Sudah Masuk Kemarau, Mengapa Terjadi Banjir di Kendari? Simak Analisis dari BMKG

Senin, 11 Mei 2026 08:26 WIB

Penulis:Justina Nur Landhiani

Editor:Justina Nur Landhiani

Sudah Masuk Kemarau, Mengapa Terjadi Banjir di Kendari? Simak Analisis dari BMKG
Sudah Masuk Kemarau, Mengapa Terjadi Banjir di Kendari? Simak Analisis dari BMKG (instagram.com/kendariinfo)

JAKARTA — Seperti yang telah diketahui, di Mei 2026 ini, wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Namun, meski sudah masuk musim kemarau, beberapa wilayah di Tanah Air nyatanya masih mengalami hujan deras. Bahkan, wilayah Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara baru saja mengalami banjir

Seperti yang dilansir dari Antara, BPBD mencatat ada 11 titik di Kota Kendari yang terdampak bencana banjir karena curah hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam.

11 titik terdampak banjir antara lain Kecamatan Wuawua yaitu di Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya, lalu di Kecamatan Baruga mulai dari kawasan Kali Wanggu, kawasan perumahan, sampai jalan raya di daerah Kelurahan Lepo-lepo Kecamatan Baruga.

BACA JUGA: Mengapa Sekarang Masih Hujan Deras Meski Indonesia Sudah Masuki Musim Kemarau?

Selain itu, banjir juga terjadi di Kelurahan Andueonuhu, Kelurahan Mokoau, Kelurahan Kambu di Jalan Bangau dan Jalan Mangkerey, Jalan Veteran Kelurahan Wowanggu, sampai kawasan persawahan di daerah Nanga-nanga.

Analisis BMKG terhadap Kondisi Lingkungan Sekitar Sulawesi Tenggara

Analisis BMKG terhadap Kondisi Lingkungan Sekitar Sulawesi Tenggara

Seperti yang dilansir dari Portal Informasi Kejadian Cuaca Ekstrem, berdasarkan analisis dinamika atmosfer yang dilakukan oleh BMKG, terjadi kombinasi antara faktor regional dan lokal seperti fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuatorial Rossby serta kondisi perairan yang terjadi di sekitar Sulawesi Tenggara yang relatif hangat yang dapat memengaruhi peningkatan curah hujan kategori sedang sampai lebat.

Hal inilah yang menyebabkan sungai-sungai jadi meluap dan menggenangi jalan-jalan serta pemukiman warga di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi tenggara.

Kondisi tersebut dilaporkan disebabkan karena akumulasi hujan yang terjadi secara intens pada dua hari terakhir yaitu 8-9 Mei 2026.

BACA JUGA: Jangan Panik, Ini Cara Cerdas Mencegah Terjangkit Wabah Hantavirus 

Prediksi Cuaca di Sulawesi Tenggara ke Depan

Prediksi Cuaca di Sulawesi Tenggara ke Depan

Dilansir dari Portal Informasi Kejadian Cuaca Ekstrem, kondisi cuaca yang terjadi di Sulawesi Tenggara diprediksi masih berpotensi terjadi hujan mulai dari intensitas sedang sampai lebat pada selang waktu tiga hari kedepan. 

Selain itu, wilayah Sulawesi Tenggara masih mengalami potensi bencana hidrometeorologi, sehingga warga setempat harus waspada dan bersiap.

BACA JUGA: 11 Kosmetik Temuan BPOM yang Mengandung Bahan Berbahaya dan Dilarang 2026

Itu tadi penjelasan mengenai analisis BMKG tentang kondisi bencana banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara.