Sebetulnya Usia Berapa Kita Harus Mulai Investasi? Jangan Sampai Telat!

Senin, 08 Juni 2026 11:13 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

Sebetulnya Usia Berapa Kita Harus Mulai Investasi? Jangan Sampai Telat!
Sebetulnya Usia Berapa Kita Harus Mulai Investasi? Jangan Sampai Telat! (Freepik.com/pressfoto)

JAKARTA — Masih banyak orang yang meyakini bahwa investasi baru bisa dilakukan setelah memiliki pendapatan tinggi atau kondisi keuangan yang benar-benar stabil. Anggapan tersebut membuat sebagian orang memilih menunda berinvestasi selama bertahun-tahun karena merasa belum memiliki dana yang memadai.

Padahal, memulai investasi tidak harus menunggu modal besar. Hal terpenting adalah membiasakan diri menyisihkan dana secara konsisten serta memiliki pemahaman yang jelas mengenai tujuan keuangan yang ingin dicapai di masa depan.

Oleh karena itu, tidak ada patokan usia yang berlaku untuk semua orang terkait kapan waktu terbaik untuk mulai berinvestasi. Setiap individu memiliki kondisi keuangan, tujuan, dan kesiapan yang berbeda-beda sehingga waktu memulainya pun bisa beragam.

BACA JUGA: Jangan Asal Beli, Ini Kadar Emas yang Tepat untuk Investasi!

Semakin Dini Memulai, Semakin Panjang Waktu yang Dimiliki

Salah satu keuntungan memulai investasi sejak usia muda adalah memiliki waktu yang lebih panjang untuk mencapai tujuan keuangan.

Di usia 20-an, misalnya, seseorang biasanya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan masa depan seperti dana pernikahan, dana pendidikan lanjutan, kendaraan, hingga pembelian rumah pertama.

Dengan rentang waktu yang lebih panjang, seseorang memiliki kesempatan untuk membangun portofolio investasi secara bertahap sesuai kemampuan finansial masing masing.

Selain itu, memulai lebih awal juga membantu membentuk kebiasaan finansial yang lebih disiplin dalam jangka panjang.

BACA JUGA: 7 Cara Mendeteksi Emas Asli VS Palsu Secara Manual, Jangan Terburu-buru Beli!

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Mulai Investasi

Meski banyak ahli keuangan menganjurkan untuk mulai berinvestasi sedini mungkin, bukan berarti mereka yang baru memulai di usia 30 atau 40 tahun kehilangan kesempatan.

Setiap fase kehidupan memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Di usia 30-an, fokus investasi sering kali berkaitan dengan kebutuhan keluarga, pendidikan anak, atau persiapan dana pensiun.

Sementara itu, pada usia yang lebih matang, investasi dapat menjadi bagian dari strategi menjaga nilai aset dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.

Yang terpenting adalah menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi keuangan, tujuan, dan profil risiko masing masing.

Dana Darurat Tetap Menjadi Prioritas

Sebelum mulai berinvestasi, penting untuk memastikan kondisi keuangan dasar sudah cukup sehat. Salah satu langkah yang sering dianjurkan adalah menyiapkan dana darurat terlebih dahulu.

Dana darurat dapat membantu menghadapi kebutuhan tak terduga tanpa harus mengganggu dana investasi yang telah disiapkan untuk tujuan tertentu.

Selain itu, memiliki pengelolaan keuangan yang lebih teratur juga dapat membantu seseorang berinvestasi dengan lebih nyaman dan sesuai rencana.

Memulai Investasi Kini Semakin Mudah

Perkembangan layanan keuangan digital membuat akses terhadap berbagai produk investasi menjadi semakin mudah. Masyarakat kini dapat mempelajari berbagai pilihan investasi dan memulai sesuai kemampuan finansial melalui aplikasi digital.

Tidak ada usia yang benar benar terlambat untuk mulai berinvestasi. Namun, semakin cepat seseorang memahami pentingnya mengelola keuangan dan membangun kebiasaan investasi, semakin banyak waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial di masa depan.

Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Tyo S pada 03 Jun 2026