harga BBM Berpotensi Picu Migrasi Konsumen
8. Mata Uang Paling Banyak Diperdagangkan di Dunia, Cocok untuk Investasi: Dolar Kanada (CAD)

Dolar Kanada atau yang sering dijuluki "Loonie" ini merupakan mata uang yang memiliki keterkaitan yang kuat dengan harga minyak mentah.
Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar dunia, ekonomi Kanada sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga energi. Oleh karena itu, ketika harga minyak naik, dolar Kanada sering ikut menguat. Sebaliknya, ketika harga minyak turun, CAD juga berpotensi melemah.
Itu tadi beberapa mata uang yang paling sering diperdagangkan di dunia sehingga cocok buat investasi apalagi saat nilai Rupiah terus merosot. Tertarik mencoba investasi mata uang asing?
