Kerja
Rabu, 20 Mei 2026 12:10 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Banyak karyawan yang menyukai tren bekerja dari rumah atau work from anywhere (WFH atau WFA). Namun sekarang, tren mulai berubah, di mana banyak perusahaan mulai meminta karyawan kembali ke kantor, setidaknya beberapa hari dalam seminggu. Di sinilah muncul istilah coffee badging.
Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, coffee badging dilakukan sebagai cara menyiasati aturan kembali ke kantor sambil tetap menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan sehari-hari.
Lalu, apa sebenarnya tren coffee badging dan risiko serta manfaatnya? Simak penjelasan berikut ini.
BACA JUGA: 7 Red Flag dari Perusahaan Toxic yang Tidak Boleh Diabaikan Saat Interview Kerja
Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, coffee badging adalah ketika karyawan datang ke kantor hanya dalam waktu sebentar, cukup untuk minum kopi, terlihat oleh atasan atau bos, dan bisa melakukan tap kartu akses lalu pulang untuk melanjutkan kerja dari rumah.
Istilah ini diperkirakan mulai populer lewat X atau Twitter di awal 2023 dan tim OWL Labs (perusahaan yang mendukung kerja remote) menjadi salah satu yang pertama meneliti tren ini.
Meski tren coffee badging terkesan seperti sedang mengakali sistem work from office atau sistem hybrid, sebenarnya banyak pekerja hybrid tidak bermaksud curang.
BACA JUGA: 9 Pekerjaan dengan Tekanan Tertinggi Menurut Forbes, Karyawan Mudah Stres!
Biasanya, mereka hanya mengatur waktu kerja agar lebih efektif. Mereka tetap hadir ke kantor untuk melakukan meeting atau aktivitas tim, tapi pekerjaan fokus mereka lebih nyaman untuk dilakukan di rumah.
Menurut Patrice Williams-Lindo, CEO Career Nomad, cara ini sebetulnya bisa membantu pekerja tetap terlihat oleh atasan tanpa harus merasa kelelahan secara berlebihan. Berikut beberapa keuntungan dari tren coffee badging.
Karyawan bisa membagi tugasnya dengan efisien, kerja yang melibatkan banyak orang dan meeting bisa dilakukan di kantor, lalu sisanya bisa fokus kerja di rumah.
Dengan menerapkan coffee badging, karyawan bisa menghemat biaya transportasi, makan, dan biaya parkir.
BACA JUGA: 5 Kebiasaan Calon Orang Sukses di Hari Minggu, Sudah Menerapkannya?
Karyawan bisa punya waktu lebih banyak untuk bertemu keluarga, mengantar jemput anak, atau urusan pribadi lainnya.
Tidak semua orang bisa cocok dengan suasana kantor untuk bisa bekerja. Ada juga yang lebih fokus dan optimal ketika bekerja di rumah karena lebih tenang.
BACA JUGA: Ciri-ciri Seseorang yang Kariernya Lebih Moncer daripada Fresh Graduate Lainnya
Coffee badging tetap punya risiko apalagi jika dilakukan tanpa persetujuan perusahaan. Berikut beberapa kekurangannya.
Sebagian perusahaan bisa jadi mulai memantau karyawan dengan lebih ketat karena tren coffee badging ini.
Tidak semua orang punya fleksibilitas yang sama, sehingga bisa jadi muncul rasa iri atau tidak adil.
BACA JUGA: Tips Cerdas Mendapatkan Passive Income untuk Bertahan Hidup
Karyawan tetap harus menanggung biaya untuk datang ke kantor, tapi tetap tidak ada di kantor sepanjang hari sehingga komunikasi tetap dilaksanakan secara jarak jauh.
Itu tadi penjelasan tentang tren coffee badging yang dianggap mampu membantu karyawan mendapatkan work-life balance. Apakah kamu setuju dengan tren ini?