rumah
Rabu, 22 Juli 2026 12:26 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Kamu mungkin sering menganggap memiliki sepeda motor sebagai kendaraan pribadi adalah pilihan yang sangat tepat karena praktis, lebih hemat bahan bakar, dan relatif lebih terjangkau.
Tidak mengherankan kalau sepeda motor sering jadi kendaraan pertama yang dibeli warga Indonesia, baik untuk bekerja, kuliah, sekolah, atau menunjang aktivitas sehari-hari.
Namun, sebelum yakin membeli sepeda motor, harga motor bukanlah satu-satunya biaya yang perlu dipersiapkan. Setelah transaksi selesai, masih ada berbagai pengeluaran lain yang harus dianggarkan.
Jika tidak diperhitungkan sejak awal, biaya-biaya tersebut bisa membebani kondisi keuangan di kemudian hari.
BACA JUGA: In This Economy, 7 Barang Ini Bisa Dijual untuk Tambah Uang Bertahan Hidup
Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli motor baru maupun bekas, ada baiknya memahami seluruh biaya kepemilikannya, seperti berikut ini.
Berbeda dengan mobil yang sudah dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti airbag dan sabuk pengaman, pengendara motor harus menyiapkan perlindungan diri sendiri melalui perlengkapan berkendara.
Sebelum kamu beli motor, kamu perlu memperhatikan biaya perlengkapan keselamatan diri seperti helm SNI, sarung tangan, jaket riding, sepatu atau boots khusus untuk berkendara.
BACA JUGA: Usia 20-an Menentukan Masa Depan Finansial, Hindari 8 Kesalahan Ini
Sebelum kamu bisa mengendarai sepeda motor di jalan raya secara legal, kamu perlu memiliki SIM C. Untuk membuat SIM baru, harganya sekitar Rp100.000. Selain itu, setiap 5 tahun sekali kamu perlu melakukan perpanjangan SIM C dengan biaya Rp75.000.
Ketika kamu memiliki motor, kamu perlu membayar pajak motor yang dibayar dalam dua kali jenis periode, yaitu pajak tahunan setiap 1 tahun sekali untuk pengesahan STNK dan pajak 5 tahun sekali untuk mengganti pelat nomor (TNKB) dan STNK baru.
BACA JUGA: Harga BBM per Juli 2026: Mengapa Pertamax Masih Mahal?
Sepeda motor membutuhkan servis setiap 6-12 bulan agar tetap dalam kondisi yang prima saat digunakan.
Namun, besarnya biaya servis tentu bergantung pada jenis motor, usia kendaraan, kondisi motor, dan seberapa sering motor digunakan.
Perawatan motor biasanya dibagi dalam tiga jenis yaitu perawatan rutin, servis ringan, dan servis besar.
Untuk perawatan rutin, biasanya yang dilakukan saat servis adalah memeriksa apakah ada kebocoran, mengecek aki, memeriksa rem, filter, dan cairan kendaraan.
Untuk servis ringan, biasanya motor memerlukan ganti oli, mengganti cairan, pemeriksaan lampu, rantai, belt, busi, dan komponen kelistrikan.
Sedangkan servis besar mencakup pekerjaan yang lebih kompleks seperti membersihkan filter udara, mengganti busi, menyetel rantai, mengganti minyak rem, memasang ban baru, mengganti oli mesin, oli transmisi, dan filter.
Semakin sering motor digunakan, maka semakin besar kebutuhan perawatannya.
Namun, dengan melakukan servis secara berkala, motormu akan tetap nyaman dan aman untuk digunakan.
BACA JUGA: Saat Harga BBM Melonjak, Bisakah Sepeda Jadi Solusi?
Sepeda motor memang dikenal lebih hemat bahan bakar daripada mobil.
Akan tetapi, biaya untuk membeli bensin tetap jadi salah satu pengeluaran terbesar, apalagi kalau motormu digunakan setiap hari sebagai sarana transportasi utama.
Itu tadi beberapa biaya tersembunyi yang harus kamu perhatikan sebelum mantap membeli sepeda motor.