Ternyata Ini 4 Alasan Seseorang Jadi Hobi Flexing, Kamu Termasuk?

Selasa, 20 Oktober 2026 16:13 WIB

Penulis:Justina Nur Landhiani

Ternyata Ini 4 Alasan Seseorang Jadi Hobi Flexing, Kamu Termasuk?
Ternyata Ini 4 Alasan Seseorang Jadi Hobi Flexing, Kamu Termasuk? (www.instagram.com/onyourm__ark)

JAKARTA — Di tengah maraknya penggunaan media sosial seperti sekarang, memamerkan barang mewah, liburan ke luar negeri, sampai menceritakan pencapaian pribadi seolah menjadi hal yang lumrah.

Kebiasaan ini dikenal dengan istilah flexing, dan kerap terlihat dari unggahannya di medsos berupa foto, video, atau konten tentang gaya hidupnya.

Bagi sebagian orang, hal ini bisa jadi cara berbagi perasaan kebahagiaan. Akan tetapi, bisa jadi ada alasan tertentu di balik keinginan untuk terus menerus menunjukkan kekayaan atau kesuksesan di depan pulik.

BACA JUGA: Jangan Asal Pamer! Ini 5 Dampak Negatif Kebiasaan Flexing

Penyebab Seseorang Hobi Flexing

Terkena Pengaruh Tekanan Sosial

Terkena Pengaruh Tekanan Sosial

Saat ini kita memang sering terpapar gaya hidup mewah di media sosial. Hal inilah yang bisa memengaruhi seseorang untuk menunjukkan pencapaian serupa.

Keinginan untuk tampak sukses di mata orang lain terkadang mendorong seseorang membentuk citra diri yang tidak sepenuhnya menggambarkan kehidupan sebenarnya.

BACA JUGA: Tak Hanya Hindarkan Kamu dari Utang, Ini 7 Manfaat Berhenti Overconsumption

Mempunyai Kondisi Finansial yang Mendukung untuk Flexing

Mempunyai Kondisi Finansial yang Mendukung untuk Flexing

Seseorang yang memiliki kondisi keuangan yang cukup atau mapan memang cenderung lebih leluasa dalam membeli barang mahal atau menikmati gaya hidup yang mewah.

Oleh karena itu, tidak jarang mereka memperlihatkan kepemilikan barang-barang tersebut kepada orang lain baik lewat medsos atau kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Sering Belanja Tanpa Sadar? Ini 7 Cara Mengatasi Overconsumption

Merasa Insecure atau Tidak Percaya Diri

Merasa Insecure atau Tidak Percaya Diri

Seseorang ingin flexing bisa jadi karena kurang percaya diri. 

Mereka seolah memiliki keharusan menunjukkan kekayaan, pencapaian, atau barang bermerek demi memperoleh pengakuan dan merasa lebih diterima oleh lingkungan sosialnya.

Terbiasa Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Terbiasa Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Kebiasaan mengukur pencapaian diri sendiri berdasarkan kehidupan orang lain bisa menimbulkan perasaan tertinggal atau kurang berhasil.

Maka dari itu, mereka ingin menutupi perasaan tidak percaya diri karena merasa tertinggal ini dengan menampilkan kehidupan yang tampak sukses lewat perilaku flexing.

Itu tadi beberapa alasan mengapa seseorang terdorong untuk flexing atau menceritakan kesuksesannya di media sosial.