Feature
5 Cara Mudah Merawat Ijazah Agar Tidak Cepat Rusak, Jangan Dilaminating!
JAKARTA — Apakah kamu pernah kebingungan mencari dokumen penting seperti ijazah, Akta Kelahiran atau Kartu Keluarga (KK), baik untuk keperluan administrasi sekolah atau pekerjaan?
Situasi ini tentu akan semakin rumit kalau dokumen penting tersebut ternyata sudah rusak, berjamur, menguning, atau bahkan dimakan rayap karena kurang tepat dalam menyimpan.
Seperti yang telah kamu tahu, dokumen keluarga dan ijazah ini memiliki nilai administratif dan hukum. Kalau hilang atau rusak, proses pengurusannya bisa membutuhkan waktu, tenaga, bahkan biaya yang tidak sedikit.
BACA JUGA: 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Banyak Orang Saat Menghemat Uang
Akan tetapi, menjaga dokumen ijazah dan dokumen keluarga agar tetap awet sebetulnya tidak sulit bahkan tidak mengeluarkan banyak uang. Berikut beberapa caranya.
Cara Praktis Merawat Ijazah dan Dokumen Penting Lainnya
Hindari Menggunakan Laminasi Panas

Sebagian orang menganggap melaminating ijazah atau sertifikat tanah adalah cara terbaik untuk melindungi dokumen tersebut dari kerusakan.
Padahal, penggunaan laminasi panas bisa berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari, karena proses laminasi menggunakan lapisan plastik dan perekat panas yang menempel kuat pada permukaan kertas.
Akibatnya, lapisan tersebut jadi sulit untuk dilepaskan sehingga berisiko merusak dokumen asli.
Sebagai alternatif, coba gunakan metode enkapsulasi atau masukkan dokumen ke dalam plastik pelindung seperti plastik klip, Mylar, atau clear holder.
Metode tersebut akan membantu melindungi kertas dari debu dan percikan air sekaligus memudahkan dokumen bisa dikeluarkan lagi tanpa merusak permukaannya.
BACA JUGA: Jenis-jenis Makanan yang Cocok Buat Persediaan Bencana dan Kondisi Darurat
Pisahkan Dokumen Berdasarkan Jenis dan Fungsinya

Kalau kamu langsung menyimpan seluruh dokumen dalam satu tempat, kamu bisa kebingungan saat mencarinya. Solusinya, coba pisahkan berkas berdasarkan kategori dengan warna berbeda.
Contohnya, map merah untuk dokumen identitas seperti Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, paspor, KTP, buku nikah, dan ijazah.
Map kuning untuk menyimpan dokumen aset dan kepemilikan, seperti sertifikat tanah atau rumah, STNK, Akta Jual Beli, dan BPKB.
Map Biru untuk dokumen keuangan dan kesehatan seperti buku tabungan, polisi asuransi, kartu BPJS, dan rekam medis anggota keluarga.
BACA JUGA: 4 Cara Mudah dan Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Kendaraan, Jangan Asal!
Pilih Tempat Penyimpanan yang Kering dan Jauh dari Potensi Munculnya Serangga

Kelembapan dan serangga seperti rayap dan kecoak adalah beberapa faktor yang dapat mempercepat kerusakan dokumen yang terbuat dari bahan kertas.
Oleh karena itu, penting untuk menyimpan dokumen penting di tempat yang kering, tidak terlalu dekat dengan lantai, atau ada kemungkinan terkena rembesan air.
Kamu juga bisa meletakkan map dokumen di lemari besi yang posisinya cukup tinggi dari lantai, kemudian tambahkan beberapa bungkus silica gel untuk menyerap kelembapan dan mengurangi risiko munculnya jamur.
Pastikan kondisi lemari juga diperiksa secara berkala untuk memeriksa agar dokumen tetap bersih dan terjaga dari gangguan serangga.
BACA JUGA: Jangan Panik! 7 Hal Ini Harus Kamu Lakukan Saat Gunung Meletus
Buat Salinan Digital Menggunakan Kamera HP

Tak hanya dokumen dalam bentuk fisik, kamu juga perlu memiliki salinan digital sebagai langkah antisipasi.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu menggunakan alat pemindai khusus. Kamu bisa memanfaatkan kamera HP, lalu potret atau pindai setiap dokumen, kemudian simpan hasilnya dalam format foto dan PDF.
Siapkan Tas Khusus untuk Menyimpan Dokumen Saat Terjadi Bencana

Kita tidak tahu kapan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran terjadi. Dalam kondisi darurat, waktu untuk menyelamatkan barang jadi sangat terbatas.
Oleh sebab itu, pastikan kamu sudah menyiap satu tas khusus yang waterproof dan bisa menampung dokumen penting keluarga.
BACA JUGA: 7 Cara Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga dari Abu Vulkanik
Itu tadi beberapa cara melindungi dan merawat dokumen penting seperti ijazah agar tidak mudah hilang, terselip, atau rusak.
