Jurusan
Senin, 04 Mei 2026 16:19 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Sejak ChatGPT dirilis pada 2022 lalu, kenaikan gaji terbesar justru banyak dirasakan oleh pekerja di bidang yang berkaitan dengan AI atau kecerdasan buatan, menurut studi dari Stanford University dan World Bank seperti yang dilansir dari Investopedia.
Bahkan, orang-orang yang mampu membangun dan mengembangkan sistem AI sekarang berhasil mendapatkan pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat dengan gaji rata-rata lebih dari US$ 135.000 per tahun.
Menurut Eugene Vinitsky, profesor dan peneliti AI dari New York University, kemampuan matematika dan ilmu komputer selalu penting. Akan tetapi, ke depannya kombinasi terbaik adalah mampu memahami Ai dengan cukup dalam sekaligus punya keahlian nyata di bidang lain.
BACA JUGA: 7 Pekerjaan yang Gajinya Naik Gara-gara Transisi Energi, Tertarik Switch Career?
Itu artinya, tidak ada satu jurusan AI yang bisa memenuhi semua kebutuhan. Para ahli tetap menyarankan masyarakat untuk menguasai dasar-dasar AI, sambil tetap fokus pada bidang lain yang Anda minati, seperti robotika, desain, ekonomi, atau bahkan filsafat.
Saat ini sudah banyak pilihan jurusan atau program yang berkaitan dengan AI, tapi sebenarnya ada beberapa jalur utama yang akan memudahkan Anda berkarier di bidang tersebut, seperti berikut yang telah dirangkum dari Investopedia.
BACA JUGA: Menurut Harvard, 10 Jurusan Kuliah Ini Ketinggalan Zaman
Meski begitu, menurut Vinitsky, hal paling penting bukanlah nama atau gelar jurusan yang Anda miliki, tapi kombinasi keterampilan yang Anda bangun selama proses belajar, termasuk keterampilan matematika dan coding untuk memahami teknologi AI dan bidang lain yang Anda minati agar Anda bisa menerapkan kemampuan tersebut untuk menyelesaikan masalah di dunia nyata.
BACA JUGA: 5 Jurusan Ini Tingkat Penganggurannya Tinggi, Jangan Asal Pilih!
Itu tadi beberapa bidang jurusan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan yang erat menggunakan kecerdasan buatan atau AI.